Author: admin

Kisah Malaikat Izrail Masuk Rumah Nabi Sulaiman, Ini yang Terjadi…

Kisah Malaikat Izrail Masuk Rumah Nabi Sulaiman, Ini yang Terjadi…

Malaikat Izrail menjadi malaikat yang paling ditakuti oleh manusia. Kedatangannya menjadi pertanda bahwa usia tidak lagi lama. Tidak hanya manusia biasa, namun Ia juga mendatangi para Nabi dan utusan-Nya.

Nabi Sulaiman dalam sebuah kisah pernah dikunjungi Malaikat Izrail. Namun tujuannya bukan untuk mencabut nyawa Nabi yang mampu berbicara dengan para binatang ini. Sang Malaikat justru terpaku dengan tatapan yang begitu tajam.

Ternyata, malaikat pencabut nyawa ini sedang menatap seorang tamu yang sedang berkunjung ke rumah Nabi. Karena tatapannya ini, tamu pun sangat ketakutan dan meminta sang penguasa angin untuk memindahkannya ke Negeri Cina. Apa yang terjadi selanjutnya?

Tidak seorangpun yang mengetahui kapan dan bagaimana ia akan meninggalkan dunia ini. Sebab, Allah SWT merahasiakan perkara yang satu ini dari ciptaan-Nya. Kematian setiap makhluk sudah ditakdirkan, tanpa terkecuali.

Ada banyak cara yang dilakukan oleh malaikat maut untuk mencabut nyawa manusia, tentu saja itu semua atas perintah dari Allah SWT. Mendatangi rumah atau menjelma menjadi makhluk juga digunakan malaikat Izrail untuk mencabut nyawa manusia.

Dalam sebuah riwayat dijelaskan jika pada suatu hari malaikat pencabut nyawa (malaikat Izrail) mendatangi rumah Nabi Sulaiman. Di saat itu ada seorang pemuda yang tengah bertamu dan bercakap-cakap dengan Nabi di rumahnya.

Begitu masuk ke dalam rumah tersebut, di saat melihat pemuda tersebut tiba-tiba saja pandangan malaikat Izrail berubah menjadi lebih tajam. Hati pemuda tersebut kemudian berdebar-debar karena dipandangi dengan sangat tajam oleh tamu sang nabi. Tidak hanya itu, ia juga merasa ketakutan dengan apa yang sudah terjadi.

Beberapa saat kemudian, malaikat maut tersebut pergi meninggalkan Nabi Sulaiman dan pemuda tadi. Setelah melihatnya pergi, maka bertanyalah pemuda tadi kepada Nabi Sulaiman. “Ya Nabi Sulaiman alaihissalam, siapakah orang tadi?”

Nabi Sulaiman menjawab, “Itu adalah malaikat maut yang sedang menyamar menjadi manusia.” Pemuda tersebut berkata, “Sungguh aku tidak nyaman dengan pandangannya yang terus-menerus menatapku. Aku menjadi takut jangan-jangan dia ingin mencabut nyawaku. Ya Nabi Sulaiman, sebagai seorang nabi yang diberi kekuatan oleh Allah untuk menguasai angin, bisakah kau menyuruh angin untuk menerbangkanku ke negeri Cina? Semoga dia tidak bisa mengejarku ke negeri Cina.” Nabi Sulaiman berkata, “Apabila memang sudah waktumu untuk meninggal, bukankah kau tidak bisa lolos dari kematian?” “Ya, tetapi aku ingin mencobanya. Wahai nabi Sulaiman, aku mohon kepada engkau agar menyuruh angin untuk membawaku ke negeri Cina”, katanya.

Setelah memohon dengan sungguh-sungguh akhirnya Nabi Sulaiman bersedia mengabulkan keinginan si pemuda tadi. Dengan mukjizat dari Allah SWT yang telah dilimpahkan kepada Nabi Sulaiman maka ia bisa memerintahkan angin untuk membawa pemuda itu ke negeri Cina sesuai dengan permintaannya.

Hingga akhirnya sampailah pemuda tersebut ke negeri Cina. Beberapa lama setelah kejadian tersebut, datanglah malaikat maut kepada Nabi Sulaiman. Lantas, bertanyalah Nabi mengapa malaikat maut itu menandangi pemuda tersebut dengan pandangan yang tajam.

Kemudian malaikat maut menjawab, “Sesungguhnya aku diperintahkan oleh Allah untuk mencabut nyawa pemuda itu pada saat yang telah ditentukan (hari itu) di negeri Cina. Aku memandanginya karena keheranan, mengapa Allah menyuruhku untuk mencabut nyawanya di negeri Cina sementara aku melihatnya sedang berada di dekatmu?” Maka malaikat maut melanjutkan, “Ternyata pahamlah aku, karena tidak lama setelah aku pergi, tiba-tiba angin membawanya ke negeri Cina. Dan aku telah mencabut nyawanya hari itu di Cina.”

Dari kisah di atas bisa diambil pengajaran bahwasanya tidak ada satupun orang yang dapat menolak datangnya kematian kemanapun ia pergi untuk menghindarinya. Maka terimalah segala sesuatu sudah ditakdirkan Allah SWT kepada kita.

Begini Adab Tidur Supaya Dilindungi Malaikat

Begini Adab Tidur Supaya Dilindungi Malaikat

Saat malam adalah waktu yang tepat untuk beristirahat. Kondisi ini memang paling nikmat untuk menghilangkan penat. Saat jiwa sudah tiba di alam mimpi, maka dunia nyata tak lagi diingat.

Padahal, saat tertidur, begitu banyak godaan setan menghampiri tanpa disadari. Sekuat apapun manusia, maka akan tetap lemah ketika berada dalam kondisi ini. Penjagaan dari Malaikat menjadi cara terhindar dari godaan makhluk laknat ini.

Namun, tidak semua manusia mendapat penjagaan dari malaikat. Hal ini hanya berlaku bagi mereka yang menjalankan adab tidur berikut dengan benar. Seperti apa adab tidur agar mendapat penjagaan makhluk yang diciptakan dari Nur ini? Berikut lengkapnya.

1. Berwudhu

Cara pertama yang bisa dilakukan agar tidur kita mendapat penjagaan dari malaikat adalah dengan berwudhu. Kondisi bersih dari kotoran dan najis ini ternyata ampuh membuat malaikat menemani kita disaat terlelap. Tidak hanya itu, bahkan malaikat juga mendoakan manusia yang tidur dalam kondisi suci. Dari Ibnu Umar r.a, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,

“Barangsiapa tidur dalam kondisi suci maka di atas kepalanya terdapat malaikat. Tidaklah ia bangun kecuali malaikat akan berdoa untuknya, “Ya Allah ampunilah hamba-Mu ini si fulan sungguh ia semalaman dalam keadaan suci.” Hadits hasan, dikeluarkan oleh Ibnu Hibban No. (1051), lihat as-Silsilah Ash-Shahihah No. (2539).

2. Membaca Ayat Kursi

Cara kedua untuk mendapatkan penjagaan malaikat ketika tertidur adalah dengan membaca ayat kursi sebelum tidur. Dengan begitu, penjagaan Allah melalui malaikat akan terjadi sampai memasuki waku subuh.

Dari Abu Hurairah r.a, ia berkata, “Rasulullah menugaskanku menjaga zakat Ramadhan, kemudian datanglah seseorang yang mencuri makanan, maka aku memegangnya dan aku berkata, ‘Saya akan laporkan engkau kepada Rasulullah.’ -sebagaimana diceritakan dalam hadits- Maka orang tersebut berkata, “Jika engkau hendak tidur di tempat tidurmu maka bacalah ayat kursi, maka penjagaan Allah senantiasa menyertaimu dan setan tidak dapat mendekatimu sampai waktu subuh.” Kemudian Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Dia berkata benar kepadamu, walaupun dia seorang pembohong, di adalah setan.” (HR Al-Bukhari)

3. Membaca Doa Sebelum Tidur

Diantara kita sering sekali mengajarkan anak atau adik untuk berdoa sebelum tidur. Namun terkadang, kita sendiri justru lupa untuk memohon perlindungan Allah sebelum memejamkan mata.

Dalam Al-Adzkar, An-Nawawi membuat judul bab:
“Bab Makruh Tidur tanpa Berdzikir kepada Allah (sebelum tidur)” (Al-Adzkar, hlm. 95). Selanjutnya, An-Nawawi menyebutkan hadis berikut:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Siapa yang tidur, sementara tidak berdzikir ketika hendak tidur, akan menjadi penyesalan baginya di hadapan Allah.” (HR. Abu Daud 4856 dan dishahihkan Al-Albani).

Sementara itu hadits yang berasal dari Jabir bin Abdullah, menyatakan bahwa:
“Apabila manusia berbaring di pembaringannya (akan tidur), malaikat dan syetan segera menghampirinya. Malaikat membisikkan, “Akhiri (malam-mu) dengan kebaikan”, sedangkan syetan membisikan, “Akhiri (malam-mu) dengan keburukan”. Apabila dia berdzikir menyebut nama Allah kemudian tidur, maka malaikat melindungi dia di malam itu.“ (HR. Ibnu Hibban 5533, Hakim dalam Al-Mustadrak 1969 dan beliau shahihkan, kemudian disepakati oleh Adz-Dzahabi).

4. Tidak Menyimpan Rasa Dendam dan Dengki kepada Seseorang

Tidur menjadi penutup hari untuk bisa kembali melanjutkan aktivitas keesokannya lagi. Namun, meski demikian, tetap saja kejadian pada siang harinya selalu terbawa-bawa hingga menjelang terlelap.

Misalnya perasaan dendam dan dengki kepada orang lain. Hal ini biasanya terbawa-bawa hingga kita ingin memejamkan mata. Hal ini harus diwaspadai, karena ternyata sikap tersebut justru hanya akan membuat kita didekati setan. Yang benar adalah, hilangkan perasaan dendam dan dengki kepada seseorang ketika akan tidur. Karena hal ini mengundang malaikat untuk turut menjaga kita dikala terlelap.

Dari Anas r.a, Abdullah bin Umar r.a berkata: “Aku mendengar Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata kepadaku tentang seorang lelaki Anshar sebanyak tiga kali, ‘Saat ini ada salah seorang ahli surga datang kepada kalian.’ Kemudian Abdullah bin Umar menginap di rumahnya selama tiga hari tiga malam. Abdullah bin Umar berkata kepadanya, ‘Aku menginap di tempatmu agar aku melihat apa yang engkau lakukan untuk aku tiru tetapi aku tidak melihat engkau beramal dengan amal yang banyak, lantas apa yang menyebabkan Rasulullah mengatakan apa yang telah beliau katakan kepadamu.’ Lelaki itu menjawab, ‘Tidak ada amal yang aku lakukan kecuali apa yang telah engkau lihat.’ Kemudian Abdullah bin Umar berkata, “Ketika aku ingin pulang ia memanggilku dan berkata, “Tidak ada yang kulakukan kecuali apa yang telah engkau lihat, hanya saja aku tidak menemukan di dalam jiwaku rasa dendam dan tidak pula rasa dengki terhadap muslim yang lain dan aku selalu mengharap kebaikan diberikan kepada mereka.’ Abdullah berkata, ‘Inilah yang telah engkau capai dan inilah yang tidak mampu kami lakukan. (HR Ahmad No. 12697).

Demikian informasi adab tidur agar dilindungi malaikat. Semoga adab-adab ini bisa kita praktikkan sebelum tidur sehingga kita senantiasa mendapat berkah dan rahmad serta penjagaan dari makhluk suci yang begitu taat kepada Allah tersebut.

Kisah bagaimana terjadinya pembunuhan pertama di atas muka bumi ALLAH(Pembunuhan Habil)

Kisah bagaimana terjadinya pembunuhan pertama di atas muka bumi ALLAH(Pembunuhan Habil)

KRONOLOGI PEMBUNUHAN HABIL

Setelah pasangan Nabi Adam ‘alaihissalam dan Hawa turun ke bumi, Allah Subhanahu wa Ta’ala mengaruniakan anak keturunan kepada mereka. Tidaklah Hawa melahirkan kecuali selalu kembar laki-laki dan perempuan. Diriwayatkan dari Ibnu Ihasq dalam Tafsir Baghowi dan Tafsir Al-Qurthubi bahwa Hawa melahirkan 40 anak dengan 20 kali mengandung. Wallahu a’lam.

Setelah anak keturunannya mencapai dewasa, Allah Subhanahu wa Ta’ala mensyariatkan (membolehkan) kepada Nabi Adam ‘alaihissalam untuk menikahkan salah satu dari pasangan kembar dengan salah satu dari pasangan Qabil bersama Iqlimiya yang berparas cantik, sedangkan pasangan kembar adiknya bernama Habil dan Layudha berparas kurang menarik.

Ketika Nabi Adam ‘alaihissalam hendak menikahkan mereka (Habil dengan Iqlimiya dan Qabil dengan Layudha, red.) proteslah Qabil dan membangkang dikarenakan saudara Habil jelek dan saudaranya sendiri cantik. Sehingga ia menginginkan saudara kembarnya tersebut untuk dirinya sendiri lantaran ia merasa dirinya lebih berhak atas saudara kembarnya. Berdasarkan wahyu dari Allah, Nabi Adam ‘alaihissalam memerintahkan keduanya untuk berkurban, siapa yang diterima kurbanya maka dialah yang berhak atas keutamaan (menikahi saudara kembar Qabil).

KURBAN QABIL DAN HABIL

Qabil adalah seorang petani. Ketika diperintahkan berkurban maka ia berkurban dengan seikat gandum. Dia pilih gandum yang jelek dari tanamannya. Dia tidak peduli apakah kurbannya diterima atau tidak, karena rasa sombong dan dengki sudah menguasainya.

Sedangkan Habil seorang peternak kambing, dia pilih kambing yang muda lagi gemuk untuk berkurban. Dia berkeinginan agar kurbannya diterima di sisi Allah Ta’ala. Setelah kurban keduanya dipersembahkan, Allah Ta’ala menurunkan api berwarna putih dan dengan izin Allah api itu membawa kurban Habil (sebagai tanda bahwa kurbannya diterima) dan meninggalkan kurban Qabil.

Al-Qurthubi menukil dari Sa’id bin Jubair rahimahullah dan lainnya bahwa kambing itu diangkat ke surga dan hidup di sana hingga diturunkan lagi ke bumi untu dijadikan tebusan bagi Nabi Ismail ‘alaihissalam ketika hendak disembelih oleh Nabi Ibrahim ‘alaihissalam, Wallahu a’lam

Melihat yang demikian, di mana kurbannya tidak diterima, spontan marahlah Qabil hingga berlanjut mengancam Habil untuk membunuhnya. Walau bagaimanapun, dia tak ingin Habil menikhai saudara perempuannya. Allah Ta’ala berfirman menceritakannya dalam Surat Al-Maidah ayat 27,

وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَىْ ءَادَمَ بِالْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ اْلأَخَرِ قَالَ لأَقْتُلَنَّكَ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ

“Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putra Adam (Qabil dan Habil) dengan sebenarnya. Ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka diterima dari salah satunya dan tidak diterima dari yang lainnya. Maka berkata yang tidak diterima kurbannya, ‘Sungguh aku akan membunuhmu.’ Dan berkata yang diteirma kurbannya, ‘Sesungguhnya Allah hanya menerima kurban dari orang-orang bertakwa.’

Melihat abangnya berniat membunuhnya, Habil tidak membela diri. Sebaliknya, dia menyerahkan dirinya dan tidak ada keinginan melawan. Dia berkata,

لَئِن بَسَطْتَ إِلَيَّ يَدَكَ لِتَقْتُلَنِي مَآأَنَا بِبَاسِطٍ يَدِيَ إِلَيْكَ لأَقْتُلَكَ إِنِّي أَخَافُ اللهَ رَبَّ الْعَالَمِينَ {28} إِنِّي أُرِيدُ أَن تَبُوأَ بِإِثْمِي وَإِثْمِكَ فَتَكُونَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ وَذَلِكَ جَزَآؤُا الظَّالِمِينَ {29}

“Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu untuk membunuhku, sekali-kali aku tidak menggerakkan tanganku aku membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Robb sekalian alam. Sesungguhnya aku ingin agar kamu kembali dengan membawa dosa (pembunuhan ini) dan dosa kamu sendiri yang lain, maka kamu menjadi penghuni neraka, dan yang demkian itulah pembalasan bagi orang-orang yang zhalim.” (QS. Al-Maidah: 28-29)

Habil melakukan tindakan ini karena Qabil bukanlah orang kafir melainkan pelaku maksiat, dia khawatir jika melawan akan punya keinginan seperti Qabil yakni membunuh lawannya. Ini tentu berakibat fatal, karena nanti kedua-duanya akan masuk neraka.
Tindakan ini juga seperti apa yang dilakukan Khalifah Utsman bin Affan, pada waktu terjadinya fitnah ia tidak melawan ketika diserang karena beliau tahu yang dihadapinya orang-orang muslim. Adapaun kepada orang kafir maka seharusnya mempertahankan diri dan melawan, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits Bukhari dan Muslim:

“Apabila dua orang muslim berhadap-hadapan dengna pedang masing-masing, maka pembunuh dan yang dibuuh keduanya masuk neraka.” Para sahabt bertanya, “Wahai Rasulullah, kalau pembunuh wajar ia masuk neraka, tetapi kalau yang dibunuh apa gerangan penyababnya?” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Sesungguhnya yang dibunuh itu juga berkeinginan membunuh temannya.”

Juga dalam hadits yang shahih riwayat Imam Ahmad, Abu Dawud, dan Tirmidzi:

Seorang sahabat bertanya, “Bagaimana pendapat Anda (wahai Rasulullah) jika ada orang (muslim) yang masuk rumah saya lalu menggerakkan tangannya untuk membunuh saya?” Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Jadilah seperti anak Nabi Adam (ketika dibunuh ia tidak melawan).”

CARA QABIL MEMBUNUH

Diriwayatkan dalam beberapa kitab tafsir, Qabil berkeinginan kuat untuk membunuh saudaranya, Habil, sekalipun sudah diberikan nasihat dan peringatan oleh Habil sendiri.

Pada suatu hari ketika Habil sedang menggembala kambing lantas tertidur lelap, tiba-tiba datanglah Qabil dengan membawa batu lalu dengan beringas batu itu dilemparkan mengenai kepala Habil hingga memecahkannya. Riwayat lain menyatakan bahwa Habil dicekik dan digigit sebagaimama binatang buas ketika menyantap mangsanya, wallahu a’lam. Dan pada akhirnya matilah Habil karenanya.

Setelah Habil meninggal, tanpa rasa belas kasihan Qabil meninggalkan jenazahnya di tempat terbuka. Dia tidak tahu apa yang mesti dilakukan kepada jenazah saudaranya karena jenazah Habil adalah yang pertama kali di atas permukaan bumi. Perbuatan Qabil ini membuahkan malapetaka yang besar bagi dirinya sendiri. Dia akan menanggung dosa dari pembunuhannya tersebut—karena ia tidak bertaubat—sekaligus dosa orang yang menirunya yakni melakukan pembunuhan dengna jalan yang tidak benar. Sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam,

“Tidaklah dibunuh suatu jiwa dengan zalim melainkan dosa pembunuhan itu akan ditanggungpula oleh anak Adam yang pertama (Qabil) karena dialah yang pertama memberi contoh pembunuhan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

“Barang siapa yan memulai perkara baik (yang disyariatkan) maka baginya pahalanya dan pahala orang yang mengikutinya sampai terjadinya hari kiamat. Dan barang siapa yang memulai perkara jelek maka baginya dosanya dan dosa orang yang mengikutinya sampai terjadinya hari kiamat.” (HR. Muslim)

Dalam keadaan yang demikian, Allah Ta’ala mendatangkan dua burung gagak yang sedang bertarung, salah satunya mati. Maka yang hidup mengais-ngais tanah dengan paruhnya membuat lubang untuk menanam burung gagak yang mati. Qabil mengambil pelajaran dari peristiwa itu tentang cara mengubur jenazah saudaranya.

PENGAJARAN KISAH PEMBUNUHAN HABIL

Al-Qurtubhi mengatakan, “Hasad (dengki) adalah dosa yang pertama kali dilakukan di langit dan di bumi, di langit adlaah dengkinya iblis kepada Nabi Adam ‘alaihissalam dan di bumi adalah dengkinya Qabil kepada Habil.”
Pembunuhan termasuk dosa besar yang mengancam pelakunya masuk neraka.

Sumber: Majalah Al-Mawaddah, Edisi 8 Tahun ke-1 Robi’ul Awwal 1429/Maret 2008

 

GEMPAR!Harta keramat peninggalan Nabi Sulaiman AS Yang mempunyai Kuasa MISTERI ini rupanya Yang digali Yahudi di bawah Masjidil Aqsa selama 90 Tahun!

GEMPAR!Harta keramat peninggalan Nabi Sulaiman AS Yang mempunyai Kuasa MISTERI ini rupanya Yang digali Yahudi di bawah Masjidil Aqsa selama 90 Tahun!

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Mas Rizky yang di Rahmati Allah SWT

Saya pernah nonton National Geographic, judulnya saya lupa, disiaran salah satu TV nasional. Film tersebut menceritakan tentang tempat-tempat suci di Yerusalem bagi 3 Agama Samawi. Salah satunya adalah Masjidil Aqsa. Disitu disebutan bahwa dibawah Masjid Al Aqsa pernah tersimpan sebuah Tabut yang diyakini peninggalan Nabi Sulaiman AS. Tabut tersebut pernah dijadikan pemujaan oleh para Pemuka Agama Yahudi Talmud/Kabbala, hingga akhirnya menghilang entah kemana dan sampai saat ini belum ditemukan. Yang ingin saya tanyakan:

1. Benarkan ada “benda” itu yang diyakini dapat memberikan kekuatan gaib yang amat dahsyat bagi yang menemukannya?

2. Apakah “benda” tersebut adalah yang dicari-cari oleh Ksatria Templar yang melakukan penggalian dibawah kuil pada saat perang salib?

Saya mohon maaf jika ada kesalahan dari keterangan saya karena sudah agak lupa. Saya mencari film itu dipasaran, tetapi sampai saat ini belum mendapatkan.

Saya mohon penjelasan dari Mas Rizky.

Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih.

Wa’alaikumusalam warahmatullahi wabarakatuh,

Semoga Anda selalu berada dalam rahmat dan hidayah Allah Swt. Saya akan memulai pemaparan ini dengan produsen dari film tersebut terlebih dahulu, yakni National Geographic. Lembaga ini didirikan di Amerika Serikat, 27 Januari 1888, oleh 33 orang yang tertarik meningkatkan pengetahuan geografi mereka. Gardiner Greene Hubbard menjadi presiden pertama dan kemudian digantikan oleh menantunya, Alexander Graham Bell. Yayasan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan umum tentang geografi dunia dan pada akhirnya mensponsori penerbitan majalah bulanan National Geographic. Saat ini, National Geographic saat ini telah terbit di 60 negara dalam 30 bahasa dengan oplah lebih dari 9,5 juta eksemplar per bulan. Tidak saja dalam bentuk majalah, tetapi juga telah merambah ke audio-visual.

Hanya saja, perusahaan ini telah dimasukkan dalam daftar Boikot Dunia Islam terkait fatwa boikot dari Dr. Yusuf Qaradhawy (silakan lihat semua daftar boikot di www.inminds.co.uk). Semua perusahaan yang masuk dalam daftar boikot tersebut diketahui telah mengalirkan sebagian labanya untuk menunjang eksistensi zionis-Israel yang hari ini masih saja menjajah Palestina. Arti masuk dalam daftar boikot yakni umat Islam jangan sampai mengalirkan uangnya ke kocek mereka, bukan dalam artian tidak boleh mengambil manfaatnya atau mengkonsumsinya. Ini adalah perang ekonomi. Walau banyak manfaat yang bisa kita ambil dari produk National Geographic, kita tetap harus ekstra kritis dalam “memamahnya” karena tetap saja paradigmanya beda dengan paradigma keislaman, terutama jika mereka membahas masalah sejarah, pasti yang dipakai ya perspektif Barat. Demikian juga dengan film tentang tempat-tempat suci di Yerusalem, perspektifnya sangat Barat. Kita tahu siapa yang berada di balik hegemoni paradigma Barat tersebut.

Soal Tabut Perjanjian atau Tabut Sakinah, benda yang dalam bahasa Inggris disebut sebagai Covenant of Ark ini hanyalah salah satu benda berharga dalam keyakinan Yahudi yang diyakini mereka tertanam di bawah kompleks Masjidil Aqsha. Selain itu masih ada Laver (Baskom), Menorah (Kandil Emas, dijadikan lambang Mossad), Mezbah Pembakaran Ukupan (The Golden Altar of Incense), Meja Roti Sajian (Table of Showbread), Mezbah Pembakaran (Brazen Altar), dan lainnya. Sejarah mencatat jika benda-benda itu “hilang” tatkala Kaisar Titus dari Roma menyerbu dan membakar Yerusalem pada tahun 70 M.

Apakah Tabut Perjanjian itu? Tabut itu sendiri merupakan sebuah perkakas yang terbuat dari kayu yang sangat biasa, sudah dikenal di Timur Tengah Purba jauh sebelum zaman Musa a.s.. Tabut lazim dipergunakan sebagai tempat penyimpanan dokumen yang mengandung ketentuan-ketentuan perjanjian. Nah, yang kemudian dikenal dunia sebagai Tabut Perjanjian (Covenant of Ark atau orang Yahudi menyebutnya sebagai ’Aron Haberit) memang unik dan spesial. Tabut bangsa Yahudi itu dilapisi dengan emas sebagai wadah suci yang mudah dibawa.

Dalam berbagai keterangan Barat disebutkan jika Tabut tersebut digunakan untuk menyimpan dua Loh Batu yang berisi 10 Firman Tuhan yang diberikan kepada Musa a.s. Namun yang harus diperhatikan jika ini bukanlah Loh batu yang merupakan “tulisan” Allah yang asli, yang ditulis “dengan jari Allah”. Karena Loh Batu yang asli sudah dicampakkan dan dipecahkan oleh Musa ketika turun dari bukit dan menjumpai orang-orang Yahudi yang menari-nari memuja patung sapi betina. Episode ini dalam Qur’an juga disinggung dalam surat al-Baqarah (sapi betina).

Yang banyak tidak diketahui orang. Tabut Perjanjian tersebut merupakan bentuk asli dari Bait Alah-nya Yahudi. Tabut tersebut selalu di bawa-bawa mereka ketika menuju Mesir, melarikan diri dari kejaran Firaun, dan bahkan dalam peperangan. Tabut Perjanjian merupakan Bait Allah portabel yang selalu berada di dalam kemah suci bangsa Yahudi di dalam pengembaraannya. Kala itu bangsa Yahudi tidak menjadikan Yerusalem sebagai kota sucinya. Bangsa Filistin merupakan bangsa asli dari tanah Palestina. Jadi klaim Yahudi jika Yerusalem atau Tanah Palestina merupakan tanah suci mereka maka itu adalah klaim palsu. Semua paparan sejarah ini bisa dibaca di banyak buku, di antaranya silakan baca buku “Rahasia di Balik Penggalian Al-Aqsha: Mitos Haikal Sulaiman, Tabut Yang Hilang, dan Penantian Kedatangan Juru Selamat Yahudi” (Abu Aiman, 2007).

Pertanyaan pertama, apakah benda itu punya kekuatan dahsyat? Saya tidak percaya. Benda itu bahkan menjadi bahan olok-olok Yahudi Hollywood, karena di dalam film “Indiana Jones: The Crystal of Skulls” yang merupakan seri terbaru dari serial Indiana Jones yang diperankan aktor Zionis-Yahudi Harrison Ford, Tabut Perjanjian tersebut sempat diperlihatkan berada di dalam peti yang terbuka di satu gudang di dalam area militer di Gurun Nevada (Area 51?).

Dan soal pertanyaan kedua, Templar memang melakukan penggalian di bawah kompleks Masjidil Aqsha untuk menemukan harta karun tersebut (Knight dan Lomas, dua peneliti Inggris tentang Templar menemukan sisa-sisa penggalian beserta alat-alat eskavasi Templar di bawah komples Masjidil Aqsha. Mereka berdua yakin jika sejak jatuhnya Yerusalem ke tangan pasukan salib tahun 1099, Ordo Sion dan kemudian Templar telah melakukan penelitian dan penggalian di lokasi tersebut. Hasil penelitian mereka berdua ditulis dalam buku “The Hiram Key”).

Kaum Yahudi memang yakin benda-benda tersebut masih berada di bawah kompleks Masjid Al Aqsha. Sejak tahun 1099 mereka menggali pondasi Masjidil Aqsha dan hal itu terus dilakukan hingga hari ini(!), namun benda yang dicari tidak ada juga. Lebih sembilan abad menggali namun benda yang dicari tidak ada juga. Saya yakin jika alasan mereka untuk mencari benda-benda itu dusta belaka. Mereka sesungguhnya ingin merubuhkan Masjidil Aqsha dan menggantinya dengan pembangunan kuil ketiga mereka di atas reruntuhan pondasi Masjidil Aqsha yang telah hancur. Sebab itu menjadi kewajiban, fardhu’ain bagi kaum Muslim seluruh dunia untuk melawan Zionis-Yahudi, termasuk melawan seluruh sekutunya seperti halnya kaum Neo-Liberal dan semua pendukungnya. Wallahu’alam bishawab. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Cara Iblis Menyesatkan Manusia Buat Kali Terakhir Ketika Sakaratul Maut.

Cara Iblis Menyesatkan Manusia Buat Kali Terakhir Ketika Sakaratul Maut.

Kematian akan menghadang setiap manusia. Proses tercabutnya nyawa manusia akan diawali dengan detik-detik menegangkan lagi menyakitkan. Peristiwa ini dikenal sebagai sakaratul maut.berikut adalah 7 cara iblis menggoda dan menggangu ummat islam saat menghadapi sakarotul maut

1. Iblis yang datang pada golongan pertama ini menggoda manusia yang pada saat hidupnya sangat rakus dan tamak, maka iblis itu akan menyerupai emas perak, berlian dan macam-macam perhiasan, tapi kadang-kadang pula berupa makanan dan minuman yang lazat dan bila manusia itu mati dalam keadaan setelah godaan ini, iaitu lalai, lupa kepada Allah SWT maka mati dalam keadaan ini adalah mati dalam keadaan fasik dan munafik, nerakalah tempatnya.

2. Pada golongan kedua ini, Iblis akan merubah dirinya menjadi binatang yang ditakuti orang yang akan digodanya, dan apabila orang yang sakaratul maut itu memandang binatang tersebut maka diapun akan meraung dan melompat kerana takut, seketika itu juga putuslah roh dari badannya. Maka mati dalam keadaan ini adalah mati dalam keadaan fasik dan munafik, nerakalah tempatnya.

3. Golongan ini iblis akan menyerupai seperti binatang yang menjadi kesukaan orang yang sedang sakaratul maut, kalau orang yang akan mati itu menyukai burung maka iblis akan menyerupai burung dan apabila tangan orang yang akan mati itu meraba kepada binatang tersebut dan kemudian ia meninggal, maka ia mati dalam keadaan lalai dan lupa kepada Allah, nerakalah tempatnya.

4. Manusia yang mati dalam golongan keempat ini, iblis akan datang pada rupa orang yang paling dibencinya, maka orang yang akan sakaratul maut itu akan timbul rasa kebenciannya kepada orang yang dilihatnya itu dan berusaha membunuhnya, maka ia akan lalai dan lupa kepada Allah, dan nerakalah tempatnya .

5. Pada golongan kelima ini iblis akan datang menyerupai orang terdekatnya, misalnya orang tuanya yang membawakan makanan dan minuman. Orang yang sedang sakaratul maut itu kebetulan dalam keadaan haus dan lapar, lalu ia pun mengambil makanan dan minuman yang dibawa orang tuanya itu yang tak lain adalah jelmaan iblis, dengan rayuannya iblis berkata: wahai anaku, inilah makanan dan minuman yang kami bawakan untukmu ambillah bekal ini dan berjanjilah engkau akan mengikuti kami dengan menyembah tuhan yang kami sembah, supaya kita tidak bercerai berai sekarang marilah kita menuju syurga. Dan diapun mengikuti rayuan iblis tersebut tanpa berfikir lagi dan jika pada masa itu ia mati, maka matilah ia dalam keadaan kafir. Dan kekallah ia di dalam neraka.

6. Pada golongan keenam ini iblis akan menyerupai seorang ulama yang dikagumi kemudian ia berkata: wahai muridku lamalah sudah kami menunggumu rupanya kamu sedang sakit di sini. Oleh sebab itu kami bawakan padamu ubat dan tabib. Lalu diminumlah ubat itu oleh orang yang dalam sakaratul maut tersebut dan hilanglah rasa sakitnya. Selepas itu Iblis berkata: Tunggu, sebentar lagi dinding dan tirai akan terbuka untukmu. Dan ketika tirai dibuka maka terlihatlah suatu benda yang sangat besar, seolah-olah lebih besar dari langit dan bumi dan berkatalah Iblis, itulah Dzat Allah yang patut kita sembah. Dan berkatalah orang itu, wahai guruku, bukankah ini benda yang sangat besar, tapi benda ini mempunyai enam sudut, iaitu kiri dan kanannya. Serta depan dan belakang. Sekarang apakah benda ini yang patut aku sembah? Dalam keraguan dan kekaguman itu maka datanglah malaikat maut mencabut nyawanya, maka matilah orang itu dalam keadaan kafir. Dan ia akan kekal di dalam neraka.

7. Rombongan iblis yang ketujuh ini terdiri dari 72 barisan. Hal ini sesuai dengan hadith Rasulullah bahawa umat beliau akan terbahagi menjadi 73 golongan. Dan hanya satu golongan saja yang diterima Allah, dan 72 nya tidak diterima Allah. Maka iblis dengan 72 barisannya ini agan mengganggu dengan pelbagai cara.

Oleh kerana itu hendaklah kita mengajarkan orang yang akan meninggal dengan kalimat “LAA ILA HA ILLALLAH” demi menyelamatkan orang yang kita sayangi menghadapi sakaratul maut agar terhindar dari gangguan iblis.

Hal ini sesuai dengan hadits, “Ajarkan olehmu (orang yang masih hidup) kepada orang yang hampir meninggal, laa ilaaha illa Allah.”
Demikianlah kumpulan iblis yang akan mengganggu manusia ketika sakaratul maut, dan ingatlah iblis hanya boleh mengganggu orang yang lemah imannya, maka bertawakallah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa.
Sebagaimana firman Allah:

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu mengikuti langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (Qs. Al-Baqarah 2: 208).

Gambar Istana Dajjal yang Sudah Siap Dibina di Jabbal Habshi ..Ya Allah Tolongla kami Melawan Dajjal!

Gambar Istana Dajjal yang Sudah Siap Dibina di Jabbal Habshi ..Ya Allah Tolongla kami Melawan Dajjal!

Inilah Istana Dajjal sedang dlm pembinaan di Jabal Habshi.. Menurut alim ulama Mesir, may be dajal will be appear from this place which is out of Haram range in Madina…

Dari Jabir bin Abdullah, Rasulullah SAW bersabda:“Bumi yang paling baik adalah Madinah….

Pada waktu datangnya Dajjal nanti ia dikawal oleh malaikat. Dajjal tidak sanggup memasuki Madinah. Pada waktu datangnya Dajjal (di luar Madinah),kota Madinah bergegar tiga kali.

Orang-orang munafik yang ada di Madinah (lelaki atau perempuan) bagaikan cacing kepanasan kemudian mereka keluar meninggalkan Madinah.Kaum wanita adalah yang paling banyak lari ketika itu.

Itulah yang dikatakan hari pembersihan.Madinah membersihkan kotorannya seperti tukang besi membersihkan karat-karat besi”. (Hadis Riwayat Muslim)

Dari Abdullah ibn Shafeeq, daripada Muhjin ibn Adraa, Rasulullah SAW bersabda kepada orang ramai;”Hari Pembebasan, Hari pembebasan, Hari Pembebasan!” dan mengulanginya tiga kali. Baginda SAW ditanya oleh seorang sahabat,”Apakah Hari Pembebasan?”.

Baginda SAW menjawab:”Dajjal (penipu pada akhir zaman), Dajjal akan datang, memanjat dan menetap di atas Jabal Habshi, melihat ke arah Madinah dan bertanya kepada para pengikutnya; Adakah anda melihat Istana Putih itu?.itulah Masjid Muhammad.

Kemudian Dajjal akan cuba mendekati kota Madinah dan mencari jalan di setiap sudut tetapi malaikat menghalalangnya dengan pedang dan Dajjal akan sampai ke tanah lapang Al Jurf dan membuat kem.

Madinah akan bergegar sebanyak 3 kali dan akan ada orang munafik lelaki atau wanita keluar untuk menyertai Dajjal,ini adalah hari pembersihan”. (Hadis Sahih Shawahid oleh Sheikh Mustafa al ‘Adawi dalam Sahih al Musnad, Hadis al Fitan (Jilid: 1991, m/s: 496).

Dari Abu Darda r.a.,Rasulullah SAW bersabda,”Jika sesiapa belajar dengan ‘mata hati’ dalam 10 ayat pertama Surah Al-Kahf, dia akan terlindung dari fitnah Dajjal”.(Hadis Riwayat Muslim)

Adakah kita telah siap sedia berhadapan dengan al Masih ad Dajjal?. Segala kelengkapan untuk Dajjal telah dipersiapkan oleh pengikutnya dan terbukti berdasarkan hadis-hadis berkaitan…..

Akan tetapi harus diingat bahawa Dajjal tidak akan datang kepada setiap orang manusia dan di setiap penjuru muka bumi ini dengan memperlihatkan dirinya yang ‘bermata satu’ (luaran) untuk membuktikan dan juga menyesatkan manusia tetapi cukup sekadar menciptakan satu sistem kehidupan yang mana manusia dipersembahkan dalam pelbagai aspek duniawi yang sibuk,penuh nikmat,keselesaan,tidak bertuhan dan jauh dari pegangan mahu pun petunjuk al Quran dan as Sunnah agar umat Islam sentiasa lalai dan menjauhkan diri dari beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT sehinggakan dalam diam ia membutakan ‘mata hati’ di dalam diri kita….

Inilah sebahagian fitnah al Masih ad Dajjal..Adakah kita Sedar?,Masih Lalai?,Sibuk dengan duniawi? Wallahu a’lam.. KREDIT ZAKRI ALI….

Inilah 2 Perang yang Kita akan Hadapi Tidak Lama Lagi, betul-betul Sebelum Hari Kiamat !!

Inilah 2 Perang yang Kita akan Hadapi Tidak Lama Lagi, betul-betul Sebelum Hari Kiamat !!

Gejolak perang yang terjadi di dunia menimbulkan keprihatinan yang mendalam. Sebagian besar negara yang berkonflik ini adalah negara majoriti muslim karena permasalahan agama berpanjangan.

Jika dunia mengklaim sudah terjadi perang dunia pertama dan kedua, maka masih ada perang yang lebih dasyat yang akan dialami umat berdasarkan nubuat akhir zaman. Yang menarik adalah beberapa negara yang berperang saat ini disebut-sebut dalam nubuat (ramalan) tersebut.

Perang ini akan menandai kemunculan Dajjal, sosok eskatologi Islam yang dilaknat Allah dan akan muncul pada akhir zaman. Berdasarkan hadist Nabi Muhammad SAW, Akhir dari perang tersebut menjadi awal dari kehidupan manusia yang kekal, yakni kiamat. Apa saja perang tersebut? Berikut ringkasannya.

Urutan perang ini lengkap dijelaskan dalam Hadist Nabi Muhammad SAW. Nantinya pada akhir zaman manusia akan mengalami dua perang besar yakni perang al-Malhamah kubra dan perang perang Armageddon. Dua perang ini akan terjadi beruntung yang puncaknya adalah kemunculan Dajjal.

1. Al-Malhamah Kubra

Perang al-Malhamah kubra merupakan perang besar pertama yang terjadi setelah peperangan beruntun yang terjadi sebelumnya. Pada perang ini pasukan kaum muslim akan melawan kaum Rum. Namun sebelum menakhlukan Ruum kaum muslim akan memerangi jazirah Arab dan Persia. Kejayaan persia pada masa lalu memang tinggal sejarah namun kini berubah nama menjadi Iran.

“Kalian akan perangi jazirah Arab sehingga Allah menangkan kalian atasnya. Kemudian (kalian perangi) Persia sehingga Allah menangkan kalian atasnya. Kemudian kalian perangi Ruum sehingga Allah menangkan kalian atasnya. Kemudian kalian perangi Dajjal sehingga Allah menangkan kalian atasnya.” (HR Muslim).

Dalam hadist lain Rasulullah SAW juga bercerita tentang bagaimana kehancuran ini terjadi. Bahwa perang Al-malmah kubra akan terjadi sebelum pembukaan kota Konstantinopel atau Turki saat ini, setelah Konstantinopel maka akan keluar Dajjal yang menjadi awal perang kedua yang lebih dasyat.

“Makmurnya Baitul Maqdis adalah tanda kehancuran kota Madinah, hancurnya kota Madinah adalah tanda terjadinya peperangan besar (Al-malmah kubra), terjadinya peperangan besar adalah tanda dari pembukaan kota Konstantinopel, & pembukaan kota Konstantinopel adalah tanda keluarnya Dajjal. Kemudian beliau menepuk-nepuk paha orang yg beliau ceritakan tentang hadits tersebut, atau dalam riwayat lain, ‘pundaknya’. Kemudian bersabda: Semua ini adalah sesuatu yg benar, sebagaimana engkau -Mu’adz bin Jabal- sekarang berada di sini adalah sesuatu yg benar”. (HR. Abu Daud)

Lantas siapakah kaum Ruum yang dimaksud? Adapun Ruum yang dimaksud dalam hadist adalah Romawi timur yang pusat pemerintahannya dahulu berada di konstantinopel. Dahulu setelah Romawi Timur runtuh pusat pemerintahan berpindah ke Tsar Rusia. Tsar adalah asal kata dari kaisar yang mengadopsi sistem kekaisaran romawi Timur. Di dalam wikipedia dijelaskan Setelah kota konstantinopel direbut oleh kaum muslimin maka kekaisaran Byzantine beralih ke Rusia. Peran kaisar sebagai pelindung Ortodoks timur diklaim oleh Ivan III, Adi Pati Agung Mokswa. Ia telah menikah Saudara Andreas , Shopia Paleologue. Cucunya Ivan IV akan menjadi Tsar Rusia yang pertama. Tsar adalah istilah dulu yang digunakan bangsa Slavia untuk kekaisaran Byzantine.

Penerus-penerus mereka mendukung gagasan bahwa moskwa adalah penerus kekaisaran Byzantine yang berpusat di Konstantinopel. Gagasan Kekaisaran Rusia adalah sebagai kekaisaran Rum itu tetap hidup hiingga meletusnya revolusi Rusia tahun 1917 M. Setelah berdirinya Uni soviet kekaisaran Rum runtuh dan digantikan dengan sistem komunis, akan tetapi setelah uni Soviet runtuh kekaisaran Rum dilanjutkan kembali oleh negara Rusia modern sekarang ini.

Maka jelas bahwa Rum yang dijelaskan dalam hadist ini adalah Rusia saat ini. Saat ini sikap Rusia adalah sebagai penentang zionis Dajjal namun mereka masih bersekutu dengan Iran. Namun pada masa Al Mahdi nanti, Rusia akan meninggalkan sekutunya dan berdamai dengan kaum muslim, sedangkan Iran akan bersekutu dengan zionis Dajjal.

“Kamu akan berdamai dengan Rum dalam keadaan aman, kemudian kamu dan mereka akan memerangi suatu musuh. Dan kamu akan mendapatkan kemenangan serta harta rampasan perang dengan selamat. Kemudian kamu berangkat sehingga sampai ke sebuah padang rumput yang luas dan berbukit-bukit. Maka seorang laki-laki dari kaum salib mengangkat tanda salib seraya berkata, ‘Salib telah menang’. Maka marahlah seorang laki-laki dari kaum Muslimin kepadanya, lalu ia mendorongnya dan jatuh (meninggal). Pada waktu itu orang-orang Rum berkhianat, dan mereka berkumpul untuk memerangi kamu di bawah 80 bendera, dimana tiap-tiap bendera terdapat 12 ribu tentara.”(HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah). Sementara itu tentang perdamaian dengan Rum pada masa al-Mahdi dijelaskan oleh Imam as Sayuti, Abu Nua’im meriwayatkan dari Abi Umamah katanya, Rasulullah SAW bersabda,

“Di antara kamu dan orang-orang Rum akan berlaku 4 kali perdamaian. Pada kali keempatnya berlaku di tangan salah seorang daripada keluarga Hiraqlu. Perjanjian itu berterusan selama 7 tahun”. Ada seorang sahabat bertanya Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah! Siapakah Imam orang ramai (orang Islam) pada hari itu?” Rasulullah SAW menjawab, “Al Mahdi daripada anak cucuku. Dia berumur 40 tahun, mukanya bagai bintang yang bersinar-sinar, di pipi sebelah kanannya terdapat tahi lalat hitam, dia memakai dua jubah Qatwaniyyah bagaikan pemuda Bani Israel. Dia mengeluarkan gedung-gedung dan menaklukan negeri-negeri syirik”.

Berdasarkan Hadist Riwayat Abu Daud, nantinya perang al-malhamah kubra akan berpusat di Syam yang kini berubah nama menjadi Suriah. Seperti diketahui di Suriah kini sedang terjadi perang besar yang menyebabkan banyak kaum muslim mengungsi ke berbagai negara dan menderita berkepanjangan.

“Sungguh Rum benar-benar akan memasuki Syam (Suriah) selama empat puluh hari tidak ada yang selamat selain Damaskus dan Amman” (HR Abu Daud)

Setelah Rum di taklukkan kemudian kaum muslimin menaklukkan Turki tanpa peperangan. Setelah Turki ditaklukkan maka keluarlah Dajjal.

2. Perang Armageddon

Setelah berhasil memenangkan perang al-Malhamah kubra maka ini menjadi awal peperangan puncak yakni melawan laknatullah Dajjal. Perang besar ini disebut dengan perang Armageddon yang berpusat di bukit Mageddon, Palestina. Perang ini dalam hadist Rasulullah disebut juga dengan perang Gog Magog (Ya’juj dan Majuj).

Sebenarnya istilah Armageddon berasal dari bahasa Yunani dan oleh kalangan orang Barat sebagai dalam pembahasan tentang hari akhir dunia. Sementara dalam beberapa manuskrip yang tersimpan di Timur Tengah, Islam menyebutnya dengan istilah al-Majidun ‘kemuliaan’ yaitu “Perang Kemuliaan”.

Perang maha dasayat ini berjalan dalam jangka waktu yang panjang. Sehingga menyeret seluruh negara di dunia. Nantinya dunia akan terbagi menjadi dua poros yakni kaum muslim yang dipimpin oleh Al Mahdi dan kaum kafir yang dipimpin Dajjal.

Lalu di tengah huru hara yang tercipta Allah SWT menurunkan pertolongan yakni di kedatangan Nabi Isa as. Putra Maryam. Isa akan turun di menara putih di timur Damaskus ketika menjelang fajar. Kemudian Isa masuk ke markas kaum muslimin dan ikut dalam barisan shalat subuh. Setelah itu ia bersama Al-Mahdi akan memimpin kaum muslimin menyerbu seluruh markas kaum kafir, bahkan berhasil membunuh Dajjal dan seluruh orang kafir. Hal ini dijelaskan dalam Zakharia (89/13).

“Bahawa sebahagian besar bangsa Yahudi akan mati dalam perang Armageddon dan dua pertiga dari mereka akan musnah. Sedangkan dalam kitab Zagiyal (12/39) disebutkan : ”Akan berlangsung tujuh bulan sehingga rumah Israel berhasil mengubur mereka (orang-orang mereka yang terbunuh) sebelum membersihkan bumi”.

Wallahualam. Namun persiapan untuk perang yang dasyat ini memang sudah terasa. Jika pembaca memiliki referensi yang lebih lengkap bisa menambahkannya di kolom komentar. Terimakasih sudah membaca.

Komen Paklong

http://www.infoyunik.com/2015/11/inilah-dua-perang-besar-yang-akan.html

Artikel ini diambil dari blog di atas.
Sebelum ni kita faham Rum tu orang US, ni dia cakap Rum tu orang Russia pulak dah, cakap la apa pun, yang penting kita percaya hadis nabi, yang mengatakan kita akan bersatu dengan KRISTIAN menewaskan Komunis. Mungkin Islam akan bersatu dengan US dan Russia serentak, siapa yang tahu masa depan kan, dah depa tu 2 2 kristian.

Apa pun percanggahan dari pencipta teori akhir zaman, ketahuilah satu saja perkara yang paling penting, iaitu dunia kita sudah dekat sangat dah dengan hujungnya. 🙁

Kenali Tanda Seseorang Itu Wali Allah di Atas Muka Bumi ini! Mungkin Boleh Jadi Sahabat Anda Sendiri!

Kenali Tanda Seseorang Itu Wali Allah di Atas Muka Bumi ini! Mungkin Boleh Jadi Sahabat Anda Sendiri!

1. Jika melihat mereka, akan mengingatkan kita kepada Allah swt.

Dari Amru Ibnul Jammuh, katanya:
“Ia pernah mendengar Rasulullah saw bersabda: “Allah berfirman: “Sesungguhnya hamba-hambaKu, wali-waliKu adalah orang-orang yang Aku sayangi. Mereka selalu mengingatiKu dan Akupun mengingai mereka.”
Dari Said ra, ia berkata:
“Ketika Rasulullah saw ditanya: “Siapa wali-wali Allah?” Maka beliau bersabda: “Wali-wali Allah adalah orang-orang yang jika dilihat dapat mengingatkan kita kepada Allah.”

2. Jika mereka tiada, tidak pernah orang mencarinya.

Dari Abdullah Ibnu Umar Ibnu Khattab, katanya:
10 Hadis riwayat Abu Daud dalam Sunannya dan Abu Nu’aim dalam Hilya jilid I hal. 6
Hadis riwayat Ibnu Abi Dunya di dalam kitab Auliya’ dan Abu Nu’aim di dalam Al Hilya Jilid I hal 6).

“Pada suatu kali Umar mendatangi tempat Mu’adz ibnu Jabal ra, kebetulan ia sedang menangis, maka Umar berkata: “Apa yang menyebabkan engkau menangis, wahai Mu’adz?” Kata Mu’adz: “Aku pernah mendengar Rasulullah saw bersabda: “Orang-orang yang paling dicintai Allah adalah mereka yang bertakwa yang suka menyembunyikan diri, jika mereka tidak ada, maka tidak ada yang mencarinya, dan jika mereka hadir, maka mereka tidak dikenal. Mereka adalah para imam petunjuk dan para pelita ilmu.”

3. Mereka bertakwa kepada Allah.

Allah swt berfirman:
“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhuwatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati Mereka itu adalah orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertaqwa.. Dan bagi mereka diberi berita gembira di dalam kehidupan dunia dan akhirat”13
Abul Hasan As Sadzili pernah berkata: “Tanda-tanda kewalian seseorang adalah redha dengan qadha, sabar dengan cubaan, bertawakkal dan kembali kepada Allah ketika ditimpa bencana.”

4. Mereka saling menyayangi dengan sesamanya.

Dari Umar Ibnul Khattab ra berkata:
Hadis riwayat Nasa’i, Al Bazzar dan Abu Nu’aim di dalam Al Hilyah jilid I hal. 6
Surah Yunus: 62 – 64
Hadisriwayat. Al Mafakhiril ‘Aliyah hal 104
“Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya sebahagian hamba Allah ada orang-orang yang tidak tergolong dalam golongan para nabi dan para syahid, tetapi kedua golongan ini ingin mendapatkan kedudukan seperti kedudukan mereka di sisi Allah.”

Tanya seorang: “Wahai Rasulullah, siapakah mereka dan apa amal-amal mereka?” Sabda beliau: “Mereka adalah orang-orang yang saling kasih sayang dengan sesamanya, meskipun tidak ada hubungan darah maupun harta di antara mereka. Demi Allah, wajah mereka memancarkan cahaya, mereka berada di atas mimbar-mimbar dari cahaya, mereka tidak akan takut dan susah.” Kemudian Rasulullah saw membacakan firman Allah yang artinya: “Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati.”

5. Mereka selalu sabar, wara’ dan berbudi pekerti yang baik.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra bahwa”Rasulullah saw bersabda:
Hadis riwayat Abu Nu’aim dalam kitab Al Hilya jilid I, hal 5
“Ada tiga sifat yang jika dimiliki oleh seorang, maka ia akan menjadi wali Allah, iaitu: pandai mengendalikan perasaannya di saat marah, wara’ dan berbudi luhur kepada orang lain.”
Rasulullah saw bersabda: “Wahai Abu Hurairah, berjalanlah engkau seperti segolongan orang yang tidak takut ketika manusia ketakutan di hari kiamat. Mereka tidak takut siksa api neraka ketika manusia takut.

Mereka menempuh perjalanan yang berat sampai mereka menempati tingkatan para nabi. Mereka suka berlapar, berpakaian sederhana dan haus, meskipun mereka mampu. Mereka lakukan semua itu demi untuk mendapatkan redha Allah. Mereka tinggalkan rezeki yang halal kerana akan amanahnya. Mereka bersahabat dengan dunia hanya dengan badan mereka, tetapi mereka tidak tertipu oleh dunia.

Ibadah mereka menjadikan para malaikat dan para nabi sangat kagum. Sungguh amat beruntung mereka, alangkah senangnya jika aku dapat bertemu dengan mereka.” Kemudian Rasulullah saw menangis kerana rindu kepada mereka. Dan beliau bersabda: “Jika Allah hendak menyiksa penduduk bumi, kemudian Dia melihat mereka, maka Allah akan menjauhkan siksaNya. Wahai Abu Hurairah, hendaknya engkau menempuh jalan mereka, sebab siapapun yang menyimpang dari penjalanan mereka, maka ia akan mendapati siksa yang berat.”

6. Mereka selalu terhindar ketika ada bencana.

Dari Ibnu Umar ra, katanya:
“Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya Allah mempunyai hamba-hamba yang diberi makan dengan rahmatNya dan diberi hidup dalam afiyahNya, jika Allah mematikan mereka, maka mereka akan dimasukkan ke dalam syurgaNya. Segala bencana yang tiba akan lenyap secepatnya di hadapan mereka, seperti lewatnya malam hari di hadapan mereka, dan mereka tidak terkena sedikitpun oleh bencana yang datang.”
Rujukan:-
Hadis riwayat Ibnu Abi Dunya di dalam kitab Al Auliya’
Hadis riwayat Abu Hu’aim dalam kitab Al Hilya
Hadis riwayat Abu Nu’aim dalam kitab Al Hilya jilid I hal 6

7. Hati mereka selalu terkait kepada Allah.

Imam Ali Bin Abi Thalib berkata kepada Kumail An Nakha’i: “Bumi ini tidak akan kosong dari hamba-hamba Allah yang menegakkan agama Allah dengan penuh keberanian dan keikhlasan, sehingga agama Allah tidak akan punah dari peredarannya. . Akan tetapi, berapakah jumlah mereka dan dimanakah mereka berada? Kiranya hanya Allah yang mengetahui tentang mereka.

Demi Allah, jumlah mereka tidak banyak, tetapi nilai mereka di sisi Allah sangat mulia. Dengan mereka, Allah menjaga agamaNya dan syariatNya, sampai dapat diterima oleh orang-orang seperti mereka. Mereka menyebarkan ilmu dan ruh keyakinan. Mereka tidak suka kemewahan, mereka senang dengan kesederhanaan. Meskipun tubuh mereka berada di dunia, tetapi rohaninya membumbung ke alam malakut. Mereka adalah khalifah-khalifah Allah di muka bumi dan para da’i kepada agamaNya yang lurus. Sungguh, betapa rindunya aku kepada mereka.”

8. Mereka senang bermunajat di akhir malam.

Imam Ghazali menyebutkan: “Allah pernah memberi ilham kepada para siddiq: “Sesungguhnya ada hamba-hambaKu yang mencintaiKu dan selalu merindukan Aku dan Akupun demikian. Mereka suka mengingatiKu dan memandangKu dan Akupun demikian. Jika engkau menempuh jalan mereka, maka Aku mencintaimu. Sebaliknya, jika engkau berpaling dari jalan mereka, maka Aku murka kepadamu. ”

Tanya seorang siddiq: “Ya Allah, apa tanda-tanda mereka?” Firman Allah: “Di siang hari mereka selalu menaungi diri mereka, seperti seorang pengembala yang menaungi kambingnya dengan penuh kasih sayang, mereka merindukan terbenamnya matahari, seperti burung merindukan sarangnya. Jika malam hari telah tiba tempat tidur telah diisi oleh orang-orang yang tidur dan setiap kekasih telah bercinta dengan kekasihnya, maka mereka berdiri tegak dalam solatnya. Mereka merendahkan dahi-dahi mereka ketika bersujud, mereka bermunajat, menjerit, menangis, mengadu dan memohon kepadaKu. Mereka berdiri, duduk, ruku’, sujud untukKu. Mereka rindu dengan kasih sayangKu.

Mereka Aku beri tiga kurniaan: Pertama, mereka Aku beri cahayaKu di dalam hati mereka, sehingga mereka dapat menyampaikan ajaranKu kepada manusia. Kedua, andaikata langit dan bumi dan seluruh isinya ditimbang dengan mereka, maka mereka lebih unggul dari keduanya. Ketiga, Aku hadapkan wajahKu kepada mereka. Kiranya engkau akan tahu, apa yang akan Aku berikan kepada mereka?”
Rujukan:-
Nahjul Balaghah hal 595 dan Al Hilya jilid 1 hal.. 80
Ihya’ Ulumuddin jilid IV hal 324 dan Jilid I hal 358

9. Mereka suka menangis dan mengingat Allah.

‘Iyadz ibnu Ghanam menuturkan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah saw bersabda: “Malaikat memberitahu kepadaku: “Sebaik-baik umatku berada di tingkatan-tingkatan tinggi. Mereka suka tertawa secara terang, jika mendapat nikmat dan rahmat dari Allah, tetapi mereka suka menangis secara rahsia, kerana mereka takut mendapat siksa dari Allah. Mereka suka mengingat Tuhannya di waktu pagi dan petang di rumah-rumah Tuhannya.

Mereka suka berdoa dengan penuh harapan dan ketakutan. Mereka suka memohon dengan tangan mereka ke atas dan ke bawah. Hati mereka selalu merindukan Allah. Mereka suka memberi perhatian kepada manusia, meskipun mereka tidak dipedulikan orang. Mereka berjalan di muka bumi dengan rendah hati, tidak congkak, tidak bersikap bodoh dan selalu berjalan dengan tenang. Mereka suka berpakaian sederhana. Mereka suka mengikuti nasihat dan petunjuk Al Qur’an. Mereka suka membaca Al Qur’an dan suka berkorban. Allah suka memandangi mereka dengan kasih sayangNya.

Mereka suka membahagikan nikmat Allah kepada sesama mereka dan suka memikirkan negeri-negeri yang lain. Jasad mereka di bumi, tapi pandangan mereka ke atas. Kaki mereka di tanah, tetapi hati mereka di langit. Jiwa mereka di bumi, tetapi hati mereka di Arsy. Roh mereka di dunia, tetapi akal mereka di akhirat. Mereka hanya memikirkan kesenangan akhirat. Dunia dinilai sebagai kubur bagi mereka. Kubur mereka di dunia, tetapi kedudukan mereka di sisi Allah sangat tinggi. Kemudian beliau menyebutkan firman Allah yang artinya: “Kedudukan yang setinggi itu adalah untuk orang-orang yang takut kepada hadiratKu dan yang takut kepada ancamanKu.”

10. Jika mereka berkeinginan, maka Allah memenuhinya.

Dari Anas ibnu Malik ra berkata: “Rasul saw bersabda: “Berapa banyak manusia lemah dan dekil yang selalu dihina orang, tetapi jika ia berkeinginan, maka Allah memenuhinya, dan Al Barra’ ibnu Malik, salah seorang di antara mereka.”
Ketika Barra’ memerangi kaum musyrikin, para sahabat: berkata: “Wahai Barra’, sesungguhnya Rasulullah saw pernah bersabda: “Andaikata Barra’ berdoa, pasti akan terkabul. Oleh kerana itu, berdoalah untuk kami.” Maka Barra’ berdoa, sehingga kami diberi kemenangan.
Di medan peperangan Sus, Barra’ berdo’a: “Ya Allah, aku mohon, berilah kemenangan kaum Muslimin dan temukanlah aku dengan NabiMu.” Maka kaum Muslimin diberi kemenangan dan Barra’ gugur sebagai syahid.
Rujukan:-
Hadis riwayat Abu Nu’aim dalam Hilya jilid I, hal 16

11. Keyakinan mereka dapat menggoncangkan gunung.

Abdullah ibnu Mas’ud pernah menuturkan:
“Pada suatu waktu ia pernah membaca firman Allah: “Afahasibtum annamaa khalaqnakum ‘abathan”, pada telinga seorang yang pengsan. Maka dengan izin Allah, orang itu segera sedar, sehingga Rasuulllah saw bertanya kepadanya: “Apa yang engkau baca di telinga orang itu?” Kata Abdullah: “Aku tadi membaca firman Allah: “Afahasibtum annamaa khalaqnakum ‘abathan” sampai akhir surah.” Maka Rasul saw bersabda: “Andaikata seseorang yakin kemujarabannya dan ia membacakannya kepada suatu gunung, pasti gunung itu akan hancur.”
– Hadis riwayat Abu Nu’aim dalam Al Hilya jilid I hal 7

PEMBAHAGIAN WALI-WALI ALLAH

1. Al-Aqtab

Al Aqtab berasal dari kata tunggal Al Qutub yang mempunyai erti penghulu. Dari sini dapat kita simpulkan bahwa Al Aqtab adalah darjat kewalian yang tertinggi. Jumlah wali yang mempunyai darjat tersebut hanya terbatas seorang saja untuk setiap masanya. Seperti Abu Yazid Al Busthami dan Ahmad Ibnu Harun Rasyid Assity. Di antara mereka ada yang mempunyai kedudukan di bidang pemerintahan, meskipun tingkatan taqarrubnya juga mencapai darjat tinggi, seperti para Khulafa’ur Rasyidin, Al Hasan Ibnu Ali, Muawiyah Ibnu Yazid, Umar Ibnu Abdul Aziz dan Al Mutawakkil.

2. Al-A immah

Al Aimmah berasal dari kata tunggal imam yang mempunyai erti pemimpin. Setiap masanya hanya ada dua orang saja yang dapat mencapai darjat Al Aimmah. Keistimewaannya, ada di antara mereka yang pandangannya hanya tertumpu ke alam malakut saja, ada pula yang pandangannya hanya tertumpu di alam malaikat saja.

3. Al-Autad

Al Autad berasal dari kata tunggal Al Watad yang mempunyai erti pasak. Yang memperoleh darjat Al Autad hanya ada empat orang saja setiap masanya. Kami menjumpai seorang di antara mereka dikota Fez di Morocco. Mereka tinggal di utara, di timur, di barat dan di selatan bumi, mereka bagaikan penjaga di setiap pelusuk bumi.

4. Al-Abdal

Al Abdal berasal dari kata Badal yang mempunyai erti menggantikan. Yang memperoleh darjat Al Abdal itu hanya ada tujuh orang dalam setiap masanya. Setiap wali Abdal ditugaskan oleh Allah swt untuk menjaga suatu wilayah di
bumi ini. Dikatakan di bumi ini mempunyai tujuh daerah. Setiap daerah dijaga oleh seorang wali Abdal. Jika wali Abdal itu meninggalkan tempatnya, maka ia akan digantikan oleh yang lain. Ada seorang yang bernama Abdul Majid Bin Salamah pernah bertanya pada seorang wali Abdal yang bernama Muaz Bin Asyrash, amalan apa yang dikerjakannya sampai ia menjadi wali Abdal? Jawab Muaz Bin Asyrash: “Para wali Abdal mendapatkan darjat tersebut dengan empat kebiasaan, yaitu sering lapar, gemar beribadah di malam hari, suka diam dan mengasingkan diri”.

5. An-Nuqaba’

An Nuqaba’ berasal dari kata tunggal Naqib yang mempunyai erti ketua suatu kaum. Jumlah wali Nuqaba’ dalam setiap masanya hanya ada dua belas orang. Wali Nuqaba’ itu diberi karamah mengerti sedalam-dalamnya tentang hukum-hukum syariat. Dan mereka juga diberi pengetahuan tentang rahsia yang tersembunyi di hati seseorang. Selanjutnya mereka pun mampu untuk meramal tentang watak dan nasib seorang melalui bekas jejak kaki seseorang yang ada di tanah. Sebenarnya hal ini tidaklah aneh. Kalau ahli jejak dari Mesir mampu mengungkap rahsia seorang setelah melihat bekas jejaknya. Apakah Allah tidak mampu membuka rahsia seseorang kepada seorang waliNya?

6. An-Nujaba’

An Nujaba’ berasal dari kata tunggal Najib yang mempunyai erti bangsa yang mulia. Wali Nujaba’ pada umumnya selalu disukai orang. Dimana sahaja mereka mendapatkan sambutan orang ramai. Kebanyakan para wali tingkatan ini tidak merasakan diri mereka adalah para wali Allah. Yang dapat mengetahui bahawa mereka adalah wali Allah hanyalah seorang wali yang lebih tinggi darjatnya. Setiap zaman jumlah mereka hanya tidak lebih dari lapan orang.

7. Al-Hawariyun

Al Hawariyun berasal dari kata tunggal Hawariy yang mempunyai erti penolong. Jumlah wali Hawariy ini hanya ada satu orang sahaja di setiap zamannya. Jika seorang wali Hawariy meninggal, maka kedudukannya akan di-ganti orang lain. Di zaman Nabi hanya sahabat Zubair Bin Awwam saja yang mendapatkan darjat wali Hawariy seperti yang dikatakan oleh sabda Nabi:
“Setiap Nabi mempunyai Hawariy. Hawariyku adalah Zubair ibnul Awwam”.

Walaupun pada waktu itu Nabi mempunyai cukup banyak sahabat yang setia dan selalu berjuang di sisi beliau. Tetapi beliau saw berkata demikian, kerana beliau tahu hanya Zubair sahaja yang meraih darjat wali Hawariy. Kelebihan seorang wali Hawariy biasanya seorang yang berani dan pandai berhujjah.

“Rakyat Palestine adalah raksasa yang jahat dan mereka wajib dibunuh seperti binatang” Ketua Rabbi Yahudi

“Rakyat Palestine adalah raksasa yang jahat dan mereka wajib dibunuh seperti binatang” Ketua Rabbi Yahudi

Ketua Rabbi Safed dan Ahli Israel Chief Rabbinate Council Shmuel Eliyahu berkata: “Orang Palestin ialah binatang buas/raksasa dan membunuh mereka ialah satu kewajipan agama.”

Bercakap kepada TV Israel Channel 7, Eliyahu menambah: “Membunuh orang Palestin membuatkan kami [Orang Yahudi] lebih dekat kepada Tuhan.”

Dia mengatakan penyembelihan orang Palestin ialah satu “tugas agung dan melaksanakan ia sepenting menghormati Sabtu.”

Eliyahu “menyeru seluruh warga Israel untuk segera mengusahakan dan melaksanakan tugas ini.”

Pada Januari tahun ini, Eliyahu menyeru tentera Israel berhenti menahan orang Palestin, sebaliknya terus membunuh mereka di tempat kejadian.

Beberapa rabbi lain telah mengeluarkan seruan yang sama yakni seruan untuk membunuh orang Palestin, mereka menamakan tugas ini satu kewajipan agama.

______________________________________(MALAY/ENGLISH)__________________________________________

Chief Rabbi of Safed and Member of the Israeli Chief Rabbinate Council Shmuel Eliyahu said: “The Palestinians are monsters and killing them is a religious duty.”

Speaking to the Israeli TV Channel 7, Eliyahu added: “Slaughtering the Palestinians getting us [Jews] closer to God.”

He said that slaughtering the Palestinians is a “biblical duty and implementing it is as important as respecting Saturdays.”

Eliyahu called on the “state of Israel to work on carrying out this duty.”

In January this year, Eliyahu called for the Israeli army to stop arresting the Palestinians, but to execute them instead.

Several other rabbis have issued similar orders calling for killing the Palestinians, naming this a religious duty.

video:

sumber: DaysofPalestine

TERKINI: Mufti Saudi minta rakyat Palestin biarkan Masjid al-Aqsa untuk Yahudi

TERKINI: Mufti Saudi minta rakyat Palestin biarkan Masjid al-Aqsa untuk Yahudi

Permintaan seorang mufti Saudi agar rakyat Palestin membiarkan Masjid al-Aqsa untuk Yahudi telah menyebabkan kemarahan netizen di media-media sosial.Masjid al-AqsaPermintaan seorang mufti Saudi agar rakyat Palestin membiarkan Masjid al-Aqsa untuk Yahudi telah menyebabkan kemarahan netizen di media-media sosial.

Ahmad bin Said al-Qarni dalam sejumlah tweet-nya mendakwa bahawa kematian demi Masjid al-Aqsa bukan mati syahid.

“Apakah kehormatan darah muslimin Palestin lebih rendah dari Masjid al-Aqsa? Takutlah kepada Allah dan jangan sia-siakan darah orang awam. Siapa yang berkata bahawa kematian demi Masjid al-Aqsa adalah kesyahidan?” tulis al-Qarni dalam akaun twitter peribadinya.

“Orang-orang Yahudi tidak akan melepaskan Masjid al-Aqsa, sebab mereka ibarat musang yang memperoleh belalang. Selain itu, negara-negara Arab tidak akan pernah menghantar pasukan untuk membebaskan al-Quds. Yang dilakukan Hamas adalah kebinasaan dan Allah tidak pernah memerintahkan hal semacam ini,” tulisnya lagi

Selain itu, al-Qarni juga mendakwa tidak ada dalil dalam Al-Quran dan hadis yang memerintahkan untuk melawan musuh ketika tidak mempunyai jumlah yang kecil dan senjata.

“Masjid al-Aqsa adalah milik kita, bukan Yahudi. Tapi masjid ini akan kembali ke tangan kita ketika Allah memerintahkannya dan ketika kita mempunyai kereta kebal dan meriam, bukan cuma batu dan pisau,” tambahnya.

Para pengguna media sosial serentak mengkritik keras terhadap tulisan mufti Saudi ini.

Menurut laporan laman web watanserb.com, seorang netizen bernama Kamaludin Shidqi mengatakan kepada al-Qarni, “Apa pendapat anda tentang harta muslimin yang diserahkan raja anda kepada Trump untuk mengekalkan takhtanya?”

Seorang netizen lain bernama Fahd menulis, “Perang (melawan Israel) dianggap gagal hanya oleh kaum munafik. Tulisan-tulisan seperti ini tak lain hanya bertujuan untuk mengeratkan hubungan dengan Yahudi mengikut arahan Raja Salman.”

Di bawah terdapat beberapa gambar “screenshot” dari akaun twitter Ahmad bin Said alQarni.

 

Sumber: MediaAdil