Author: admin

‘Dalam syurga ada pesta seks’ – Kata ustaz muda ini!

‘Dalam syurga ada pesta seks’ – Kata ustaz muda ini!

JAKARTA – Kerana mulut badan binasa… Gara-gara terlepas cakap, seorang pendakwah muda popular Indonesia, Ustaz Syamsudin Nur Makka teruk dikritik masyarakat Islam sejak Sabtu lalu.

Ia susulan ayat diucapkannya menerusi program Islam Itu Indah disiarkan stesen televisyen tempatan Trans7 yang cukup terkenal di republik terbesar rantau Asia tenggara itu dengan rancangan berbentuk dakwah Islamiah.

Ustaz kacak berusia 25 tahun itu dilaporkan berkata: “”Salah satu nikmat yang ada dalam syurga adalah pesta seks,” sekali gus menyebabkan penonton di studio dan jutaan lagi yang menyaksikannya di rumah dilaporkan tercengang!

Beliau yang turut mesra disapa sebagai Ustaz Syam ketika itu menjelaskan mengenai kisah nikmat penghuni syurga dapat bebas melakukan hubungan seks sebagai ganjaran mengekang godaan zina sewaktu hidup di alam dunia fana.

Pernah digosipkan dengan Ria Ricis, adik aktres Ustazah Oki Setiana Dewi, Ustaz Syam pernah bertugas sebagai imam di beberapa buah masjid sebelum terkenal apabila menjadi pendakwah menerusi rancangan Islam Itu Indah.

“Minta maaf, kerana inilah yang kita tahan-tahan di dunia. Inilah yang kita tahan-tahan di dunia dan kenikmatan terbesar yang diberikan Allah SWT di syurga adalah pesta seks,” jelasnya sekali lagi sebagai pencerahan selanjutnya.

Mungkin niat hatinya adalah baik untuk mengajak penonton daripada gejala perzinaan, namun gaya penyampaian da’i muda itu dianggap seperti hina ajaran Islam sekali gus mengundang perasaan marah ramai netizen tempatan.

Tidak ingin memperbesarkan masalah, akhirnya Ustaz Syam segera menyiarkan permohonan maaf melalui video berdurasi 58 saat dimuat naik pada Isnin dan rakaman itu disebarkan pengguna Twitter bernama @AdellaWibawa.

“Sudah minta maaf jangan dibuli lagi teman2,” tulis kapsyen video itu. Ustaz Syam yang dilahirkan pada 1992 di Maros, Wilayah Sulawesi Selatan ini turut mengakui bahawa beliau pun masih lagi dalam proses pembelajaran.

Lucunya, ada juga netizen yang tetap tidak dapat menerima permohonan maaf tersebut dan bertegas mahu Ustaz Syam dihukum oleh pihak berkuasa Indonesia atas dakwaan penistaan agama pula. –

Sumber: Mynewshub

video pemohonan maaf terbuka Ustad Syamsudin:

Komen Paklong:

Kesian ustad, Paklong tak kata salah tak kata betul cuma lain kali ustad guna lah bahasa yang sesuai untuk kami semua yang kurang ilmu ni. Memang betul apa yang ustad cakap tapi tak ramai dalam kalangan kami yang ilmu setara ustad buatkan kami lambat ‘pickup’ dan seterusnya jadilah perkara macam ni. Apapun selamat berdakwah Ustad! 🙂

PERISTIWA HARI WAFATNYA PEMBAWA RAHMAT SEKALIAN ALAM, RASULULLAH ﷺ

PERISTIWA HARI WAFATNYA PEMBAWA RAHMAT SEKALIAN ALAM, RASULULLAH ﷺ

Rasulullah ﷺ kembali dari haji wada’ setelah Allah ﷻ menurunkan firman-Nya,

إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ. وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُونَ فِي دِينِ اللَّهِ أَفْوَاجًا. فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ ۚ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا.

“Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.” (QS:An-Nashr | Ayat: 1-3).

Setelah itu, Rasulullah ﷺ mulai mengucapkan kalimat dan melakukan sesuatu yang menyiratkan perpisahan. Beliau ﷺ bersabda pada haji wada’

لتأخذوا عني مناسككم لعلي لا ألقاكم بعد عامي هذا

“Pelajarilah dariku tata cara haji kalian, bisa jadi aku tidak berjumpa lagi dengan kalian setelah tahun ini.” (HR. al-Bukhari, 4430).

Kemudian di Madinah, beliau berziarah ke makam baqi’, mendoakan keluarganya. Juga menziarahi dan mendoakan syuhada Perang Uhud. Beliau juga berkhotbah di hadapan para sahabatnya, berucap pesan seorang yang hendak wafat kepada yang hidup.
Pada akhir bulan Shafar tahun 11 H, Nabi ﷺ mulai mengeluhkan sakit kepala. Beliau merasakan sakit yang berat. Sepanjang hari-hari sakitnya beliau banyak berwasiat, di antaranya:

Pertama: Beliau ﷺ mewasiatkan agar orang-orang musyrik dikeluarkan dari Jazirah Arab (HR. al-Bukhari, Fathul Bari, 8/132 No. 4431).

Kedua: Berpesan untuk berpegang teguh dengan Alquran.

Ketiga: Pasukan Usamah bin Zaid hendaknya tetap diberangkatkan memerangi Romawi.

Keempat: Berwasiat agar berbuat baik kepada orang-orang Anshar.

Kelima: Berwasiat agar menjaga shalat dan berbuat baik kepada para budak.

Beliau ﷺ mengecam dan melaknat orang-orang Yahudi yang menjadikan kuburan para nabi sebagai masjid. Lalu beliau melarang kubur beliau dijadikan berhala yang disembah.

Di antara pesan beliau ﷺ adalah agar orang-orang Yahudi dikeluarkan dari Jazirah Arab. Sebagaimana termaktub dalam Musnad Imam Ahmad, 1/195.

Beliau ﷺ berpesan kepada umatnya tentang dunia. Janganlah berlomba-lomba mengejar dunia. Agar dunia tidak membuat umatnya binasa sebagaiman umat-umat sebelumnya binasa karena dunia.

Dalam keadaan sakit berat, beliau tetap menjaga adab terhadap istri-istrinya, dan adil terhadap mereka. Nabi ﷺ meminta izin pada istri-istrinya untuk dirawat di rumah Aisyah. Mereka pun mengizinkannya.

Karena sakit yang kian terasa berat, Nabi ﷺ memerintahkan Abu Bakar untuk mengimami masyarakat. Abu Bakar pun menjadi imam shalat selama beberapa hari di masa hidup Rasulullah ﷺ.

Sehari sebelum wafat, beliau bersedekah beberapa dinar. Lalu bersabda,

لا نورث، ما تركناه صدقة

“Kami (para nabi) tidak mewariskan. Apa yang kami tinggalkan menjadi sedekah.” (HR. al-Bukhari dalam Fathul Bari, 12/8 No. 6730).
Pada hari senin, bulan Rabiul Awal tahun 11 H, Nabi ﷺ wafat. Hari itu adalah waktu dhuha yang penuh kesedihan. Wafatnya manusia sayyid anaknya Adam. Bumi kehilangan orang yang paling mulia yang pernah menginjakkan kaki di atasnya.

Aisyah bercerita, “Ketika kepala beliau terbaring, tidur di atas pahaku, beliau pingsan. Kemudian (saat tersadar) mengarahkan pandangannya ke atas, seraya berucap, ‘Allahumma ar-rafiq al-a’la’.” (HR. al-Bukhari dalam Fathul Bari, 8/150 No. 4463).

Beliau memilih perjumpaan dengan Allah ﷻ di akhirat. Beliau ﷺ wafat setelah menyempurnakan risalah dan menyampaikan amanah.
Berita di pagi duka itu menyebar di antara para sahabat. Dunia terasa gelap bagi mereka. mereka bersedih karena berpisah dengan al-Kholil al-Musthafa. Hati-hati mereka bergoncang. Tak percaya bahwa kekasih mereka telah tiada. Hingga di antara mereka menyanggahnya. Umar angkat bicara, “Rasulullah ﷺ tidak wafat. Beliau tidak akan pergi hingga Allah memerangi orang-orang munafik.” (Ibnu Hajar dalam Fathul Bari, 8/146).

Abu Bakar hadir, “Duduklah Umar”, perintah Abu Bakar pada Umar. Namun Umar menolak duduk. Orang-orang mulai mengalihkan diri dari Umar menuju Abu Bakar. Kata Abu Bakar, “Amma ba’du… siapa di antara kalian yang menyembah Muhammad ﷺ, maka Muhammad telah wafat. Siapa yang menyembah Allah, maka Allah Maha Hidup dan tidak akan wafat. Kemudian ia membacakan firman Allah,

وَمَا مُحَمَّدٌ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ ۚ أَفَإِنْ مَاتَ أَوْ قُتِلَ انْقَلَبْتُمْ عَلَىٰ أَعْقَابِكُمْ ۚ وَمَنْ يَنْقَلِبْ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ فَلَنْ يَضُرَّ اللَّهَ شَيْئًا ۗ وَسَيَجْزِي اللَّهُ الشَّاكِرِينَ

“Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah Jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.” (QS:Ali Imran | Ayat: 144).

Mendengar ayat yang dibacakan Abu Bakar, orang-orang seakan merasakan ayat itu baru turun hari itu. Mereka begitu larut dalam kesedihan. Mereka merasakan kosong. Bagaimana tidak, mereka ditinggal orang yang paling mereka cintai. Orang yang mereka rindu untuk berjumpa setiap hari. Orang yang lebih mereka cintai dari ayah, ibu, anak, dan semua manusia. Mereka lupa akan ayat itu. Dan mereka diingatkan oleh Abu Bakar, seorang yang paling kuat hatinya di antara mereka.

Penutup

Para ulama sepakat bahwa Nabi ﷺ wafat pada hari sendin tahun 11 H. Namun berbeda pendapat tentang tanggal wafatnya Nabi ﷺ. Mayoritasnya berpendapat tanggal 12 Rabiul Awal. Sebagian menyatakan tanggal 12 tidak tepat, karena haji wada’ terjadi pada hari Jumat. Melihat urut hari sejak itu, maka tanggal 12 Rabiul Awal tidak tepat jika dikatakan hari senin.

Perbedaan pendapat ulama juga terjadi pada tanggal kelahiran beliau ﷺ. Bahkan perbedaannya lebih banyak: antara tanggal 2 Rabi’ul Awal, tanggal 8, 10, 12, 17 Rabiul Awal, dan 8 hari sebelum habisnya bulan Rabi’ul Awal. Berdasarkan penelitian ulama ahli sejarah Muhammad Sulaiman Al Mansurfury dan ahli astronomi Mahmud Basya disimpulkan bahwa hari senin pagi yang bertepatan dengan permulaan tahun dari peristiwa penyerangan pasukan gajah dan 40 tahun setelah kekuasaan Kisra Anusyirwan atau bertepatan dengan 20 atau 22 april tahun 571, hari senin tersebut bertepatan dengan tanggal 9 Rabi’ul Awal. Allahu a’lam.

Sumber:– az-Zaid, Zaid bin Abdulkarim. 1424. Fiqh as-Sirah. Riyadh: Dar at-Tadmuriyah.

PERISTIWA-PERISTIWA YANG TERJADI DALAM MASYARAKAT ARAB SEBELUM ISLAM

PERISTIWA-PERISTIWA YANG TERJADI DALAM MASYARAKAT ARAB SEBELUM ISLAM

Budaya Arab: Perang Antar Suku

Banyak kemiripan sifat dan kejadian yang ada di masa jahiliyah dengan keadaan kita sekarang. Kita sepakat, masa jahiliyah adalah keadaan buruk. Dengan mempelajari kisah mereka kita bisa mengambil hikmah dan solusi dari apa yang sedang kita hadapi saat ini.
Masayarakat jahiliyah memiliki gap (kesenjangan) sosial yang besar. Hal itu disebabkan fanatik kesukuan yang begitu tinggi yang mereka miliki. Fanatik suku membawa mereka ke medan perang. Seolah-olah solusi hanya mendapat jawaban dengan pedang. Tak jarang karena masalah sepele, tapi ratusan bahkan ribuan nyawa harus dikorbankan.

Masyarakat modern saat ini, juga masih berkutat pada masalah yang sama. Mereka sebut isu ini dengan konflik SARA (suku, agama, dan ras). Loyalitas sebagian kaum muslimin atau manusia pada umumnya saat ini, dibangun berdasarkan suku, partai, negara, bahkan klub sepabola atau organisasi lainnya.

Peristiwa Sebelum Islam Datang

Ibnu al-Atsir mengisahkan tentang banyaknya perang di masa jahiliyah dalam kitabnya al-Kamil fi at-Tarikh. Ia mengatakan, “Saya sebutkan hari-hari yang dikenal dan perang-perang yang dikisahkan. Yang merangkum banyak konflik yang sengit. Namun hal itu belum termasuk perampokan, karena hal itu meluas dari tema bahasan.” (Ibnu al-Atsir dalam al-Kamil fi at-Tarikh, 1/454).

Masyarakat dunia sekarang juga melakoni sangat banyak perang. Saat ini, katanya peperangan jauh merosot jumlahnya setelah Perang Dunia II, tapi kita masih merasa, dunia banyak berperang.

Di masayarakat jahiliyah, terkadang sesama saudara saling berperang. Ja’far bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu bercerita singkat kepada Raja an-Najasyi tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi di masyarakat Arab sebelum kedatangan Islam,

أَيُّهَا الْمَلِكُ، كُنَّا قَوْمًا أَهْلَ جَاهِلِيَّةٍ نَعْبُدُ الأَصْنَامَ، وَنَأْكُلُ الْمَيْتَةَ وَنَأْتِي الْفَوَاحِشَ، وَنَقْطَعُ الأَرْحَامَ، وَنُسِيءُ الْجِوَارَ يَأْكُلُ الْقَوِيُّ مِنَّا الضَّعِيفَ

“Wahai Raja, kami dulu adalah orang-orang yang diliputi kebodohan. Kami menyembah patung. Memakan bangkai (hewan yang disembelih tanpa menyebut nama Allah). Dan melakukan perbuatan keji. Kami memutus tali kekerabatan. Berlaku buruk terhadap tetangga. Yang kuat menindas yang lemah.” (HR. Ahmad, No: 1740. Syu’aib al-Arnauth mengatakan, “Sanadnya hasan”. Sedang menurut al-Abani shahih).

Di antara konflik yang terjadi di masa jahiliyah adalah:

Perang al-Basus

Perang al-Basus adalah konflik antara bani Bakr dan Taghlib. Berlangsung begitu lama, hingga 40 tahun (494-534 M). Al-Basus adalah nama seorang wanita, bibi dari Jasas bin Murrah al-Bakry. Wanita ini memiliki seekor onta yang dinamai Sarab. Suatu hari Sarab masuk bercampur dengan onta milik tokoh Arab ketika itu, Wail bin Rabi’ah at-Taghliby, yang lebih dikenal dengan sebutan Kulaib.
Saat itu kondisi perasaan Kulaib sedang tidak nyaman. Ia kesal karena istrinya, Jalilah binti Murrah, mengganggap saudaranya, al-Jasas, lebih mulia darinya. Kulaib pun memanah onta bibi Jasas yang nyasar ke pemukimannya. Matilah si onta dan muncullah malapetaka. Jasas kesal dengan perlakuan Kulaib yang membunuh onta bibinya. Namun Kulaib, sang tokoh Arab, malah mengucapkan kalimat yang tidak menyenangkan. Ia mengancam kalau mau, ia bisa membunuh semua ontanya. Jasas naik pitam, lalu menghujamkan pedangnya kepada Kulaib.

Norma di masa itu, bagaimana pun kedudukan seseorang, ia tidak pantas dibunuh karena seekor onta. Lalu bagaimana dengan Kulaib? Seorang penguasa Arab. Jasas sadar ia telah melakukan kesalahan besar. Namun tiadalah berarti lagi penyesalan itu. Genderang perang telah ditabuh. Mengalirlah darah antara dua kabilah, Taghlib dan Bakr, selama 40 tahun lamanya (Ayyamul Arab fi al-Jahiliyah oleh Muhammad, Jad, Hal: 142).

Perang Dahis dan Ghubara

Dahis dan Ghubara adalah nama dua orang penunggang kuda. Keduanya adu pacu, kemudian salah seorang dari mereka memukul kuda kompetitornya agar tidak lebih dulu memasuki garis finis. Kemudian pecahlah perang antar dua kabilah. Ribuan orang terbunuh karenanya (al-Kamil fi at-Tarikh, 1/473).

Keributan serupa juga terjadi di masa kita. Di bidang yang sama, olahraga. Pernah terjadi Tragedi Heysel. Karena perselisihan pendukung klub sepak bola, dalam satu waktu, 39 orang tewas dan 600 lebih luka-luka.

Yaum Bi’ats

Yaum Bi’ats adalah perselisihan antara kabilah Aus dan Khazraj (di Madinah) di masa jahiliyah. Perselisihan ini berlangsung sangat lama. Ibnu Hajar al-Asqalani menyatakan bahwa perang ini berlangsung selama 30 tahun (Fathu al-Bari, 2/441). Berakhir ketika Islam masuk Kota Madinah itu. Mempersaudarakan mereka dan menghilangkan sekat-sekat kesukuan.

وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara.” (QS:Ali Imran | Ayat: 103).

Perang Fijar

Di antara peristiwa paling masyhur pada masa Arab jahiliyah adalah Perang Fijar. Perang antara Quraisy yang bersekutu dengan Kinanah berhadapan dengan Qais yang bersekutu dengan Ilan. Perang ini meletus pada saat Nabi ﷺ berusia dua puluh tahun.
Perang ini dinamakan Perang Fijar karena dinodainya kesucian bulan haram. Dalam perang ini, Rasulullah ﷺ ikut serta dan membantu paman-pamannya dengan menyediakan anak panah untuk mereka. Kisah selengkapnya bisa disimak di al-Kamil fi at-Tarikh, 1/527-532 dan 598-607.

Yaum Ain Abagh

Yaum Ain Abagh adalah peperangan antara kabilah Ghasan dan Lakhm. Pemimpin Ghasan adalah al-Harits. Sedangkan pemimpin Lakhm adalah al-Mundzir. Mundzir terbnuh di perang tersebut. Orang-orang Lakhm pun kalah dan berlarian mundur. Namun orang-orang Ghasan tetap mengejar mereka hingga korban semakin bertambah (al-Kamil fi at-Tarikh, 1/487).

Yaum Awarah

Awarah adalah sebuah bukit. Peperangan ini terjadi antara Raja Hirah, al-Mundzir bin Imril Qais, dengan Bakr bin Wail. Pemicunya adalah persekongkolan Bakr dengan Salamah bin al-Harits.

Peperangan berhasil dimenangkan Mundzir bin Imril Qais. Mundzir bersumpah akan menyembelih mereka semua hingga darah mereka mengalir dari puncak Bukit Awarah sampai di kaki bukit. Ia terus menyembelih musuh-musuhnya. Sampai darah mengering dan membeku. Lalu ia tumpahkan air pada darah itu hingga mengalir ke kaki bukit. Ia penuhi sumpahnya (al-Kamil fi at-Tarikh, 1/497).

Yaum al-Kulab al-Awwal

Kisah lain, yang menceritakan betapa mudahnya darah ditumpahkan di masa jahiliyah adalah peristiwa Yaum al-Kulab al-Awwal. Peperangan terjadi antara dua bersaudara; Syurahil bin al-Harits bin Amr al-Kindy dengan Salamah bin al-Harits bin Amr al-Kindy.
Syurahil dan Salamah beserta sekutu keduanya bertempur di wilayah al-Kulab. Sebuah daerah antara Bashrah dan Kufah. Perang semakin sengit berkecamuk. Hingga seseorang di kelompok Syurahil menyerukan sayembara, “Siapa yang berhasil membawa kepada Salamah, ia akan mendapatkan 100 onta”. Dan seseorang dari kelompok Salama menyerukan hal serupa, “Siapa yang berhasil membawa kepada Syurahil, ia akan mendapatkan 100 onta”.

Peperangan dimenangkan oleh Salamah dan sekutnya Taghlib. Syurahil dan sekutunya Bakr menderita kekalahan. Syurahil mencoba kabur melarikan diri. Namun pasukan saudaranya memacu kuda dan berhasil menyusul lalu membunuh Syurahil. Kemudian ia bawa kepalanya menuju Salamah (al-Kamil fi at-Tarikh, 1/493).

Penutup

Membaca kisah-kisah jahiliyah, kita mendapatkan inti permasalahan yang sama sedang menimpa kita. Loyalitas dan fanatik kelompok begitu kuat dan berpotensi konflik. Bahkan fanatisme yang terjadi di masa itu, lebih hebat lagi. Namun Islam datang sebagai solusi. Mempersaudarakan dan mendamaikan mereka. Hingga persaudaraan Islam lebih di atas segalanya.

Islam datang membimbing mereka. Melembutkan hati. Dan memberi kecerdasan emosional dan spiritual. Islam adalah solusi. Imam Malik pernah mengatakan,

لَنْ يَصْلُحَ آخِرُ هَذِهِ الأُمَّةِ إِلاَّ بِمَا صَلُحَ بِهِ أَوَّلُهَا .

“Tidak akan baik generasi akhir umat ini, kecuali dengan apa yang membuat baik generasi awalnya.” (Asy Syifa fi Huquuqil Musthafa, 2/88).

Apa yang membuat generasi awal umat ini baik? Jawabnya syariat Islam.

Sumber:– http://islamstory.com/ar/أيام-العرب-في-الجاهلية– http://uqu.edu.sa/page/ar/91200

MENGENAL PUTRA DAN PUTRI RASULULLAH

MENGENAL PUTRA DAN PUTRI RASULULLAH

Pembicaraan tentang putra dan putri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam termasuk pembicaraan yang jarang diangkat. Tidak heran, sebagian umat Islam tidak mengetahui berapa jumlah putra dan putri beliau atau siapa saja nama anak-anaknya.

Enam dari tujuh anak Rasulullah terlahir dari ummul mukminin Khadijah binti Khuwailid radhiallahu ‘anha. Rasulullah memuji Khadijah dengan sabdanya,

قَدْ آمَنَتْ بِي إِذْ كَفَرَ بِي النَّاسُ وَصَدَّقَتْنِي إِذْ كَذَّبَنِي النَّاسُ وَوَاسَتْنِي بِمَالِهَا إِذْ حَرَمَنِي النَّاسُ وَرَزَقَنِي اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ وَلَدَهَا إِذْ حَرَمَنِي أَوْلَادَ النِّسَاءِ

“Ia telah beriman kepadaku tatkala orang-orang kafir kepadaku, ia telah membenarkan aku tatkala orang-orang mendustakan aku, ia telah membantuku dengan hartanya tatkala orang-orang menahan hartanya tidak membantuku, dan Allah telah menganugerahkan darinya anak-anak tatkala Allah tidak menganugerahkan kepadaku anak-anak dari wanita-wanita yang lain.” (HR Ahmad no.24864)

Saat beliau mengucapkan kalimat ini, beliau belum menikah dengan Maria al-Qibtiyah.

Anak-anak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

Imam an-Nawawi rahimahullah berkata, “Rasulullah memiliki tiga orang putra; yang pertama Qasim, namanya menjadi kunyah Rasulullah (Abul Qashim). Qashim dilahirkan sebelum kenabian dan wafat saat berusia 2 tahun. Yang kedua Abdullah, disebut juga ath-Thayyib atau ath-Tahir karena lahir setelah kenabian. Putra yang ketiga adalah Ibrahim, dilahirkan di Madinah tahun 8 H dan wafat saat berusia 17 atau 18 bulan.

Adapun putrinya berjumlah 4 orang; Zainab yang menikah dengan Abu al-Ash bin al-Rabi’, keponakan Rasulullah dari jalur Khadijah, kemudian Fatimah menikah dengan Ali bin Abi Thalib, lalu Ruqayyah dan Ummu Qultsum menikah dengan Utsman bin Affan.
Rinciannya adalah sebagai berikut:

Putri-putri Rasulullah

Para ulama sepakat bahwa jumlah putri Rasulullah ada 4 orang, semuanya terlahir dari rahim ummul mukminin Khadijah radhiallahu ‘anha.

Pertama, putri pertama Rasulullah adalah Zainab binti Rasulullah.

Zainab radhiallahu ‘anha menikah dengan anak bibinya, Halah binti Khuwailid, yang bernama Abu al-Ash bin al-Rabi’. Pernikahan ini berlangsung sebelum sang ayah diangkat menjadi rasul. Zainab dan ketiga saudarinya masuk Islam sebagaimana ibunya Khadijah menerima Islam, akan tetapi sang suami, Abu al-Ash, tetap dalam agama jahiliyah. Hal ini menyebabkan Zainab tidak ikut hijrah ke Madinah bersama ayah dan saudari-saudarinya, karena ikatannya dengan sang suami.

Beberapa lama kemudian, barulah Zainab hijrah dari Mekah ke Madinah menyelamatkan agamanya dan berjumpa dengan sang ayah tercinta, lalu menyusullah suaminya, Abu al-Ash. Abu al-Ash pun mengucapkan dua kalimat syahadat dan memeluk agama mertua dan istrinya. Keluarga kecil yang bahagia ini pun bersatu kembali dalam Islam dan iman. Tidak lama kebahagiaan tersebut berlangsung, pada tahun 8 H, Zainab wafat meninggalkan Abu al-Ash dan putri mereka Umamah.

Setelah itu, terkadang Umamah diasuh oleh kakeknya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebagaimana dalam hadis disebutkan beliau menggendong cucunya, Umamah, ketika shalat, apabila beliau sujud, beliau meletakkan Umamah dari gendongannya.

Kedua, Ruqayyah binti Rasulullah.

Ruqayyah radhiallahu ‘anha dinikahkan oleh Rasulullah dengan sahabat yang mulia Utsman bin Affan radhiallahu ‘anhu. Keduanya turut serta berhijrah ke Habasyah ketika musyrikin Mekah sudah sangat keterlaluan dalam menyiksa dan menyakiti orang-orang yang beriman. Di Habasyah, pasangan yang mulia ini dianugerahi seorang putra yang dinamai Abdullah.

Ruqayyah dan Utsman juga turut serta dalam hijrah yang kedua dari Mekah menuju Madinah. Ketika tinggal di Madinah mereka dihadapkan dengan ujian wafatnya putra tunggal mereka yang sudah berusia 6 tahun.

Tidak lama kemudian, Ruqoyyah juga menderita sakit demam yang tinggi. Utsman bin Affan setia merawat istrinya dan senantiasa mengawasi keadaannya. Saat itu bersamaan dengan terjadinya Perang Badar, atas permintaan Rasulullah untuk mejaga putrinya, Utsman pun tidak bisa turut serta dalam perang ini. Wafatlah ruqayyah  bersamaan dengan kedatangan Zaid bin Haritsah yang mengabarkan kemenangan umat Islam di Badar.

Ketiga, Ummu Kultsum binti Rasulullah.

Setelah Ruqayyah wafat, Rasulullah menikahkan Utsman dengan putrinya yang lain, Ummu Kultsum radhiallahu ‘anha. Oleh karena itulah Utsman dijuluki dzu nurain (pemilik dua cahaya) karena menikahi dua putri Rasulullah, sebuah keistimewaan yang tidak dimiliki sahabat lainnya.

Utsman dan Ummu Kultsum bersama-sama membangun rumah tangga hingga wafatnya Ummu Kultsum pada bulan Sya’ban tahun 9 H. Keduanya tidak dianugerahi putra ataupun putri. Ummu Kultsum dimakamkan bersebelahan dengan saudarinya Ruqayyah radhiallahu ‘anhuma.

Keempat, Fatimah binti Rasulullah.

Fatimah radhiallahu ‘anha adalah putri bungsu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ia dilahirkan lima tahun sebelum kenabian. Pada tahun kedua hijriyah, Rasulullah menikahkannya dengan Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu. Pasangan ini dikaruniai putra pertama pada tahun ketiga hijriyah, dan anak tersebut dinamai Hasan. Kemudian anak kedua lahir pada bulan Rajab satu tahun berikutnya, dan dinamai Husein. Anak ketiga mereka, Zainab, dilahirkan pada tahun keempat hijriyah dan dua tahun berselang lahirlah putri mereka Ummu Kultsum.

Fatimah adalah anak yang paling mirip dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari gaya bicara dan gaya berjalannya. Apabila Fatimah datang ke rumah sang ayah, ayahnya selalu menyambutnya dengan menciumnya dan duduk bersamanya. Kecintaan Rasulullah terhadap Fatimah tergambar dalam sabdanya,

فاطمة بضعة منى -جزء مِني- فمن أغضبها أغضبني” رواه البخاري

“Fatimah adalah bagian dariku. Barangsiapa membuatnya marah, maka dia juga telah membuatku marah.” (HR. Bukhari)
Beliau juga bersabda,

أفضل نساء أهل الجنة خديجة بنت خويلد، وفاطمة بنت محمد، ومريم بنت عمران، وآسية بنت مُزاحمٍ امرأة فرعون” رواه الإمام أحمد

“Sebaik-baik wanita penduduk surga adalah Khadijah binti Khuwailid, Fatimah binti Muhammad, Maryam binti Imran, Asiah bin Muzahim, istri Firaun.” (HR. Ahmad).

Satu-satunya anak Rasulullah yang hidup saat beliau wafat adalah Fatimah, kemudian ia pula keluarga Rasulullah yang pertama yang menyusul beliau. Fatimah radhiallahu ‘anha wafat enam bulan setelah sang ayah tercinta wafat meninggalkan dunia. Ia wafat pada 2 Ramadhan tahun 11 H, dan dimakamkan di Baqi’.

Putra-putra Rasulullah

Pertama, al-Qashim bin Rasulullah.

Rasulullah berkunyah dengan namanya, beliau disebut Abu al-Qashim (bapaknya Qashim). Qashim lahir sebelum masa kenabian dan wafat saat usia dua tahun.

Kedua, Abdullah bin Rasulullah.

Abdullah dinamai juga dengan ath-Thayyib atau ath-Thahir. Ia dilahirkan pada masa kenabian.

Ketiga, Ibrahim bin Rasulullah.

Ibrahim dilahirkan pada tahun 8 H di Kota Madinah. Dia adalah anak terakhir dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dilahirkan dari rahim Maria al-Qibthiyah radhiallahu ‘anha. Maria adalah seorang budak yang diberikan Muqauqis, penguasa Mesir, kepada Rasulullah. Lalu Maria mengucapkan syahadat dan dinikahi oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Usia Ibrahim tidak panjang, ia wafat pada tahun 10 H saat berusia 17 atau 18 bulan. Rasulullah sangat bersedih dengan kepergian putra kecilnya yang menjadi penyejuk hatinya ini. Ketika Ibrahim wafat, Rasulullah bersabda,

“إن العين تدمع، والقلب يحزن، ولا نقول إلا ما يُرْضِى ربنا، وإنا بفراقك يا إبراهيم لمحزونون” رواه البخاري

“Sesungguhnya mata ini menitikkan air mata dan hati ini bersedih, namun kami tidak mengatakan sesuatu yang tidak diridhai Rab kami. Sesungguhnya kami bersedih dengan kepergianmu wahai Ibrahim.” (HR. Bukhari).

Kalau kita perhatikan perjalanan hidup Rasulullah bersama anak-anaknya, niscaya kita dapati pelajaran dan hikmah yang banyak. Allah Ta’ala mengaruniakan beliau putra dan putri yang merupakan tanda kesempurnaan beliau sebagai manusia. Namun Allah juga mencoba beliau dengan mengambil satu per satu anaknya sebagaiman dahulu mengambil satu per satu orang tuanya tatkala beliau membutuhkan mereka; ayah, ibu, kakek, dan pamannya. Hanya anaknya Fatimah yang wafat setelah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Allah juga tidak memperpanjang usia putra-putra beliau, salah satu hikmahnya adalah agar orang-orang tidak mengkultuskan putra-putranya atau mengangkatnya menjadi Nabi setelah beliau. Bisa kita lihat, cucu beliau Hasan dan Husein saja sudah membuat orang-orang yang lemah terfitnah. Mereka mengagungkan kedua cucu beliau melebih yang sepantasnya, bagaimana kiranya kalau putra-putra beliau dipanjangkan usianya dan memiliki keturunan? Tentu akan menimbulkan fitnah yang lebih besar.

Hikmah dari wafatnya putra dan putri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga sebagai teladan bagi orang-orang yang kehilangan salah satu putra atau putri mereka. saat kehilangan anaknya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabar dan tidak mengucapkan perkataan yang tidak diridhai Allah. Ketika seseorang kehilangan salah satu anaknya, maka Rasulullah telah kehilangan hampir semua anaknya.

Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad dan keluarganya..

Sumber: Islamweb.net

Kisah 3 Malaikat Mengamuk Setelah Diserang Kaum Luth!

Kisah 3 Malaikat Mengamuk Setelah Diserang Kaum Luth!

Nabi Luth ‘alaihissalam berhijrah bersama bapa saudaranya Nabi Ibrahim ‘alaihissalam menuju Mesir. Keduanya tinggal di sana beberapa lama, lalu kembali ke Palestina. Di tengah perjalanan menuju Palestina, Nabi Luth meminta izin kepada bapa saudaranya Nabi Ibrahim ‘alaihissalam untuk pergi menuju negeri Sadum (di dekat laut mati di Yordan) karena Allah telah memilihnya sebagai Nabi-Nya dan Rasul-Nya yang diutus kepada negeri tersebut, maka Nabi Ibrahim mengizinkannya dan Nabi Luth pun pergi ke Sadum serta menikah di sana.

Ketika itu, akhlak penduduknya sangat buruk sekali, mereka tidak menjaga dirinya dari perbuatan maksiat dan tidak malu berbuat kemungkaran, berkhianat kepada kawan, dan melakukan penyamunan. Di samping itu, mereka mengerjakan perbuatan keji yang belum pernah dilakukan oleh seorang pun sebelumnya di alam semesta. Mereka mendatangi laki-laki untuk melepaskan syahwatnya dan meninggalkan wanita.

Saat itu, Nabi Luth ‘alaihissalam mengajak penduduk Sadum untuk beriman dan meninggalkan perbuatan keji itu. Beliau berkata kepada mereka,

“Mengapa kamu tidak bertakwa?”– Sesungguhnya aku adalah seorang Rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,–Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.–Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semeta alam.–Mengapa kamu mendatangi jenis laki-laki di antara manusia,– Dan kamu tinggalkan istri-istri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Asy Syu’ara: 160-161)

Tetapi kaum Luth tidak peduli dengan seruan itu, bahkan bersikap sombong terhadapnya serta mencemoohnya. Meskipun begitu, Nabi Luth ‘alaihissalam tidak putus asa, ia tetap bersabar mendakwahi kaumnya; mengajak mereka dengan bijaksana dan sopan, ia melarang dan memperingatkan mereka dari melakukan perbuatan munkar dan keji. Akan tetapi, kaumnya tidak ada yang beriman kepadanya, dan mereka lebih memilih kesesatan dan kemaksiatan, bahkan mereka berkata kepadanya dengan hati mereka yang kasar, “Datangkanlah kepada kami azab Allah, jika kamu termasuk orang-orang yang benar.” (QS. Al ‘Ankabbut: 29)

Mereka juga mengancam akan mengusir Nabi Luth ‘alaihissalam dari kampung mereka karena memang ia adalah orang asing, maka Luth pun marah terhadap sikap kaumnya; ia dan keluarganya yang beriman pun menjauhi mereka.

Istrinya lebih memilih kafir dan ikut bersama kaumnya serta membantu kaumnya mengucilkannya dan mengolok-oloknya. Terhadap istrinya ini, Allah Subhanahu wa Ta’ala membuatkan perumpamaan,

“Allah membuat istri Nuh dan istri Luth sebagai perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba kami; lalu kedua istri itu berkhianat kepada suaminya (masing-masing), maka suaminya itu tidak dapat membantu mereka sedikit pun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya), “Masuklah ke dalam Jahannam bersama orang-orang yang masuk (jahannam).” (QS. At Tahrim: 10)

Pengkhianatan istri Nabi Luth kepada suaminya adalah dengan kekafirannya dan tidak beriman kepada Allah Subhnahu wa Ta’ala.
Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutus tiga orang malaikat dalam bentuk manusia yang rupawan, lalu mereka mampir dulu menemui Nabi Ibrahim ‘alaihissalam. Nabi Ibrahim ‘alaihissalam mengira bahwa mereka adalah manusia, maka Nabi Ibrahim segera menjamu mereka dengan menyembelih seekor anak sapi yang gemuk, tetapi mereka tidak mau makan.

Para malaikat juga memberikan kabar gembira kepada Nabi Ibrahim, bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala akan mengaruniakan kepadanya anak dari istrinya, yaitu Sarah bernama Ishaq ‘alaihissalam. Para malaikat kemudian memberitahukan kepada Nabi Ibrahim ‘alaihissalam, bahwa mereka akan berangkat menuju negeri Sadum untuk mengazab penduduknya karena kekafiran dan kemaksiatan mereka.

Lalu Nabi Ibrahim ‘alaihissalam memberitahukan, bahwa di sana terdapat Luth, maka para malaikat pun menenangkannya dengan memberitahukan, bahwa Allah akan menyelamatkan dia dan keluarganya selain istrinya yang kafir.

Para malaikat pun keluar dari rumah Ibrahim dan pergi menuju negeri Sadum, hingga mereka sampai di rumah Luth dan mereka datang sebagai para pemuda yang tampan. Saat Nabi Luth ‘alaihissalam melihat mereka, maka Nabi Luth mengkhawatirkan keadaan mereka, dan tidak ada yang mengetahui kedatangan mereka selain istri Nabi Luth, hingga akhirnya istrinya keluar dari rumahnya dan memberitahukan kaumnya tentang kedatangan tamu-tamu Nabi Luth yang rupawan.

Maka kaumnya pun datang dengan bergegas menuju rumah Nabi Luth dengan maksud untuk melakukan perbuatan keji dengan para tamunya itu. Mereka berkumpul sambil berdesakan di dekat pintu rumahnya sambil memanggil Nabi Luth dengan suara keras meminta Nabi Luth mengeluarkan tamu-tamunya itu kepada mereka.

Masing-masing dari mereka berharap dapat bersenang-senang dan menyalurkan syahwatnya kepada tamu-tamunya itu, lalu Nabi Luth menghalangi mereka masuk ke rumahnya dan menghalangi mereka dari mengganggu para tamunya, ia berkata kepada mereka, “Sesungguhnya mereka adalah tamuku; maka janganlah kamu membuatku malu,–Dan bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu membuat aku terhina.” (QS. Al Hijr: 68-69)

Nabi Luth juga mengingatkan mereka, bahwa Allah Subhnahu wa Ta’ala telah menciptakan wanita untuk mereka agar mereka dapat menyalurkan syahwatnya, akan tetapi kaum Luth tetap ingin masuk ke rumahnya. Ketika itu, Nabi Luth ‘alaihissalam tidak mendapati seorang yang berakal dari kalangan mereka yang dapat menerangkan kesalahan mereka dan akhirnya Nabi Luth merasakan kelemahan menghadapi mereka sambil berkata, ““Seandainya aku mempunyai kekuatan (untuk menolakmu) atau kalau aku dapat berlindung kepada keluarga yang kuat (tentu aku lakukan).” (QS. Huud: 80)

Saat itulah, para tamu Nabi Luth memberitahukan siapa mereka kepada Nabi Luth, dan bahwa mereka bukan manusia tetapi malaikat yang datang untuk menimpakan azab kepada kaumnya yang fasik itu.

Tidak berapa lama, kaum Luth mendobrak pintu rumahnya dan menemui para malaikat itu, lalu salah seorang malaikat membuat buta mata mereka dan mereka kembali dalam keadaan sempoyongan di antara dinding-dinding rumah. Kemudian para malaikat meminta Nabi Luth untuk pergi bersama keluarganya pada malam hari, karena azab akan menimpa mereka di pagi hari. Mereka juga menasihatinya agar ia dan keluarganya tidak menoleh ke belakang saat azab itu turun, agar tidak menimpa mereka.

Di malam hari, Nabi Luth ‘alaihissalam dan keluarganya pergi meninggalkan negeri Sadum. Setelah mereka pergi meninggalkannya dan tiba waktu Subuh, maka Allah mengirimkan kepada mereka azab yang pedih yang menimpa negeri itu.

Saat itu, negeri tersebut bergoncang dengan goncangan yang keras, seorang malaikat mencabut negeri itu dengan ujung sayapnya dan mengangkat ke atas langit, lalu dibalikkan negeri itu; bagian atas menjadi bawah dan bagian bawah menjadi atas, kemudian mereka dihujani dengan batu yang panas secara bertubi-tubi. Allah Ta’ala berfirman, “Maka ketika datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi,–Yang diberi tanda oleh Tuhanmu, dan siksaan itu tidaklah jauh dari orang-orang yang zalim.” (QS. Huud: 82-83)
Allah Subhanahu wa Ta’ala menyelamatkan Nabi Luth dan keluarganya selain istrinya dengan rahmat dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, karena mereka menjaga pesan itu, bersyukur atas nikmat Allah dan beribadah kepada-Nya.

Maka Nabi Luth dan keluarganya menjadi teladan baik dalam hal kesucian dan kebersihan diri, sedangkan kaumnya menjadi teladan buruk dan pelajaran bagi generasi yang datang setelahnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
“Dan Kami tinggalkan pada negeri itu suatu tanda bagi orang-orang yang takut kepada siksa yang pedih.” (Terj. Adz Dzaariyat: 37)
Kisah-kisah Nabi Luth dapat dilihat di beberapa tempat dalam Al Qur’an, di antaranya: QS. Al A’raaf: 80-84, QS. Hud: 69-83, QS. Al Hijr: 51-77, QS. Asy Syu’araa’: 160-175, QS. An Naml: 54-58, QS. Al ‘Ankabut: 28-35, QS. Ash Shaaffaat: 133-138,  QS. Adz Dzaariyat: 31-37, dan QS. Al Qamar: 33-40.

Selesai dengan pertolongan Allah dan taufiq-Nya, wa shallallahu ‘alaa nabiyyinaa Muhammad wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallam.

Oleh: Marwan bin Musa

Maraaji’:

  • Al Qur’anul Karim
  • Mausu’ah Al Usrah Al Muslimah (dari situs www.islam.aljayyash.net)
  • Shahih Qashashil Anbiya’ (Ibnu Katsir, takhrij Syaikh Salim Al Hilaaliy)dll.

Sumber: KisahMuslim.com

Kisah Nabi Sulaiman Dikurniakan Tentera Angin Yang Taat oleh ALLAH Kerana Satu Perkara!

Kisah Nabi Sulaiman Dikurniakan Tentera Angin Yang Taat oleh ALLAH Kerana Satu Perkara!

Allah Ta’ala berfirman,

وَوَهَبْنَا لِدَاوُودَ سُلَيْمَانَ نِعْمَ الْعَبْدُ إِنَّهُ أَوَّابٌ (30) إِذْ عُرِضَ عَلَيْهِ بِالْعَشِيِّ الصَّافِنَاتُ الْجِيَادُ (31) فَقَالَ إِنِّي أَحْبَبْتُ حُبَّ الْخَيْرِ عَنْ ذِكْرِ رَبِّي حَتَّى تَوَارَتْ بِالْحِجَابِ (32) رُدُّوهَا عَلَيَّ فَطَفِقَ مَسْحًا بِالسُّوقِ وَالْأَعْنَاقِ (33)

“Dan Kami karuniakan kepada Daud, Sulaiman, dia adalah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat ta’at (kepada Tuhannya). (Ingatlah) ketika dipertunjukkan kepadanya kuda-kuda yang tenang di waktu berhenti dan cepat waktu berlari pada waktu sore, maka ia berkata: “Sesungguhnya aku menyukai kesenangan terhadap barang yang baik (kuda) sehingga aku lalai mengingat Tuhanku sampai kuda itu hilang dari pandangan”. “Bawalah semua kuda itu kembali kepadaku”. Lalu ia potong kaki dan leher kuda itu.” (Shaad: 30-33).

Allah menyebutkan, bahwa Dia menganugerahkan kepada Daud putera bernama Sulaiman `alaihis salam. Allah memuji Sulaiman bahwa dia banyak kembali kepada-Nya, lalu Allah menyebutkan perkaranya tentang kuda. Berikut ini kisahnya:

Sulaiman `alaihis salam begitu cintanya kepada kuda untuk digunakan jihad di jalan Allah. Beliau memiliki kuda-kuda yang kuat, cepat dan bersayap. Kuda-kudanya berjumlah 20 ribu. Ketika ia memeriksa dan mengatur kuda-kuda tersebut, ia ketinggalan shalat Ashar karena lupa, bukan di sengaja. Saat ia mengetahui bahwa ia ketinggalan melakukan shalat karena kuda-kuda tersebut, ia pun bersumpah, ‘Tidak, demi Allah, janganlah kalian (kuda-kudaku) melalaikanku dari menyembah Tuhanku.’ Lalu beliau memerintahkan agar kuda-kuda itu disembelih.

Maka beliau memukul leher-leher dan urat-urat nadi kuda-kuda tersebut dengan pedang. Ketika Allah mengetahui hamba-Nya yang bernama Sulaiman menyembelih kuda-kuda tersebut karena Diri-Nya, karena takut dari siksa-Nya serta karena kecintaan dan pemuliaan kepada-Nya, karena dia sibuk dengan kuda-kuda tersebut sehingga habis waktu shalat. Sebab hal tersebut, Allah lalu menggantikan untuknya sesuatu yang lebih baik dari kuda-kuda tersebut, yakni angin yang bisa berhembus dengan perintahnya, sehingga akan menjadi subur daerah yang dilewatinya, perjalanannya sebulan dan kembalinya juga sebulan. Dan tentu, ini lebih cepat dan lebih baik daripada kuda.

Karena itu, benarlah sabda Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam,

إِنَّكَ لاَ تَدَعُ شَيْئًا إِتِّقَاءً لله تَعَالَى إِلاَّ أَعْطَاكَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ خَيْرًا مِنْهُ) رواه أحمد و البيهقي)

“Sesungguhnya tidaklah engkau meninggalkan sesuatu karena takut kepada Allah kecuali Allah akan memberimu (sesuatu) yang lebih baik daripadanya.” (HR. Ahmad dan Al-Baihaqi, hadits shahih).

Sumber: Kisah-Kisah Nyata Tentang Nabi, Rasul, Sahabat, Tabi`in, Orang-orang Dulu dan Sekarang, karya Ibrahim bin Abdullah Al-Hazimi, penerjemah Ainul Haris Arifin, Lc. (alsofwah.or.id)

Artikel www.KisahMuslim.com

CEMAS: Tangan Kananku Ditekup Ke Telinga Sambil Menarik Nafas Panjang Aku Azan Dengan Hati Yang Berserah PadaNYA… Tragedi Menimpa ATM Di Segitiga Bermuda!!!

CEMAS: Tangan Kananku Ditekup Ke Telinga Sambil Menarik Nafas Panjang Aku Azan Dengan Hati Yang Berserah PadaNYA… Tragedi Menimpa ATM Di Segitiga Bermuda!!!

Tanggal 8 April 2006 adalah hari yang paling diingati dalam sejarah kerana pada hari itulah aku ditugaskan untuk cover kapal kargo milik malaysia selendang ayu. Pada hari itu juga adalah pengalaman pertama utk tugasan cover kapal kargo kerana banyak kejadian lanun yang menghantui pelayar-pelayar dari malaysia Apabila tugasan di mesir sudah tamat pihak SIB diberi tugasan baru dan Major ravi telah mengarahkan aku, bahtiar dan ramzul utk mengendali kes ini. Apabila kami ditugaskan tanpa membuang masa kami terus bersiap utk ke pelabuhan labuan dimana tempat kami akan berlepas.

Perjalanan menaiki helikopter milik ATM Augusta 109E lancar tanpa sebarang masalah. Petang menyinsing dan ketibaan kami disambut baik oleh krew kapal kargo selendang ayu yang difahamkan akan berlayar ke bahamas utk penghantaran perubatan dan keperluan bantuan mangsa ribut disana. Pihak Malaysia begitu perihatin utk membantu walaupun bahamas adalah dibawah pemerintahan amerika namun atas dasar keperimanusiaan kerajaan kita tetap membantu. Aku, ramzul dan bahtiar di bawa ke dok yang menjadi tempat berehat yang berkeluasan 30 kaki dan berkatil tingkat hmm..bolehla walaupun bukan 5 star selesa la jugak. Tapi salah seorang kene la tidur di lantai berlapikkan kain saja dan orang itu adalah aku sebab memang dah biasa dengan lantai-lantai ni. Aku termenung seketika diatas tilam tempat bahtiar berbaring ramzul diatas pon tgh berbaring keadaan aku yang termenung itu disedari bahtiar lalu dia menegur.

“Weh apsal ko termenung bro”? sapa bahtiar sambil menolak bahuku. “Aku bukan apa aku hairan kenapa sampai nak kene cover kapal ni cube kamu tengok tadi ramai yang jadi pak guard depa senjata pon ada”, jawab aku dengan penuh hairan. “Entah la aku pon pelik juga kenapa kita nak terlibat sekali kalau dah ada yang cover kapal ni?”, sampuk ramzul yang aku dan bahtiar ingat dah bermimpi indah. Tiba-tiba bahtiar menempik dalam nada yang sederhana “weii.. bukan ke kalau nak ke bahamas to kene lalu segitiga tu baru sampai sana?”. “ha ah la mesti kene lalu segitiga setan tu, ahh sudah menyesal la pulak aku join cover ni”, kata ramzul. Aku hanya boleh membisu dan berfikir. Benar kata-kata bahtiar memang kapal ni akan melalui segitiga bermuda jika mahu sampai ke bahamas.

Aku cuma tenteramkan mereka yang nampak gelisah..”segitiga je beb bukan segi empat ke segi lima yang korang risau apehal?”, seloroh aku. “ye la kamu jangan cakap sembarangan dah lalu nanti baru kamu tau penangan tempat tu”, kata-kata ramzul seperti meningkatkan lagi kerisauan bahtiar yang dari tadi seperti gelisah tak tentu pasal. ”Dah.. cukup dengan segitiga korang.. ingat misi kita apa disini.. kita lakukan dengan profesional pasal dengan tempat puaka tu memang senjata kita tak lut pada mereka tapi apa guna kita ada Allah yang maha Esa? sekuat2 mana jin yang ada didunia ni tidak tertanding kuasa yang Allah ada.. tadah tangan kita mohon dengan penuh yakin pasti Allah tidak akan biarkan hambanya yang didalam kesusahan”, madah aku dengan penuh yakin.

Perjalanan kami ke bahamas berjalan hampir 3 minggu lamanya kerana kapal ini kerap singgah di pelabuhan-pelabuhan utk mencari bekalan makanan dan pelepasan dari negara-negara yang telah kami masuki utk memastikan apa yang kami bawa bukan barang2 haram yang boleh membawa ancaman kepada negara-negara tersebut. Apabila tiba di setiap perairan ada saja tentera marin ataupon penguatkuasa laut yang datang utk memeriksa. Jika ada keraguan kapal kami ditahan sementara utk pengesahan. Apabila kapal kami tiba di lautan atlantik satu detik hati yang begitu risau apabila melihat sekitar lautan yang tiada pulau bermakna kami berada di tengah-tengah lautan atlantik yang luas dan menurut kapten kapal inilah dia laluan segitiga bermuda.

Bahtiar dan ramzul seperti kerisauan melihat sesama sendiri. Ketika berada di bilik kawalan kapal aku bertanya kepada kapten yang bernama zulfakar. ”Apa… kapten tak berasa risau melalui laluan ni?”, tanyaku dengan penuh berani. “Ini pertama kali saya mengikuti laluan ni… sebelum ini kawan saya yang juga kapten kapal bernama john barios penah melalui laluan ini dan selepas dia menghantar barang di miami sesampainya beliau di pelabuhan para petugas menemui hanya dia seorang sahaja di atas kapal yang lain telah tiada walaupon semasa belayar sebanyak 30 crew yang menyertai pelayaran itu dari england, dan beliau disahkan gila kerana setiap saat beliau mengatakan ada makhluk ganjil yang sedang mengganas di pertengahan laut atlantik seperti menunggu utk membaham kapal-kapal yang melalui laluan ini. Sebab itulah saya juga mencari jawapan segala kebenaran yang dia katakan”, kata beliau dengan nada yang sedikit kesedihan. Aku terdiam dan hanya menghayati kesdihan kapten zul yang benar2 terasa dengan apa yang terjadi dengan sahabatnya itu.

Aku kembali ke bahagian tengah kapal dan melihat ke ke lautan yang sedikit berkabus. Sut yang kami pakai mengelakkan daripada terasa kedinginan yg melampau tatkala angin lautan atlantik yang melanda sekala sekala deras. Ramzul dan bahtiar sudah melakukan rondaan sekeliling bersama dengan pasukan keselamatan yang ditugaskan menjaga keselamatan kapal ini. Kebanyakannya melayu dan seorang adalah berbangsa singh. Dalam penghayatan aku di lautan tiba2 bahtiar menggoncang bahuku dengan laju, ” weiii.. korang nampak tak kat sana?”. Tuju jari bahtiar ke selatan laut. Aku dan ramzul pantas melihat.. namun aku dan ramzul tak dapat melihat apa2 kecuali kabus yang semakin tebal dan hitam. ”Mana, tak ada apa2 pon”, pintas ramzul. ”Ada aku mmg nampak tadi”, yakin kata2 bahtiar itu. ”Apa yang kamu nampak”, kata ku. “Aku nmpak kapal”, jawab bahtiar. “Ahhh.. kapal pon mau kecoh ka? biasa la kapal memang lalu sini”, pintas ramzul lagi. ”Takk, aku nampak kapal zaman portugis”, yakin bahtiar lagi. ”Biar betul kamu ni bahtiar?”, tanya ku dengan penuh kepastian. Aku sekali lagi mengamati betul2 apa yang bahtiar katakan, mataku melihat sekeliling apakah benar dakwaan bahtiar tadi, kabus semakin lama semakin tebal dan hitam.

Tiba2 mataku terpandang satu objek di selatan laut yang berada di dalam kabus2 semakin lama semakin objek itu menampakkan diri dan sah ianya sebuah kapal perang lama.. “Ramzulll.. minorrr”, jerit aku meminta ramzul teropong. Ramzul segera memberi padaku, beliau pon sudah dapat melihat kapal tersebut. Aku melihat kapal tersebut dengan teropong.. semakin lama semakin dekat dan apabila ternampak satu nama dikapal tersebut aku terus diselubungi keresahan. Mana taknya nama kapal tersebut dikenali sebagai SANTA MARIA kapal perang yang pernah dinaiki oleh kapten columbus pada tahun 1492 dan pernah melaui perairan atlantik ini utk mendarat di bahamas .

Hati aku sekali lagi berdegup detap apakah ini realiti kerana apa yang ternampak dimata disaksikan juga oleh para krew kapal yang lain.. mereka semua terpegun dengan kapal yang sudah berusia beratus lamanya belayar setara dengan kapal yang sedang kami naiki ini. Bahkan dari tadi kami rasakan seperti kelajuan kapal yang berada 500 meter dari kapal kargo kami ini setara sahaja. sekali lagi teropong diarah ke kapal berusia beratus tahun itu dengan tujuan ingin melihat penghuni dan crew kapal tersebut apakah ada penghuninya. Tiada nampak sebarang kelibat manusia pon didalam kapal tersebut. Tiba-tiba siren kapal kargo kami kedengaran. Aku pantas naik ke dek pengemudi yang melihatkan kapten zulfakar dalam keadaan cemas.. ”Apa yang terjadi kapten?”. “Entahlah saya tak pasti tetapi tadi saya ternampak seekor binatang yang besar sedang melintas didepan kapal seperti dinosour tengkuknya panjang dan pantas menenggelamkan diri”, kata kapten zul. Aku melihat kembali di luar.. kapal santa maria itu masih ada dan seiring dengan kapal ini.

Awan tiba2 gelap di depan kami seperti ada ribut yang mahu melanda petir sekali sekala menyambar disertakan dengan guruh namun tanda2 hujan tidak kelihatan. Ramzul dan bahtiar kedua2nya seperti terpaku apabila dipanggil nama seperti tiada respon dari mereka. Aku turun dan membaca bismillah kemudian dihembus kemuka mereka. Alhamdulillah mereka sedar. ”Apa yang kita nak buat ni?”, kata bahtiar. Angin semakin kencang. Para krew kapal bertempiaran sesama sendiri mencari perlindungan tatakala kapal seperti hilang keseimbangan. Para pasukan keselamatan pon banyak yang tergolek dan kami berpaut di sisi kapal aku melihat ke depan. ”Ahh kapal ni tak bergerak ni.. kabus itu yang datang menghampiri , kataku.

Sebab aku kata begitu kerana melihat di awan terdapat beberapa ekor burung yang tidak bergerak dan masih berada di posisi sama begitu juga kapal santa maria yang seiring dengan kapal kami tidak seperti bergerak langsung. Ramzul dan bahtiar masih berpaut dengan senjata masing2 dah jatuh kemana aku pon tak tau dengan keadaan kapal yang tidak stabil. ”Ya Allah.. apa yang mahu kamu berikan ini aku dan rakan2 tetap tabah utk hadapinya”, kataku di hati kecil. Dengan tak semana2 ada satu gelombang yang muncul didepan kapal merempuh kami dan kesemua krew termasuk aku dan rakan2 tersungkur jatuh dan muntah semuntah2nya, ya Allah azab nya keadaan ini seperti nak tercabut nyawa ketika gelombang itu merempuh kapal kami.

Kilat terus sambar menyambar dan kabus hitam tebal itu semakin hampir baru kami semua krew nak berdiri teguh kembali sekali lagi gelombang itu muncul dan menghentam kami.. Ahhh.. terbaring kembali dan muntah2 kami lagi dan senaknya hanya Allah sahaja yang tahu. Aku gagahkan utk berdiri tatkala krew2 yang lain sudah seperti tak mampu utk berdiri termasuk rakan2 ku ramzul dan bahtiar. Aku terus meluru ke dek kapten melihatkan mereka juga dah terbaring dilantai dengan muntah2 yang berselerakan. Aku papah kapten zulfakar dan terus kapten itu berkata, “cepat AZAN.. tengok tuu”. kapten menunjuk jari ke depan. Ya Allah kabus hitam itu menyerupai seperti sekujur tubuh manusia yang besar dengan gagah datang kearah kami. Dengan mulutnya terbuka luas seperti gembira mahu menjamah kami. Tatkala itu muncul satu pusiran air laut yang besar dibelakangnya. Hanya Allah yang mengetahui apa yang terjadi kepada kami ini dan hanya Dia lah sahaja penyelamat kami.

Aku memberanikan diri dan terus kedepan kapal mengadap kabus lembaga itu dengan penuh kemarahan yang sedang mara dengan hanya 200 meter sahaja. Kapal ini tak bergerak. Tangan kananku ditekup ke telinga dan dengan nafas panjang aku Azan dengan hati yang berserah padaNYA dan berkata hati ku, “ALLAH MAHA BESAR… ALLAH MAHA BESAR. Biarlah nyawaku diambil lembaga ini dan selamatkanlah nyawa rakan-rakanku diatas kapal ini”. Tengahku bertarung nyawa didepan kapal terdengar pula dibelakang suara yang ramai melaungkan Azan, dan apabila didalam kapal itu bergema Azan. Selesai Azan telingaku seperti dengan jelas terdengar dari mana datangnya tetapi dekat di telinga satu ayat berbunyi ,” Wa ja ‘alna mim baini aidihim saddaw wa min kholfihim saddan fa agsyaina hum fa hum laa yubsiruun”, diulang banyak kali dan sememangnya jelas di anak telinga ini dan dengan sepontan aku mengikutinya dan krew2 yang hampir pon melafazkannya dengan izin Allah segala kabus hitam hilang dari pandangan termasuk kapal santa maria yang berada seiring dengan kami diikuti pula cahaya matahari yang terang seperti menghalau kabus2 hitam itu terus menguasai lautan.

Pusaran air juga hilang dari pandangan yang terlihat hanyalah sebuah lautan yang membiru. Aku melutut kesyukuran dengan peluh membasahi seluruh tubuh menadah tangan sambil berkata, ”TIADA SANGSI LAGI ENGKAULAH MAHA PENCIPTA DAN PENYELAMAT KAMI YA ALLAH SYUKUR KEHADRATMU”. Krew2 yang lain memapahku ke dok kapal kerana menyedari betapa tidak bermayanya aku. Keadaan pulih seperti biasa ramzul dan bahtiar seperti tidak percaya dengan apa yang aku lakukan diatas kapal ini dan tak seberapa lama kemudian kapal kami tiba di pelabuhan bahamas dengan penuh cerita yang terjadi dan mereka juga memahaminya melihat situasi kami yang sedikit tidak terurus. Apabila barang2 kargo di serahkan kami bermalam hampir tiga hari di bahamas macam-macam cerita yang kami dengar dari mulut penduduk itu sendiri perkara yang sama pernah terjadi kepada kapal yang lain dan yang bernasib baik lepas yang tidak akan hilang begitu sahaja.

Lautan atlantik pernah digelar seperti jalan mati oleh penjelajah lama yang bernama kapten columbus, seorang kapten yang pernah mengemudi kapal santa maria yang kami jumpai di tengah lautan atlantik.

Perjalanan pulang kami tempuhi dengan selamat apabila kebanyakan krew kapal berwirid dan berzikir. Kami juga berjemaah beramai2 ditengah2 kapal bacaan yassin juga tidak terlepas dan apabila dibaca ayat 1-9 yassin itulah dia ayat yang didengar dicelah2 telinga semasa berhadapan dengan musibah yang terjadi. Yang baiknya apabila ahli pasukan keselamatan yang berbangsa singh mahu memeluk islam kerana melihat kebesaran yang benar dari Allah yang maha esa sehingga terbuka pintu hatinya utk memeluk islam. Syukur alhamdulillah..

Perjalanan kami selamat ke tanah air selepas 3 minggu belayar dari bahamas dan membawa pengalaman yang tak ternilai semasa berada di lautan Atlantik..

ALLAH MAHA BESAR… ALLAH MAHA BESAR..

(Video)Pernah Tengok Dr Zakir Naik Marah? Ini Dia Kemarahan Beliau Meletus, Memang PUAS HATI Dia Marah Budak Ni…

(Video)Pernah Tengok Dr Zakir Naik Marah? Ini Dia Kemarahan Beliau Meletus, Memang PUAS HATI Dia Marah Budak Ni…

Memang TERBAKAR betul Dr Zakir bila dengar budak ni cakap, ni antara dialog-dialog kemarahan beliau, yang lain anda boleh tonton sendiri dalam video dibawah:

video:

Dr Zakir Naik Seorang Pendakwah yang Berpengetahuan Luas

Dr zakir naik merupakan seorang da’i agama Islam yang seringnya menyampaikan dakwah melalui ceramah serta debat terbuka di seluruh dunia. Selain dikenal sebagai seorang pendakwah, beliau juga seorang penulis buku Islam terkenal yang setiap karyanya begitu menarik perhatian dunia. Lahir pada tanggal 18 Oktober 1965, beliau secara profesi adalah seorang dokter medis yang mendapatkan gelar dari Maharashtra sebagai Bachelor of Medicine and Surgery (MBBS). Sedangkan berdakwah Islam sudah dilakukan Naik sejak tahun 1991. Melalui segala ceramah yang diberikannya, beliau menyatakan bahwa tujuannya berdakwah adalah untuk membangkitkan dasar-dasar penting tentang arti Islam yang sesungguhnya. Dimana dasar tersebut sempat memudar di kebanyakan remaja Muslim. Memudarnya dasar-dasar agama pada remaja ini disinyalir karena adanya konteks modernitas yang menjamur.

zakir naik

Lahir di Mumbai, dr zakir naik adalah seorang presiden dan juga pendiri dari Islamic Research Foundation (IRF). IRF merupakan sebuah organisasi nirlaba yang dibesut oleh beliau untuk menyiarkan jaringan saluran TV tentang islam secara gratis yaitu Peace TV Mumbai, India. Naik merupakan seseorang yang memiliki keturunan Konkani. Beliau mengecap pelajaran sekolah di St. Peter’s High School (ICSE) kota Mumbai. Setelah itu dilanjut dengan bergabung bersama Kishinch and Chellaram College serta mendalami ilmu kesehatan di Topiwala National Medical College and Nair Hospital Mumbai. Gelar MBBS yang dimiliki Naik diperoleh dari University of Mumbai.

Dakwah Secara Perbandingan Agama

Dalam hal berdakwah, Naik mengungkapkan bahwa beliau terinspirasi dari Ahmed Deedat. Inspirator Naik ini diketahui telah berada di dunia dakwah sejak 40 tahun lamanya. Inti dari dakwah yang disebarkan Naik adalah menyadarkan remaja untuk kembali mencintai dan menyayangi agama Islam yang dianggap sebagian orang sebagai agama yang kuno dan membosankan. Beliau mengatakan bahwa sudah tugas setiap umat muslim untuk melawan serta menghilangkan kesalahpahaman yang menyerang Islam. Disamping itu, dr zakir naik juga menulis dan berdakwah mengenai perbandingan agama Islam. Dimana di dalamnya memberikan pandangan-pandangan mengenai perbandingan agama dan mengapa Islam menjadi agama yang paling baik diantara agama lainnya. Hal tersebut ditujukan untuk menghapus keraguan umat muslim dan dunia tentang Islam. Majalah di India yang banyak menerbitkan artikel mengenai Naik adalah Islamic Voice.

Kontroversi dakwah yang diberikan dr zakir naik terkait perbandingan agama di dunia ini memang mengundang rasa penasaran agama lainnya. Maka dari itu tak heran jika disetiap kegiatan ceramahnya tak hanya diwarnai dengan umat muslim saja. Bahkan mendengar ceramah yang diberikan Naik, tak jarang umat non muslim yang mulai memeluk agama Islam sebagai agama terbaik dalam hidupnya. Seorang sosiolog terkenal Thomas Blom Hansen, menuliskan bahwa cara Naik berdakwah dengan memegang teguh pada Al Qur’an dan juga hadits yang dijelaskan menggunakan berbagai bahasa kemudian bepergian dari satu negara ke negara lainnya menjadikan Naik begitu terkenal di kalangan umat muslim dan juga non muslim.

Tak hanya memiliki banyak hadirin di setiap ceramahnya, banyak pula kegiatan ceramahnya yang direkam kemudian diunggah ke dunia maya misalnya Youtube yang banyak ditonton oleh berbagai kalangan dunia. Setiap ceramah agama yang diunggah ke media internet, setidaknya Naik memiliki ribuan penonton yang menjadi hadirin. Tak hanya disebarkan melalui media internet, ceramah yang diberikan oleh Naik juga didistribusikan melalui DVD yang umumnya direkam ke dalam bahasa Inggris. Topik dakwah yang beliau berikan kepada hadirinnya biasanya memuat tema mengenai “Islam dan Sekularisme”, “Islam seiring dengan Ilmu Pengetahuan Modern”, “Perbandingan Islam dengan agama lainnya” dan lain sebagainya.

Setelah dr zakir naik memberikan materi ceramahnya, beliau biasanya akan membuka sesi diskusi. Dan seringnya sesi tersebut justru dipenuhi oleh pertanyaan-pertanyaan umat non muslim terkait islam dan segala ajarannya. Setidaknya hampir setiap agama menghadiri ceramah yang diberikan oleh Naik mulai dari Kristen, Budha, Hindu bahkan yang tak memiliki agama seperti Atheis sekalipun. Setiap pertanyaan yang dilontarkan oleh para hadirinnya, Naik seolah bisa menjawabnya dengan sangat bijaksana sehingga umat non muslim yang menontonnya pun merasa dihargai dan dihormati. Respek yang diberikan itulah yang membuat banyak umat non muslim semakin penasaran tentang Islam. Meskipun pertanyaan yang diberikan bisa dikatakan menentang Islam, Naik tak pernah kehabisan kata untuk memberikan jawaban yang sebenar-benarnya tanpa harus ditutupi berdasarkan pedoman yang beliau pegang yaitu Al-Qur’an dan juga Hadist. Selain itu, jawaban yang diberikan Naik biasanya juga diungkapkan melalui pengandaian-pengandaian yang masuk logika siapapun yang mendengarnya sehingga para umat non muslim yang menentang Islam tersebut dapat meyakini jawaban yang diberikan.

Dr zakir naik berdakwah bukan tanpa ilmu yang memadai. Sebab beliau memiliki kemampuan menghafal yang sangat kuat. Sehingga tak hanya mampu menghafalkan setiap ayat yang ada dalam Al-Qur’an dan serta hadits Shahih Bukhari Muslim, beliau juga diketahui memiliki pengetahuan dan menguasai kitab agama Hindu yaitu Bhagavad gita, Weda dan juga Tripitaka. Pengetahuan yang luas itulah yang kemudian menggerakkan hati para hadirin yang menganut agama Hindu untuk memeluk agama Islam sebagai mu’allaf. Tanpa ragu, beliau juga memberikan penjelasan mengenai Islam dengan mengoreksi pendeta dan pastur yang salah dalam menjelaskan ayat-ayat yang terdapat dalam kitab injil atau bibble.

Dakwahnya yang diadakan di Mumbai pada ajang Konferensi Damai pada tahun 2007 bahkan sempat mengundang kemarahan anggota komunitas Syiah saat beliau menyebutkan “Radhiyallah taa’la anhu” atau dalam bahasa Indonesia Semoga Allah meridhoinya) untuk para Yazid. Melihat hal tersebut maka tak heran jika banyak orang Syiah yang menyebarkan fitnah untuk menjatuhkan Naik, salah satu fitnah yang beredar terkait dr zakir naik adalah isu Wahabi.

Sekarang ini sudah banyak dakwah dr zakir naik yang disertai dengan subtitle bahasa Indonesia. Sehingga tak jarang masyarakat tanah air juga mengikuti perkembangan ceramah yang diberikan Naik dalam setiap kesempatan.

TALIBAN: “Satu Helai Saja Rambutnya Jatuh, New Delhi Akan Rata Dengan Tanah”, Ini Respond Keras Taliban Kepada Kerajaan India Yang Ancam Mahu Siksa Dr Zakir Naik…

TALIBAN: “Satu Helai Saja Rambutnya Jatuh, New Delhi Akan Rata Dengan Tanah”, Ini Respond Keras Taliban Kepada Kerajaan India Yang Ancam Mahu Siksa Dr Zakir Naik…

Taliban bereaksi keras atas ancaman india terhadap ulama tersohor dokter zakir naik.sejurus ulama itu melaporkan niatnya buat tidak pulang ke india guna kerana dituduh sebagai pengganas agama.

dikutip dari malaysia today, minggu ini, zakir naik sekali lagi menegaskan bahawa dirinya bersedia ditilik atas tuduhan menyebarkan propaganda terorisme seperti yang mahu diselidik autoriti india, namun dia cuma mahu elak sebarang ancaman siksa buat dirinya.

“saya tidak mahu disiksa, ” katanya, minggu ini. “saya sudah berkata kalau hendak jalankan penyiasatan atau temubuat perkara tersebut boleh dibuat melalui skype, telepon, mahupun rakaman video, ” ucapnya.

“jika aku pulang ke India, mereka hendak menyiksa aku. buat apa aku kembali? ” tutur laki – laki yang telah jadi penduduk tetap malaysia sepanjang 5 tahun terakhir itu.

terlebih lagi zakir naik mempersilakan pemerintah india mencarinya di malaysia jika mereka mahu libatkan interpol dalam penyiasatan berkaitan terorisme terhadapnya. menurut Dr Zakir penyiksaan, adalah perkara biasa di India terhadap umat muslim.

zakir naik dikala ini masih jadi buruan pihak india dalam kaitan dengan penyelidikan permasalahan terorisme. organisasi yang dipandu zakir naik, islamic research foundation (irf) , jadi fokus penyelidikan terpaut dengan terorisme di india. organisasi itu telah dilarang di india.

sedangkan itu, juru bicara taliban, zabihullah mujahid berkata kalau ancaman itu menggambarkan wujud penghinaan tehadap umat islam di dunia.

“kami tidak hendak membiarkan perkara itu terjadi. seandainya satu helai saja rambut doktor zakir naik jatuh akibat siksaan polis india, kami tidak dapat jamin New delhi masih wujud seperti sekarang, ” ucap mujahid, dikutip dari afp.

seperti semua tahu, taliban baru saja menggoncang dunia dengan melaksanakan penyerangan terhadap suatu pangkalan tentera afghanistan.

akibat gempuran itu, lebih dari 100 orang maut dan juga cedera. seseorang pejabat berkata kepada reuters, paling tidak terdapat 140 tentara maut dan juga banyak yang cedera. pejabat lain berkata, jumlah korban tewas dapat lebih banyak lagi.

(Video)KISAH BENAR: Ketika Dengar “ALLAHUAKBAR” Kami Sangat Gerun Dan Terkencing Di Dalam Seluar!!!

(Video)KISAH BENAR: Ketika Dengar “ALLAHUAKBAR” Kami Sangat Gerun Dan Terkencing Di Dalam Seluar!!!

Inilah senjata utama para mujahid di jalan Allah Ta’ala yang berperang melawan pencerobohan kafir, komunis, munafiq, dan Yahudi terlaknat. Walaupun nampak kuat di mata namun salah seorang tentara Rusia berkata dalam nada ketakutan,

“Saat mendengar ‘Allahu Akbar’, kami terkencing di dalam seluar ketakutan.”

Sekuat manakah senjata yang disebut sebagai roket ‘Allahu Akbar’ oleh tentara Uni Soviet (Rusia) ini?

Senjata utama para mujahid di jalan Allah Ta’ala bukanlah batu, pisau, senapan, roket, tank baja, atau yang lain. Satu-satunya senjata utama yang digunakan dalam setiap jihad adalah keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Ta’ala. Itulah sebaik-baik senjata dan yang menjadi sebab utama kemenangan para mujahid.

Jika dilihat dari persenjataan, perlengkapan perang, dan jumlahnya, yang dimiliki para mujahid bukanlah apa-apa. Akan tetapi, para mujahid senantiasa diberi pertolongan oleh Allah Ta’ala sehingga tak pernah takut atau gentar dalam melawan musuh-musuh Allah Ta’ala. Memangnya, siapa yang bisa melawan Allah Ta’ala Yang Mahakuasa?

Keimanan dan ketaqwaan itulah yang membuat mereka yakin dan menggunakan senjata apa pun sebagai bentuk ikhtiar. Maka, dengan ucapan ‘Allahu Akbar’, batu kecil pun bisa menjadi sarana jatuhnya pesawat tempur. Pun dengan pisau, tongkat, atau barang-barang lain yang tak bisa disebut senjata dalam kaca mata peperangan.

Di Afghanistan, tentara Uni Soviet terkencing-kencing saat mendengar kalimat ‘Allahu Akbar’. Saking bodohnya, mereka mengira bahwa ‘Allahu Akbar’ ini sejenis roket atau persenjataan. Alhasil, mereka mengerahkan berbagai kemampuan seraya mengatakan, “Kami mencari-cari senjata penangkal roket ‘Allahu Akbar’.”

Kesaksian lainnya berasal dari seorang wartawan Perancis. Katanya menegaskan, “Saya seperti melihat Allah di Afghanistan (medan jihad).”

Sedangkan wartawan Italia yang bertugas menyuplai berita bagi Partai Komunis di Negeri Pizza itu menyampaikan kesaksian tentang keajaiban di Afghanistan hingga dirinya memilih memeluk Islam.

Katanya, “Saya melihat kawanan burung membela Mujahidin di sekitar pesawat tempur (Uni Soviet). Saya tidak akan mengingkari apa yang saya lihat dengan mata dan kepala saya sendiri. Percaya atau tidak, itu urusan kalian.”

Mahabenar Allah Ta’ala dengan segala Firman-Nya. Dia tidak akan memerintahkan sesuatu, kecuali terdapat kebaikan yang banyak di dalamnya. Bersyukurlah kaum Muslimin yang diberi nikmat jihad. Sebab Allah Ta’ala memuliakan kalian di dunia dan akhirat.

video:

Ya Allah, matikan kami dalam syahid di jalan-Mu