Category: ibadah

“Allahummaba Riklana” Rahsia Doa Makan Yang Langsung Kita Tak Peduli!

“Allahummaba Riklana” Rahsia Doa Makan Yang Langsung Kita Tak Peduli!

Dalam perjalanan mencari ilmu, Tuan Guru Habib Lutfi bin Yahya bertemu Kiyai Tua. Habib yang masih muda waktu itu kehairanan menyaksikan akhlak Kiyai. Waktu ada butiran nasi yang terjatuh lalu dipungut dan dikembalikan ke pinggan untuk dimakan kembali.

“Kenapa harus dikutip? Kan hanya nasi sebutir,” tanya Habib muda menduga.

“Jangan sekadar lihat ianya sebutir nasi. Adakah kamu boleh mencipta sebutir ni seorang diri sehingga jadi nasi?”

Habib muda terdiam. Kiyai Tua melanjutkan bicara.

“Ketahuilah. Waktu kita makan nasi, Allah dah menyatukan peranan ramai manusia. Nasi Bin Beras Bin Padi. Mula dari mencangkul, menggaru, buat bendang, menanam benih, memupuk, menjaga huma sampai membanting padi ada jasa banyak orang.

Kemudian dari tanaman padi jadi beras dan jadi nasi. Terlalu ramai hamba Allah terlibat sampai jadi nasi.”

“Jadi kalau ada sebutir nasi sekalipun jatuh, ambillah. Jangan sebab masih banyak dalam pinggan, kita biarkan yang sebutir. Itu salah satu bentuk takabur, dan Allah tak suka manusia yang takabur. Kalau tak kotor dan tak bawa mudarat pada kesihatan kita, ambil dan satukan dengan nasi lainnya, sebagai tanda syukur kita”.

Habib muda mengangguk.

“Sebab itulah sebelum makan, kita diajarkan doa: Allahumma bariklana (Ya Allah berkatilah kami). Bukan Allahumma barikli (Ya Allah berkatilah aku), walaupun waktu tu kita makan sendirian.

“Lana” itu maknanya untuk semuanya:
Mulai petani, pedagang, pengangkut, pemasak sampai penyaji semuanya termaktub dalam doa tu. Jadi doa tu merupakan ucapan syukur kita serta mendoakan semua orang yang ada peranan dalam kehadiran nasi yang kita makan.”

“Dan kenapa dalam doa makan ada ayat: Waqina ‘adzaban nar (Jagalah kami dari azab neraka). Apa hubungan, makan dengan neraka pula?”

“Saya tak tahu,” jawab Habib muda.

“Begini. Kita makan ini hanya wasilah. Yang bagi kita ‘rasa kenyang’ adalah Allah. Kalau kita makan dan anggap yang bagi kenyang adalah makanan yang kita makan, maka takut itu akan menjatuhkan kita dalam kemusyrikan. Syirik! Dosa terbesar!”

“Astaghfirullahal‘adhim…” Habib muda, tak menyangka langsung makna doa makan sedalam itu.

• Catatan oleh Tuan Guru Maulana Habib Lutfi Bin Yahya, Pekalongan, Jawa Tengah, Indonesia
• Transilasi oleh TFA
• Gambar sekadar hiasan

🙏🏼

————-

Manusia hari ni, baru mengaji satu-dua kitab, ada PhD sikit, dah pandai kafirkan orang, bid’ahkan orang bila tadah tangan, baca doa makan..

Ajak orang ikut kau, ikut Sunnah, tapi akhlak kau sendiri ke lauttttttt

Kredit: Tun Farul Azri

(Video)Inilah Pidato Rasulullah Yang Menggemparkan Dunia Sehingga Bertali Arus Orang Kafir Masuk Islam

(Video)Inilah Pidato Rasulullah Yang Menggemparkan Dunia Sehingga Bertali Arus Orang Kafir Masuk Islam

PIDATO PERPISAHAN RASULULLAH SHOLLALLAHU’ALAIHI WASSALLAM (Deklarasi Arafah – Sebelum Wafat)

Assalamu’alaikum warohmatuloh wabarokatuh

Segala puji bagi Allah Subhanahu wa ta’ala yg tlah memberi sebaik-baik nikmat berupa Iman dan Islam. Salawat dan doa keselamatanku terlimpahkan selalu kpd Nabi Agung Muhammad Shollallahu ‘alaihi wassallam berserta keluarga dan para sahabatnya.Amin

Saat ini seluruh umat Islam, jemaah haji seluruh dunia sedang melaksanakan Wukuf di Padang Arafah.Keadaan di Arafah ini merupakan replika di Padang Mahsyar saat manusia dibangkitkan kembali dari kematian oleh Allah Subhanahu wa ta’ala.Saat itu semua manusia sama di hadapan Allah Subhanahu wa ta’ala, yang membedakan hanyalah kualitas imannya.

Wukuf secara harafiah berarti berdiam diri. Wukuf di Arafah adalah berada di Arafah pada waktu antara tergelincirnya matahari (tengah hari) tanggal 9 Dzulhijah sampai matahari terbenam dengan berpakaian ihram.

Menjelang wafatnya, di tempat inilah di Padang Arafah, Nabi Muhammad Shollallahu ‘alaihi wassallam berkhutbah yang kemudian dikenal dengan Khutbatul Wada’ atau pidato perpisahan. Pidato ini merupakan salah satu puncak dari sejarah ajaran Islam. Khutbah Nabi ini merupakan khutbah kemanusiaan. Karena itu, keberhasilan kita memahami dan menangkap makna dari khutbah Nabi adalah bagian terpenting dalam memahami dan menangkap pesan-pesan kemanusiaan dalam ajaran Islam, sarat dengan nilai-nilai akhlak dan persaudaraan bagi seluruh umat manusia.

Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wassallam melaksanakan ibadah haji 1x yaitu pada tahun ke 10 Hijriyah, dengan diikuti oleh 124.000 Mukmin. Berdiri di Jabal Rahmah, menjelang waktu shalat Dzuhur. Bilal ra dan Rabiah bin Khalaf mengulangi kalimat-kalimat Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wassallam untuk para jamaah yang berada jauh dari tempat berdiri Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wassallam

INILAH ISI DARI PIDATO PERPISAHAN BELIAU YANG TERKASIH BAGINDA RASULULLAH MUHAMMAD Shollallahu ‘alaihi wassallam PADA KITA SEMUA :

“Wahai manusia sekalian, dengarkanlah perkataanku ini, karena aku tidak mengetahui apakah aku dapat menjumpaimu lagi setelah tahun ini di tempat wukuf ini.

Wahai manusia sekalian,

Sesungguhnya darah kamu dan harta kekayaan kamu merupakan kemuliaan ( haram dirusak oleh orang lain ) bagi kamu sekalian, sebagaimana mulianya hari ini di bulan yang mulia ini, di negeri yang mulia ini.

Ketahuilah sesungguhnya segala tradisi jahiliyah mulai hari ini tidak boleh dipakai lagi. Segala sesuatu yang berkaitan dengan perkara kemanusiaan ( seperti pembunuhan, dendam, dan lain-lain ) yang telah terjadi di masa jahiliyah, semuanya batal dan tidak boleh berlaku lagi. (Sebagai contoh ) hari ini aku nyatakan pembatalan pembunuhan balasan atas terbunuhnya Ibnu Rabi’ah bin Haris yang terjadi pada masa jahiliyah dahulu.

Transaksi riba yang dilakukan pada masa jahiliyah juga tidak sudah tidak berlaku lagi sejak hari ini. Transaksi yang aku nyatakan tidak berlaku lagi adalah transaksi riba Abbas bin Abdul Muthalib. Sesungguhnya seluruh transaksi riba itu semuanya batal dan tidak berlaku lagi.

Wahai manusia sekalian,

Sesungguhnya syetan itu telah putus asa untuk dapat disembah oleh manusia di negeri ini, akan tetapi syetan itu masih terus berusaha (untuk menganggu kamu ) dengan cara yang lain . Syetan akan merasa puas jika kamu sekalian melakukan perbuatan yang tercela. Oleh karena itu hendaklah kamu menjaga agama kamu dengan baik.

Wahai manusia sekalian,

Sesungguhnya merubah-rubah bulan suci itu akan menambah kekafiran. Dengan cara itulah orang-orang kafir menjadi tersesat. Pada tahun yang satu mereka langgar dan pada tahun yang lain mereka sucikan untuk disesuaikan dengan hitungan yang telah ditetapkan kesuciannya oleh Allah. Kemudian kamu menghalalkan apa yang telah diharamkan Allah sdan mengharamkan apa yang telah dihalalkanNya.

Sesungguhnya zaman akan terus berputar, seperti keadaan berputarnya pada waktu Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun adalah dua belas bulan. Empat bulan diantaranya adalah bulan-bulan suci. Tiga bulan berturut-turut : Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah, dan Muharram. Bulan Rajab adalah bulan antara bulan Jumadil Akhir dan bulan Sya’ban.

Takutlah kepada Allah dalam bersikap kepada kaum wanita, karena kamu telah mengambil mereka (menjadi isteri ) dengan amanah Allah dan kehormatan mereka telah dihalalkan bagi kamu sekalian dengan nama Allah.

Sesungguhnya kamu mempunyai kewajiban terhadap isteri-isteri kamu dan isteri kamu mempunyai kewajiban terhadap diri kamu. Kewajiban mereka terhadap kamu adalah mereka tidak boleh memberi izin masuk orang yang tidak kamu suka ke dalam rumah kamu. Jika mereka melakukan hal demikian, maka pukullah mereka dengan pukulan yang tidak membahayakan. Sedangkan kewajiban kamu terhadap mereka adalah memberi nafkah, dan pakaian yang baik kepada mereka.

Maka perhatikanlah perkataanku ini, wahai manusia sekalian..sesungguhnya aku telah menyampaikannya..

Aku tinggalkan sesuatu bagi kamu sekalian. Jika kamu berpegang teguh dengan apa yang aku tinggalkan itu, maka kamu tidak akan tersesat selama-lamanya. Itulah Kitab Allah (Al-Quran ) dan sunnah nabiNya (Al-Hadits ).

Wahai manusia sekalian..dengarkanlah dan ta’atlah kamu kepada pemimpin kamu , walaupun kamu dipimpin oleh seorang hamba sahaya dari negeri Habsyah yang berhidung pesek, selama dia tetap menjalankan ajaran kitabullah (Al- Quran ) kepada kalian semua.

Lakukanlah sikap yang baik terhadap hamba sahaya. Berikanlah makan kepada mereka dengan apa yang kamu makan dan berikanlah pakaian kepada mereka dengan pakaian yang kamu pakai. Jika mereka melakukan sesuatu kesalahan yang tidak dapat kamu ma’afkan, maka juallah hamba sahaya tersebut dan janganlah kamu menyiksa mereka.

Wahai manuisia sekalian.

Dengarkanlah perkataanku ini dan perhatikanlah.
Ketahuilah oleh kamu sekalian, bahwa setiap muslim itu adalah saudara bagi muslim yang lain, dan semua kaum muslimin itu adalah bersaudara. Seseorang tidak dibenarkan mengambil sesuatu milik saudaranya kecuali dengan senang hati yang telah diberikannya dengan senang hati. Oleh sebab itu janganlah kamu menganiaya diri kamu sendiri.

Ya Allah..sudahkah aku menyampaikan pesan ini kepada mereka..?

Kamu sekalian akan menemui Allah, maka setelah kepergianku nanti janganlah kamu menjadi sesat seperti sebagian kamu memukul tengkuk sebagian yang lain.

Hendaklah mereka yang hadir dan mendengar khutbah ini menyampaikan kepada mereka yang tidak hadir. Mungkin nanti orang yang mendengar berita tentang khutbah ini lebih memahami daripada mereka yang mendengar langsung pada hari ini.

Kalau kamu semua nanti akan ditanya tentang aku, maka apakah yang akan kamu katakan ? Semua yang hadir menjawab : Kami bersaksi bahwa engkau telah menyampaikan tentang kerasulanmu, engkau telah menunaikan amanah, dan telah memberikan nasehat. Sambil menunjuk ke langit, Nabi Muhammad kemudian bersabda : ” Ya allah, saksikanlah pernyataan mereka ini..Ya Allah saksikanlah pernyatan mereka ini..Ya allah saksikanlah pernyataan mereka ini..Ya Allah saksikanlah pernyatan mereka ini ” [Hadits Bukhari dan Muslim].

CATATAN MHC:
Nabi Muhammad Shollallahu ‘alaihi wassallam mengutarakan secara berulang-ulang di sela-sela pidatonya kepada lautan manusia yang menyemut di padang Arafah itu. Katanya: ”Ala Falyuballigh al-Syahidz Minkum al-Ghaib” (Ingat, hendaklah orang yang hadir di antara kamu menyampaikan ”Deklarasi Arafah” ini kepada yang tidak hadir).

Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wassallam menutup khutbah beliau dengan Assalaamu’alaikum (semoga Allah Subhanahu wa ta’ala melimpahkan keselamatan, kedamaian, kesejahteraan atas diri kamu sekalian). Sesudah Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wassallam menutup khutbah beliau, Allah Subhanahu wa ta’ala pun menurunkan wahyu-Nya. Wahyu itu adalah wahyu terakhir yaitu ayat ke-3 dari Surah Al-Ma’idah: “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.”

Wassalamu’alaikum warohmatuloh wabarokatuh.

Sumber : hajiumroh.com, hidayatullah.com (http://www.hidayatullah.com/index.php?option=com_content&view=article&id=8107:pesan-rasulullah-dalam-khotbah-arafah-&catid=68:opini&Itemid=68), deklarasi Arafah(http://www.republika.co.id/berita/90895/Deklarasi_Arafah), http://swaramuslim.net/islam/more.php?id=A897_0_4_0_M, http://www.mail-archive.com/daarut-tauhiid@yahoogroups.com/msg06530.html (Historical Events of Makkah, Imtiaz Ahmad, M. Sc., M. Phil (London))

Di Hari Kiamat nanti, Inilah Golongan Umat Islam yang akan Diusir Rasulullah!!!

Di Hari Kiamat nanti, Inilah Golongan Umat Islam yang akan Diusir Rasulullah!!!

Di Hari Kiamat nanti, Inilah Golongan Umat Islam yang akan Diusir Rasulullah

KITA tentu merasa bangga menjadi umat Rasulullah ﷺ, bukan? Mengingat, Nabi kita itu sangat menyayangi kita. Ia lebih peduli terhadap umatnya daripada dirinya sendiri. Ia selalu memikirkan kesejahteraan umatnya.

Meski begitu, tak semua umat Nabi Muhammad ﷺ memperoleh keselamatan. Bahkan, ada sekelompok umatnya yang diusir olehnya pada hari kiamat. Siapakah mereka?

Sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu mengisahkan, pada suatu hari Nabi ﷺ mendatangi kuburan. Lalu beliau mengucapkan salam, “Semoga keselamatan senantiasa menyertai kalian wahai penghuni kuburan dari kaum mukminin, dan kami insyaAllah pasti akan menyusul kalian.”

Selanjutnya beliau bersabda, “Aku sangat berharap untuk dapat melihat saudara-saudaraku.”

Mendengar ucapan ini, para sahabat keheranan. Sehingga mereka bertanya, “Bukankah kami adalah saudara-saudaramu wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab, “Kalian adalah sahabat-sahabatku, sedangkan saudara-saudaraku adalah umatku yang akan datang kelak.”

Kembali para sahabat bertanya, “Wahai rasulullah, bagaimana engkau dapat mengenali umatmu yang sampai saat ini belum terlahir?” Beliau menjawab, “Menurut pendapat kalian, andai ada orang yang memiliki kuda yang di dahi dan ujung-ujung kakinya berwarna putih dan kuda itu berada di tengah-tengah kuda-kuda lainnya yang berwarna hitam legam, tidakkah orang itu dapat mengenali kudanya?”

Para sahabat menjawab, “Tentu saja orang itu dengan mudah mengenali kudanya.” Maka Rasulullah menimpali jawaban mereka dengan bersabda, “Sejatinya umatku pada hari kiamat akan datang dalam kondisi wajah dan ujung-ujung tangan dan kakinya bersinar pertanda mereka berwudhu semasa hidupnya di dunia.”

Aku akan menanti umatku di pinggir telagaku di alam mahsyar. Dan ketahuilah bahwa akan ada dari umatku yang diusir oleh Malaikat. Sebagaimana seekor unta yang tersesat dari pemiliknya dan mendatangi tempat minum milik orang lain, sehingga ia pun diusir. Melihat sebagian orang yang memiliki tanda-tanda pernah berwudhu, maka aku memanggil mereka, “Kemarilah.” Namun para Malaikat yang mengusir mereka berkata, “Sejatinya mereka sepeninggalmu telah mengubah-ubah ajaranmu.”

Mendapat penjelasan semacam ini, maka aku (Rasulullah) berkata, “Menjauhlah, menjauhlah wahai orang-orang yang sepeninggalku mengubah-ubah ajaranku,” (Diriwayatkan oleh Al Bukhari dan Muslim). []

Sumber: muslim.or.id

Ramai Perempuan Ambil Mudah Soal Ini. Adakah Sah Solat jika TerSUJUD di atas Telekung Sendiri !!

Ramai Perempuan Ambil Mudah Soal Ini. Adakah Sah Solat jika TerSUJUD di atas Telekung Sendiri !!

SOALAN:

Assalamualaikum ustaz… saya nak kepastian tentang hukum wanita sujud atas kain telekung sendiri. Adakh sujud dikira sah? Mohon pencerahan dari ustaz.

JAWAPAN:

1) Sujud merupakan salah satu dari rukun solat, antara syarat sah sujud, wajib mendedahkan sekurang-kurangnya sebahagian dari dahi agar menyentuh di tempat sujud.

2) Jika seseorang sujud di atas sesuatu yang menghalang antara seluruh dahinya dengan tempat sujud maka solatnya tidak sah jika penghalang itu bersambung dengannya atau atas tanggungannya seperti hujung pakaiannya yang mana pakaian turut bergerak apabila dia bergerak ketika berdiri dan duduk.

3) Fakta di atas ada dijelaskan oleh Imam Ibnu Hajar di dalam karangan beliau “al-Minhaj al-Qawin”:

ﻭﺷﺮﻃﻪ ﻋﺪﻡ اﻟﺴﺠﻮﺩ ﻋﻠﻰ ﺷﻲء ﻣﺤﻤﻮﻝ ﻟﻪ ﺃﻭ ﻣﺘﺼﻞ ﺑﻪ ﺑﺤﻴﺚ ﻳﺘﺤﺮﻙ ﺑﺤﺮﻛﺘﻪ ﻓﻲ ﻗﻴﺎﻣﻪ ﺃﻭ ﻗﻌﻮﺩﻩ ﻓﺈﻥ ﺳﺠﺪ ﻋﻠﻴﻪ ﻋﺎﻣﺪا ﻋﺎﻟﻤﺎ ﺑﻄﻠﺖ ﺻﻼﺗﻪ ﻭﺇﻻ ﻟﺰﻣﻪ ﺇﻋﺎﺩﺓ اﻟﺴﺠﻮﺩ

Maksudnya: “Syaratnya(sujud) tidak sujud atas sesuatu yang ditanggung olehnya atau yang bersambung dengannya yang mana ia bergerak dengan gerakannya ketika berdiri dan duduk. Jika seseorang itu sujud di atasnya secara sengaja dan tahu(tidak jahil) maka batal solatnya. Jika tidak (sengaja atau jahil) maka wajib dia mengulangi sujud”.

4) Berdasarkan kenyataan Imam Ibnu Hajar di atas, maka jelas bahawa wanita yang sujud di atas telekungnya sendiri maka sujudnya tidak sah, apabila sujud tidak sah maka solat juga tidak sah. Ini kerana telekung yang dipakai bersambung dengan dirinya atau ditanggung olehnya, malah turut bergerak dengan pergerakkannya.

5) Namun jika sujud di atas i) sesuatu yang tidak bergerak dengan pergerakkannya atau ii) sesuatu yang bukan tanggungannya tetapi bergerak dengan gerakannya maka sujud tetap sah. Perkara ini juga dinyatakan di dalam rujukan yang sama:

ﻓﺈﻥ ﻟﻢ ﻳﺘﺤﺮﻙ ﺑﺤﺮﻛﺘﻪ ﺃﻭ ﻟﻢ ﻳﻜﻦ ﻣﻦ ﻣﺤﻤﻮﻟﻪ ﻭﺇﻥ ﺗﺤﺮﻙ ﺑﺤﺮﻛﺘﻪ ﻣﺜﻞ ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﺳﺮﻳﺮا ﻫﻮ ﻋﻠﻴﻪ ﺃﻭ ﺷﻴﺌﺎ “ﻓﻲ ﻳﺪﻩ” ﻛﻌﻮﺩ ﺟﺎﺯ اﻟﺴﺠﻮﺩ ﻋﻠﻴﻪ

Maksudnya: “Jika tidak bergerak dengan gerakannya atau bukan tanggungannya meskipun ia bergerak dengan gerakannya sepertimana dia berada di atas katil atau sesuatu pada tangannya seperti kayu maka diharuskan sujud di atasnya.

6) Antara contoh lain untuk lebih mudah difahami. Simbol (i) seperti seorang wanita sujud di atas hujung kainnya yang sangat labuh dan besar yang mana pergerakan dirinya tidak memberi kesan pada hujung kainnya. Manakala simbol (ii) seseorang memegang tasbih ketika solat, apabila hendak sujud tasbih itu berada di tempat sujud. Dalam kedua-dua situasi begini tidak membatalkan sujud.

7) Antara keadaan lain, seorang wanita yang bersolat berjemaah lalu sujud di atas kain telekung rakannya di sebelah, maka sujud sebegini tetap sah kerana dia bersujud di atas sesuatu yang tidak bergerak dengannya gerakannya dan bukan di atas tanggungannya.

Wallahu A’lam
Abu Ruqayyah Ba ‘Alawi

Cara Terbaik Untuk Tegur Keluarga Isu Salam Dengan Bukan Muhrim … Sila Sebarkan Sebelum Raya Hajid Ini!!!

Cara Terbaik Untuk Tegur Keluarga Isu Salam Dengan Bukan Muhrim … Sila Sebarkan Sebelum Raya Hajid Ini!!!

Soalan: Bagaimana cara untuk saya menegur sesetengah ahli keluarga saya yang masih bersalaman dengan bukan muhrim? Walaupun sudah banyak kali ditegur, tetapi mereka masih melakukannya.

Contohnya, abang ipar masih bersalaman dengan ibu-ibu saudara sebelah emak saya manakala sepupu-sepupu perempuan sebelah emak dan kakak saya pula bersalaman dengan suami kepada ibu saudara sebelah emak. – Aya, Melaka.

Jawapan UKE:

Mungkin kerana kefahaman yang masih belum utuh dalam kalangan mereka maka soal ini dipandang remeh.

Kedua, persoalan ilmu yang tidak diambil berat maka mereka tidak mengetahui hukum hakam tersebut.

Ketiga, mungkin mereka melihat perkara ini telah berlaku secara meluas yang akhirnya dianggap sebagai kecil.

Saya mencadangkan kepada anda untuk menganjurkan ceramah kekeluargaan ketika ada program yang melibatkan keluarga berkumpul. Di kesempatan tersebut, panggillah seorang guru menerangkan hukum bersalam dan yang berkaitan.

Sebelum itu, anda terlebih dahulu perlu mempraktikkkan di peringkat paling hampir dengan anda dan gunakan konsep berbisik atau slow talk dengan mereka untuk memahamkan mereka tentang konsep batal wuduk atau bersalam.

Sumber: Datuk Ustaz Kazim Elias/Utusan

P/S: Raya qurban dah dekat, nanti ramai yang akan berkunjung ke rumah… sebelum hampa semua tersilap macam raya-raya sebelum ni baik buat apa yang Ustaz Kazim kata ni. Orang beraya dapat pahala hampa beraya dapat dosa. Selamat mencuba! 🙂

10 GOLONGAN MANUSIA YANG MASUK SYURGA TANPA DIHISAB AMALANNYA!!! Sebarkan Kepada Semua!!

10 GOLONGAN MANUSIA YANG MASUK SYURGA TANPA DIHISAB AMALANNYA!!! Sebarkan Kepada Semua!!

10 GOLONGAN MANUSIA YANG MASUK SYURGA TANPA DIHISAB AMALANNYA

Setiap muslim bercita-cita untuk menghuni syurga al firdaus di akhirat kelak. Namun, sebilangan mereka jauh terpesong daripada menuju jalan yang lurus ke syurga Allah. Mereka lalai untuk menuju kejayaan dengan melakukan dosa dan maksiat kepada Allah swt. Manakala hambaNya yang taat dengan suruhan dan larangan-Nya akan berusaha sedaya mungkin mengejar kenikmatan di dunia dan di akhirat.

Menurut hadis sahih yang diriwayat Bukhari dan Muslim bersumber dari Ibnu Abbas r.a, terdapat 70,000 umat Muhammad s.a.w yang akan masuk syurga tanpa hisab dan tanpa diazab oleh Allah swt. 10 golongan manusia ini dikatakan akan mempunyai wajah bercahaya seperti bulan purnama dan hati mereka semuanya sama. Mereka beriman dan sentiasa istiqamah menuruti segala suruhan Allah swt dan baginda Nabi Muhammad ﷺ hingga ke hari kiamat.

Siapakah 10 Golongan Manusia Yang Akan Masuk Syurga Tanpa Hisab? Siapakah golongan yang beruntung ini? Mereka adalah..

1) Ahli Al-Fadl (ahli kemuliaan) – Golongan ini adalah orang yang bersabar menanggung kesakitan apabila dizalimi dan diperbodohkan dan mereka senantiasa memaafkan segala kejahatan yang dilakukan terhadap mereka.

2) Ahli As-Sabr (ahli kesabaran) – Golongan yang sentiasa bersabar menjalani suruhan dan sentiasa taat kepada Allah. Mereka yang sentiasa menghindarkan diri dari melakukan maksiat.

3) Berjiran kerana Allah – Golongan ini akan saling berziarah dalam berkasih sayang kerana Allah. Mereka yang duduk dan bangun bersama-sama dengan saudara mereka kerana Allah. (hadis riwayat Abu Nu’aim daripada Ali bin Husain)

4) Orang yang meninggal dalam perjalanan ke Mekah, tidak kira pergi atau balik. (hadis riwayat Jabir)

5) Golongan yang sentiasa menuntut ilmu yang membawa ke jalan Allah, perempuan yang taat kepada suami dan anak yang berbakti kepada ibu bapa. (hadis marfu’ sumber Abu Ayyaub al-ansari)

6) Individu yang dalam perjalanan hendak menunaikan hajat saudara seislamnya sehingga tertunai hajat tersebut dan meninggal dalam masa tersebut. (hadis marfu’ sumber daripada Anas)

7) Individu yang mengasuh kanak-kanak sehingga kanak-kanak itu berupaya mengucapkan ‘lailahaillallah”. (hadis sumber daripada A’isyah r.a)

8) Orang islam lelaki dan perempuan yang meninggal pada malam dan siang hari jumaat. (hadis marfu’ sumber daripada ‘Ata’)

9) Hamba Allah yang bersabar dengan ujian bala bencana pada tubuhnya ataupun pada tubuh anaknya. (hadis marfu’ riwayat Hakim at-Tirmidzi)

10) Individu yang menggali perigi di tengah padang dengan penuh keimanan demi mendapatkan ganjaran Allah. (Ibn Mas’ud)

Al-Hakim dan al-Baihaqi mengeluarkan hadis bersumber daripada Jabir secara marfu’: “Barangsiapa yang lebih kebajikannya atas kejahatannya, maka mereka itulah yang masuk ke syurga tanpa hisab, dan barang siapa yang sama kebajikannya dan kejahatannya maka mereka itulah yang dihisabkan dengan hisab yang sedikit, dan barang siapa yang kejahatannya lebih banyak, maka dialah yang diberikan syafaat setelah menerima siksaannya.”

Mudah-mudahan kita dipermudahkan segala urusan dan termasuk dalam golongan yang dapat masuk ke syurga tanpa dihisab.

Wallahualam…

Di Alam Barzah, Orang-Orang Ini Merobek Mulutnya Sehinggalah Tiba Hari Kiamat .. Adalah Anda Termasuk dalam Golongan Ini?

Di Alam Barzah, Orang-Orang Ini Merobek Mulutnya Sehinggalah Tiba Hari Kiamat .. Adalah Anda Termasuk dalam Golongan Ini?

Alam Barzah atau alam kubur adalah pemberhentian sementara sebelum menuju alam akhirat. Setelah ruh terlepas dari jasad, maka Bani Adam akan menuju ke alam penantian untuk menunggu kedatangan hari kiamat.

Berdasarkan hadist Nabi, nantinya di alam kubur ruh manusia akan diperlakukan sesuai amalan selama hidup di dunia. Jika mereka berlaku baik, maka alam barzah menjadi penantian yang pendek.

Namun tidak demikian bagi mereka yang gemar melanggar perintah-Nya. Alam Barzah sudah seperti neraka karena siksanya. Seperti orang berikut ini, Ia tidak berhenti merobek mulutnya hingga datang hari kiamat. Apa dosa yang sudah diperbuat? Berikut ulasannya.

Ternyata orang yang merobek mulutnya sendiri dan terus menerus melakukan ini hingga kiamat adalah mereka yang suka berkata dusta. Berdusta atau berbohong merupakan salah satu tindakan tercela. Bahkan Allah juga mencela para pelaku dusta dalam banyak ayat-Nya.

“Dan siapakah yang lebih lalim daripada orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah sedang dia diajak kepada agama Islam? Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Shaaf: 7).

“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta “Ini halal dan ini haram”, untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung.” (QS. Al-Nahl: 116)

Nabi Muhammad SAW dalam perjalanannya saat Isra Miraj diperlihatkan dengan orang yang dihukum karena berdusta ini. Beliau bertanya kepada Malaikat Jibril perihal siapa dan apa dosa orang yang dilihatnya tersebut.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Jibril dan Mikail ‘alaihissalam sebagaimana disebutkan dalam hadits yang panjang:

“Beritahukanlah kepadaku tentang apa yang aku lihat.” Keduanya menjawab: “Ya. Adapun orang yang engkau lihat dirobek mulutnya, dia adalah pendusta. Dia berbicara dengan kedustaan lalu kedustaan itu dinukil darinya sampai tersebar luas. Maka dia disiksa dengan siksaan tersebut hingga hari kiamat. (HR. Al-Bukhari no. 1386 dari Jundub bin Samurah radhiyallahu ‘anhu).

Memang, meski tidak bertulang namun lidah lebih tajam dari sebilah pedang. Dengannya seseorang mampu membalikkan dunia dan membuat porak-poranda. Lihatlah bagaimana fitnah para pendusta itu memecah belah umat.

Memang, diantara kita tidak pernah melihat siksa Alam Barzah, apalagi siksa hari kiamat. Namun semua percaya bahwa kita pada akhirnya akan mati. Tidak ada yang tahu apa yang benar-benar akan terjadi nantinya.

Namun kita sebagai Umat Islam sudah diberi bekal dan pelajaran dari Rasulullah SAW. Sehingga merugilah, jika semasa hidup kita hanya sibuk memikirkan dunia. Tanpa berpikir mempersiapkan bekal di akhirat. Semoga informasi ini bermanfaat dan terimakasih sudah membaca.

Kenapa Membuang Air Besar Secara Mencangkung Lebih Baik Dari Duduk? Inilah Bukti Kebenaran Sunnah Nabi SAW!!

Kenapa Membuang Air Besar Secara Mencangkung Lebih Baik Dari Duduk? Inilah Bukti Kebenaran Sunnah Nabi SAW!!

Apa jenis tandas yang anda gunakan di rumah? Kalau kita duduk di taman perumahan biasanya ada dua jenis tandas.

Satu jenis bertinggung secara tradisi turun temurun yang diajar oleh tok nenek kita dan satu lagi jenis duduk sambil baca surat khabar yang diperturunkan oleh Barat.

Kalau yang biasa membesar dikampung dalam suasana hulu, berak bertinggung adalah perkara biasa. Bertinggung atas batang kelapa dan melepaskan bom masuk ke dalam sungai di pagi yang nyaman cukup mengasyikkan.

Sama ada kita perasan atau tidak, aksi duduk bertinggung atas batang nyior yang melintang atas sungai dengan gaya yang cukup selamba dan selesa merupakan satu keajaiban jika dipandang olah orang barat.

Kalau tak percaya suruh seorang mat saleh yang anda kenal pergi buat aksi tersebut. Kemungkinan besar dia akan terlentang masuk dalam sungai itu.

Bagi kita rakyat asia, bertinggung sudah dilatih sejak kecil maka ia menjadi normal dan bersahaja. Ini bukanlah satu posisi biasa bagi orang barat.

Cerita asalnya di sini adalah untuk mengingatkan kita agar kembali kepada posisi asal berak kita secara tradisi. Buang saja tandas jenis duduk dari rumah kita dan gantikan dengan jenis bertinggung.

Berak duduk membuatkan usus tercekik dan najis tidak dapat dilepaskan dengan lancar. Ini membuatkan banyak kesan kekotoran dan keracunan tertinggal dan di serap semula ke atas. Lebih parah lagi jika sering diamalkan akan ada kebocoran pada organ lain.

Mungkin kita perasan dengan angka mereka yang terkena kanser usus yang semakin meningkat sejak kebelakangan ini di negara asia yang pada suatu masa dahulu adalah tersangat-sangat jarang berlaku.

Kanser usus dulu-dulu hanya banyak berlaku dikalangan orang barat. Sebabnya mereka berak duduk dan kita berak bertinggung.

Bagi mereka dah terbiasa amalkan berak duduk sejak sekian lama, kembalilah ke pangkal jalan. Lihatlah perbezaan kesihatan anda selepas menukar posisi berak.

Anda akan dapat rasakan tahap kesihatan yang jauh lebih baik hanya selepas seminggu mengamalkan berak berringgung.

Ajarlah anak-anak berak bertinggung. Tak payah nak perkenalkan cara berak duduk sebab ia sedikitpun tak ada faedah untuk kesihatan.

sumber: billyinfo

Doa Nabi SAW agar Rezeki Sentiasa Cukup dan DIberkati

Doa Nabi SAW agar Rezeki Sentiasa Cukup dan DIberkati

DR ASYRAF WAJDI DUSUKI

DOA NABI SAW AGAR REZEKI CUKUP DAN DIBERKATI

Mulakan setiap pagi melangkah ke tempat kerja dengan doa berikut yg diajar Nabi SAW agar hati sentiasa tenang, jauh drp rasa gundah apatah lagi sentiasa rasa tidak cukup dengan rezeki yang diperoleh. Yang penting bukan rezeki yg banyak tapi berkat kerana dengan rezeki yg berkat hidup akan sentiasa tenang, rasa cukup dan membahagiakan.

رَبِّ قَنِّعْنِي بِمَا رَزَقْتَنِي وَبَارِكْ لِي فِيهِ , وَاخْلُفْ عَلَيَّ كُلَّ غَائِبَةٍ لِي بِخَيْرٍ

“Wahai Tuhanku cukupkanlah rezeki daripada apa yg Engkau kurniakan bagiku, dan berkatilah ia buat diriku, dan Engkau gantikanlah bagiku setiap yg hilang daripada diriku dengan sesuatu yang lebih baik”.

TIPS AGAR REZEKI SENTIASA BERKAT DAN HALAL

Perkara penting dalam mencari rezeki bukannya berapa banyak yang kita peroleh tetapi sebaliknya, ada atau tidak keberkatan di dalam rezeki itu.

Rezeki melimpah-ruah tidak sama konsepnya dengan rezeki yang halal dan berkat. Ada orang mempunyai rezeki yang banyak tetapi sayangnya di dalamnya tidak terdapat unsur keberkatan.

Di dalam Islam, keberkatan rezeki yang diinginkan adalah bermaksud rezeki yang bertambah dan mengandungi kebaikan di dalamnya.

Rasulullah SAW telah menggariskan beberapa cara agar rezeki menjadi lancar, berkat dan halal. Antaranya :

1. Menjauhi pekerjaan haram dan subahat

Setiap orang hendaklah taat kepada Allah SWT dan tidak melakukan dosa kerana dosa akan menutup pintu rezeki.

Sabda Rasulullah SAW bermaksud: “Dan seorang lelaki akan diharamkan baginya rezeki kerana dosa yang dibuatnya.” (riwayat at-Tirmizi).

Selain itu, dekatkanlah diri kepada Allah dengan ibadah tambahan seperti solat Dhuha dan solat Tahajud.

2. Bekerja sungguh-sungguh

Sabda Rasulullah SAW bermaksud: “Sesungguhnya Allah SWT senang melihat hamba-Nya bersusah payah (kelelahan) dalam mencari rezeki yang halal.” (riwayat Adailami)

3. Mengadu masalah rezeki hanya kepada-Nya

Sabda Rasulullah SAW bermaksud: “Barang siapa tertimpa kemiskinan, kemudian ia mengadukannya kepada sesama manusia, maka tidak akan tertutup kemiskinannya itu. Namun, siapa sahaja yang mengadukannya kepada Allah, maka Allah akan memberinya rezeki, baik segera ataupun lambat.” (riwayat Abu Daud dan al-Tirmizi)

4. Memperbanyakkan beristighfar

Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa memperbanyak istighfar, Maka Allah SWT akan menjadikan setiap kesulitan kelapangan dan setiap kesempitan jalan keluar dan Allah akan memberinya rezeki dari jalan yang tidak pernah disangka-sangkanya.” (riwayat Imam Ahmad)

5. Sabar dan banyak membaca LA HAWLA WA LAA QUWWATA ILLA BILLAH

Diriwayatkan bahawa Salim, anak laki-laki ‘Auf bin Malik al-Asyja’iy telah ditawan oleh orang musyrik. Kemudian, ‘Auf datang mengadu kesedihannya kepada Rasulullah.

Baginda SAW berkata: “Bertakwalah kepada Allah, bersabarlah dan aku anjurkan agar kamu dan isterimu memperbanyak bacaan, La hawlah wa laa quwwata illa billah.

‘Auf kembali ke rumahnya dan menyatakan suruhan Rasulullah SAW itu. Keduanya, segera melaksanakan perintah Rasulullah SAW. Akhirnya, anaknya berhasil meloloskan diri daripada musuh dan membawa ternakan kambingnya sebanyak 4,000 ekor di hadapan ayahnya. (Tafsir Qurthubi, surah al-Thalaq: 3)

6. Tawakal sepenuhnya kepada Allah SWT

Sabda Rasulullah SAW bermaksud: Jika kamu bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya, nescaya Allah akan memberikan rezeki kepada kamu, sebagaimana Allah telah memberi rezeki kepada burung yang berangkat di pagi hari dengan perut kosong dan kembali ke sarangnya dengan perut kenyang. (riwayat Bukhari)

7. Bersedekah dan nafkahkan harta kepada yang berhak.

Sabda Rasulullah SAW bermaksud: “Ada tiga hal yang aku bersumpah kepadanya dan aku akan menyampaikan suatu berita kepadamu, maka perhatikan benar-benar: Tidak akan berkurang harta seseorang kerana sedekah dan tiadalah seseorang membuka pintu meminta-minta melainkan Allah akan membukakan kepadanya pintu kemiskinan.” (riwayat al-Tirmizi)

8. Tolong agama Allah dengan menegakkan syariat Islam

Firman Allah SWT bermaksud: Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, nescaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (Muhammad: 7)

Syariat Islam akan tegak dengan adanya daulah Islam. Islam sebagai jalan kehidupan tidak tegak dalam masyarakat saat ini dengan tidak sebagai wadah. Sistem perekonomian di mana umat mencari rezeki pada saat ini merupakan sistem perekonomian yang tidak mendukung mereka untuk mendapatkan rezeki yang banyak, lancar dan berkat.

Sebenarnya Allah tidak memerlukan pertolongan kerana Allah Maha Kaya. Tetapi itulah cara bagi kita untuk menolong diri kita sendiri. Marilah kita menolong agama Allah, agar rezeki kita banyak, lancar, halal dan berkat.

 

Doa Pengasih dari 2 Ayat Surah Yusuf dan Surah Taha yang Boleh Mendekatkan Hati Dua Insan

Doa Pengasih dari 2 Ayat Surah Yusuf dan Surah Taha yang Boleh Mendekatkan Hati Dua Insan

SUBHANALLAH..!! INILAH KEISTIMEWAAN & MANFAAT 2 AYAT DARI SURAH YUSUF & AYAT TAHA YANG HARUS ANDA TAHU!!

[=] Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
[=] Segala puji bagi Allah, Rabb sekelian alam. Selawat serta salam buat junjungan mulia Nabi Muhammad SAW keluarga serta para sahabat dan pengikut yang istiqamah menuruti baginda hingga ke hari kiamat.
[=] Sahabat yang di rahmati Allah,
[=] Keistimewaan & manfaat 2 ayat Surah Yusuf dan Taha. Al-Qur’an merupakan salah satu anugerah dari Allah سبحانه وتعالى kepada seluruh umat Islam yang tidak ternilai harganya. Selain menjadi pedoman hidup, amat banyak manfa’at dan fadhilat yang tersembunyi di dalam Al-Qur’an untuk seluruh umat manusia terutama dari segi perubatan dan pemulihan.
[=] Memandangkan amat banyak persoalan berkaitan permasalahan jodoh dan perhubungan yang diajukan, sama ada hubungan di antara ibu bapa, suami isteri atau teman-teman, makanya ana ingin berkongsi kepada antum semua dua ayat yang amat bermanfaat.

[=] CARANYA ADALAH

#Pertama : Bacalah ayat 4 dari surah Yusuf yang berikut:

#Kedua : Kemudian sambung pula membaca surah Taha, ayat 39 :

[=] Ayat ini adalah ayat pengasih bagi mengeratkan lagi hubungan suami isteri dan ianya juga boleh untuk anak-anak, ahli keluarga, teman-teman dan sahabat handai. Setiap kali bertemu dengan mereka atau siapa sahaja yang kita kehendaki, maka bacalah di dalam hati kedua ayat tersebut di hadapannya. InsyaAllah antum akan mendapat hasil yang baik dan kesan positif daripada mereka.

[=] Sekiranya ingin disayangi dalam keluarga, rakan dan masyarakat, maka bacalah kedua-dua ayat ini sebanyak 3 kali setiap kali selepas solat. Apa yang baik itu datang daripada Allah سبحانه وتعالى dan setiap yang terjadi itu adalah atas kehendak-Nya jua.

والله أعلم بالصواب
Wallahu A’lam Bish Shawab
(Hanya Allah Maha Mengetahui apa yang sebenarnya)

Sumber:- Shafiqolbu