Category: Sejarah

(Video)Inilah Pidato Rasulullah Yang Menggemparkan Dunia Sehingga Bertali Arus Orang Kafir Masuk Islam

(Video)Inilah Pidato Rasulullah Yang Menggemparkan Dunia Sehingga Bertali Arus Orang Kafir Masuk Islam

PIDATO PERPISAHAN RASULULLAH SHOLLALLAHU’ALAIHI WASSALLAM (Deklarasi Arafah – Sebelum Wafat)

Assalamu’alaikum warohmatuloh wabarokatuh

Segala puji bagi Allah Subhanahu wa ta’ala yg tlah memberi sebaik-baik nikmat berupa Iman dan Islam. Salawat dan doa keselamatanku terlimpahkan selalu kpd Nabi Agung Muhammad Shollallahu ‘alaihi wassallam berserta keluarga dan para sahabatnya.Amin

Saat ini seluruh umat Islam, jemaah haji seluruh dunia sedang melaksanakan Wukuf di Padang Arafah.Keadaan di Arafah ini merupakan replika di Padang Mahsyar saat manusia dibangkitkan kembali dari kematian oleh Allah Subhanahu wa ta’ala.Saat itu semua manusia sama di hadapan Allah Subhanahu wa ta’ala, yang membedakan hanyalah kualitas imannya.

Wukuf secara harafiah berarti berdiam diri. Wukuf di Arafah adalah berada di Arafah pada waktu antara tergelincirnya matahari (tengah hari) tanggal 9 Dzulhijah sampai matahari terbenam dengan berpakaian ihram.

Menjelang wafatnya, di tempat inilah di Padang Arafah, Nabi Muhammad Shollallahu ‘alaihi wassallam berkhutbah yang kemudian dikenal dengan Khutbatul Wada’ atau pidato perpisahan. Pidato ini merupakan salah satu puncak dari sejarah ajaran Islam. Khutbah Nabi ini merupakan khutbah kemanusiaan. Karena itu, keberhasilan kita memahami dan menangkap makna dari khutbah Nabi adalah bagian terpenting dalam memahami dan menangkap pesan-pesan kemanusiaan dalam ajaran Islam, sarat dengan nilai-nilai akhlak dan persaudaraan bagi seluruh umat manusia.

Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wassallam melaksanakan ibadah haji 1x yaitu pada tahun ke 10 Hijriyah, dengan diikuti oleh 124.000 Mukmin. Berdiri di Jabal Rahmah, menjelang waktu shalat Dzuhur. Bilal ra dan Rabiah bin Khalaf mengulangi kalimat-kalimat Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wassallam untuk para jamaah yang berada jauh dari tempat berdiri Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wassallam

INILAH ISI DARI PIDATO PERPISAHAN BELIAU YANG TERKASIH BAGINDA RASULULLAH MUHAMMAD Shollallahu ‘alaihi wassallam PADA KITA SEMUA :

“Wahai manusia sekalian, dengarkanlah perkataanku ini, karena aku tidak mengetahui apakah aku dapat menjumpaimu lagi setelah tahun ini di tempat wukuf ini.

Wahai manusia sekalian,

Sesungguhnya darah kamu dan harta kekayaan kamu merupakan kemuliaan ( haram dirusak oleh orang lain ) bagi kamu sekalian, sebagaimana mulianya hari ini di bulan yang mulia ini, di negeri yang mulia ini.

Ketahuilah sesungguhnya segala tradisi jahiliyah mulai hari ini tidak boleh dipakai lagi. Segala sesuatu yang berkaitan dengan perkara kemanusiaan ( seperti pembunuhan, dendam, dan lain-lain ) yang telah terjadi di masa jahiliyah, semuanya batal dan tidak boleh berlaku lagi. (Sebagai contoh ) hari ini aku nyatakan pembatalan pembunuhan balasan atas terbunuhnya Ibnu Rabi’ah bin Haris yang terjadi pada masa jahiliyah dahulu.

Transaksi riba yang dilakukan pada masa jahiliyah juga tidak sudah tidak berlaku lagi sejak hari ini. Transaksi yang aku nyatakan tidak berlaku lagi adalah transaksi riba Abbas bin Abdul Muthalib. Sesungguhnya seluruh transaksi riba itu semuanya batal dan tidak berlaku lagi.

Wahai manusia sekalian,

Sesungguhnya syetan itu telah putus asa untuk dapat disembah oleh manusia di negeri ini, akan tetapi syetan itu masih terus berusaha (untuk menganggu kamu ) dengan cara yang lain . Syetan akan merasa puas jika kamu sekalian melakukan perbuatan yang tercela. Oleh karena itu hendaklah kamu menjaga agama kamu dengan baik.

Wahai manusia sekalian,

Sesungguhnya merubah-rubah bulan suci itu akan menambah kekafiran. Dengan cara itulah orang-orang kafir menjadi tersesat. Pada tahun yang satu mereka langgar dan pada tahun yang lain mereka sucikan untuk disesuaikan dengan hitungan yang telah ditetapkan kesuciannya oleh Allah. Kemudian kamu menghalalkan apa yang telah diharamkan Allah sdan mengharamkan apa yang telah dihalalkanNya.

Sesungguhnya zaman akan terus berputar, seperti keadaan berputarnya pada waktu Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun adalah dua belas bulan. Empat bulan diantaranya adalah bulan-bulan suci. Tiga bulan berturut-turut : Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah, dan Muharram. Bulan Rajab adalah bulan antara bulan Jumadil Akhir dan bulan Sya’ban.

Takutlah kepada Allah dalam bersikap kepada kaum wanita, karena kamu telah mengambil mereka (menjadi isteri ) dengan amanah Allah dan kehormatan mereka telah dihalalkan bagi kamu sekalian dengan nama Allah.

Sesungguhnya kamu mempunyai kewajiban terhadap isteri-isteri kamu dan isteri kamu mempunyai kewajiban terhadap diri kamu. Kewajiban mereka terhadap kamu adalah mereka tidak boleh memberi izin masuk orang yang tidak kamu suka ke dalam rumah kamu. Jika mereka melakukan hal demikian, maka pukullah mereka dengan pukulan yang tidak membahayakan. Sedangkan kewajiban kamu terhadap mereka adalah memberi nafkah, dan pakaian yang baik kepada mereka.

Maka perhatikanlah perkataanku ini, wahai manusia sekalian..sesungguhnya aku telah menyampaikannya..

Aku tinggalkan sesuatu bagi kamu sekalian. Jika kamu berpegang teguh dengan apa yang aku tinggalkan itu, maka kamu tidak akan tersesat selama-lamanya. Itulah Kitab Allah (Al-Quran ) dan sunnah nabiNya (Al-Hadits ).

Wahai manusia sekalian..dengarkanlah dan ta’atlah kamu kepada pemimpin kamu , walaupun kamu dipimpin oleh seorang hamba sahaya dari negeri Habsyah yang berhidung pesek, selama dia tetap menjalankan ajaran kitabullah (Al- Quran ) kepada kalian semua.

Lakukanlah sikap yang baik terhadap hamba sahaya. Berikanlah makan kepada mereka dengan apa yang kamu makan dan berikanlah pakaian kepada mereka dengan pakaian yang kamu pakai. Jika mereka melakukan sesuatu kesalahan yang tidak dapat kamu ma’afkan, maka juallah hamba sahaya tersebut dan janganlah kamu menyiksa mereka.

Wahai manuisia sekalian.

Dengarkanlah perkataanku ini dan perhatikanlah.
Ketahuilah oleh kamu sekalian, bahwa setiap muslim itu adalah saudara bagi muslim yang lain, dan semua kaum muslimin itu adalah bersaudara. Seseorang tidak dibenarkan mengambil sesuatu milik saudaranya kecuali dengan senang hati yang telah diberikannya dengan senang hati. Oleh sebab itu janganlah kamu menganiaya diri kamu sendiri.

Ya Allah..sudahkah aku menyampaikan pesan ini kepada mereka..?

Kamu sekalian akan menemui Allah, maka setelah kepergianku nanti janganlah kamu menjadi sesat seperti sebagian kamu memukul tengkuk sebagian yang lain.

Hendaklah mereka yang hadir dan mendengar khutbah ini menyampaikan kepada mereka yang tidak hadir. Mungkin nanti orang yang mendengar berita tentang khutbah ini lebih memahami daripada mereka yang mendengar langsung pada hari ini.

Kalau kamu semua nanti akan ditanya tentang aku, maka apakah yang akan kamu katakan ? Semua yang hadir menjawab : Kami bersaksi bahwa engkau telah menyampaikan tentang kerasulanmu, engkau telah menunaikan amanah, dan telah memberikan nasehat. Sambil menunjuk ke langit, Nabi Muhammad kemudian bersabda : ” Ya allah, saksikanlah pernyataan mereka ini..Ya Allah saksikanlah pernyatan mereka ini..Ya allah saksikanlah pernyataan mereka ini..Ya Allah saksikanlah pernyatan mereka ini ” [Hadits Bukhari dan Muslim].

CATATAN MHC:
Nabi Muhammad Shollallahu ‘alaihi wassallam mengutarakan secara berulang-ulang di sela-sela pidatonya kepada lautan manusia yang menyemut di padang Arafah itu. Katanya: ”Ala Falyuballigh al-Syahidz Minkum al-Ghaib” (Ingat, hendaklah orang yang hadir di antara kamu menyampaikan ”Deklarasi Arafah” ini kepada yang tidak hadir).

Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wassallam menutup khutbah beliau dengan Assalaamu’alaikum (semoga Allah Subhanahu wa ta’ala melimpahkan keselamatan, kedamaian, kesejahteraan atas diri kamu sekalian). Sesudah Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wassallam menutup khutbah beliau, Allah Subhanahu wa ta’ala pun menurunkan wahyu-Nya. Wahyu itu adalah wahyu terakhir yaitu ayat ke-3 dari Surah Al-Ma’idah: “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.”

Wassalamu’alaikum warohmatuloh wabarokatuh.

Sumber : hajiumroh.com, hidayatullah.com (http://www.hidayatullah.com/index.php?option=com_content&view=article&id=8107:pesan-rasulullah-dalam-khotbah-arafah-&catid=68:opini&Itemid=68), deklarasi Arafah(http://www.republika.co.id/berita/90895/Deklarasi_Arafah), http://swaramuslim.net/islam/more.php?id=A897_0_4_0_M, http://www.mail-archive.com/daarut-tauhiid@yahoogroups.com/msg06530.html (Historical Events of Makkah, Imtiaz Ahmad, M. Sc., M. Phil (London))

SYRIA DAHULU & SEKARANG Berkat Kepimpinan ASSAD Durjana!

SYRIA DAHULU & SEKARANG Berkat Kepimpinan ASSAD Durjana!

10 Foto di lokasi yang sama, Sebelum dan Selepas peperangan di Bandar Aleppo, Syria. Aleppo adalah antara bandar awal kewujudan tamaduan manusia. Pada Julai 2012, konfrontasi ketenteraan bermula di Aleppo, bandar terbesar di Syria. Ia adalah sebahagian gerakkan Perang Saudara Syria. Tentera Syria bertindak kejam dengan mengugurkan bom dari helikopter, membunuh beribu-ribu orang awam dan yang terselamat menjadi pelarian.
Peperangan ini telah menyebabkan kemusnahan besar kepada bandar lama Aleppo, antara tapak awal bermulanya ketamadunan manusia dan di iktiraf oleh UNESCO. Ketahulah disini, didalam ajaran Islam yang di bawa Nabi Muhamad SAW tidak mengajar umatnya melakukan kemusnahan kepada bandar, termasuk tempat ibadah agama lain, membunuh orang awam seperti kanak-kanak, orang tua, wanita dan golongan lemah.
Rasulullah juga mengajar kita untuk tidak memotong tumbuhan dan membunuh binatang. Melihat keadaan Syria ketika ini, dimanakah agama Islam yang diajar oleh Rasulullah?

Gereja lama, Gereja Bersejarah St. Kevork

Dar-Al-Iftar (House of Fatwa) bangunan bersejarah Syria

Pusat Bandar Aleppo, Syria
Aleppo adalah bandar raya terbesar di Syria

Kemusnahan teruk bandar Aleppo Syria

Baazar Sauk Madina, Syria
Antara Baazar tertua di dunia dan diiktiraf sebagai tapak warisan UNESCO

Permandangan sebuah Hotel di Syria

Hospital Al-Kindi salah satu tempat awam yang di bom.

Shahba Mall
Antara Mall terbesar di Syria tapi kini sudah musnah.

Menara Masjid Bersejarah Era Ummayyad yang di bom

Masjid Bersejarah Era Ummayyad.
Masjid lama ini juga turut menjadi mangsa.

Credit: potpetinfo

Hukuman Kejam Empayar Persia Zaman Dahulu… Lemah Semangat JANGAN BACA!

Hukuman Kejam Empayar Persia Zaman Dahulu… Lemah Semangat JANGAN BACA!

Human Leather Chair

Bila seorang hakim Persian bernama Sisamnes tertangkap akibat menerima rasuah. King Darius membuat keputusan untuk menjadikan dia sebagai contoh. Makhamah Persia seharusnya adil dan saksama. King Darius ingin memastikan bahawa pengganti Sisamnes tidak mengulangi lagi perkara yang sama.

Sisamnes dibunuh, itu hanya permulaan. Selepas lehernya dikelar, Darius mengeluarkan arahan agar kulit Sisamnes disiat dan jadikan sebagai ‘human leather’ untuk dijadikan sebagai kerusi buat hakim yang baru.

Pengganti Sisamnes akan duduk dikerusi itu dan akan ingat bahawa dia akan menerima nasib yang sama seandainya dia menerima sebarang rasuah

Lemas Dalam Kolam Abu(Ashes)

Salah satu hukuman mati yang kejam oleh kerajaan Persian adalah dengan membawa pesalah ke menara yang setinggi 75 kaki, dan campak mereka ke bawah. Di dalam menara tersebut tiada benda lain yang ada selain abu-abu yang banyak dan gear roda yang akan membuatkan abu-abu tersebut berterbangan lalu memasuki ke dalam rongga pesalah. Kematian yang sangat perlahan dan sangat menyeksakan.

Apabila gear roda berputar, abu-abu tadi akan memenuhi segala ruang yang ada. Keluarga si pesalah tidak dibenarkan untuk menanamkan mayat si pesalah.

Tuang Emas Cair Ke Dalam Tekak

Bila Maharaja Roman, Valerian, tertangkap oleh askar Persian, dia telah menjalani kematian yang sangat dahsyat.

Maharaja Persian menjadikan Valerian sebagai hamba abdi. Dia akan dihina. Dijadikan sebagai tempat duduk atau tempat lap kasut. Valerian menjadi hamba yang sangat hina sekali. Dia telah dianjing-anjingkan.

Bila Maharaja Persian bosan dengan hambanya itu. Dia akan membunuhnya dengan menuangkan emas yang telah dicairkan ke dalam tekak. Kemudian Valerian diawetkan. Mayatnya yang telah menjadi emas dipamerkan di kuil Persia – “Trofi manusia emas”.

Membelah Dua Tubuh Menggunakan Pokok

Kerajaan Persia menghukum mereka-mereka yang menjadi pencuri atau perompak dengan menarik dua puncak pokok lalu diikatkan pada satu benda yang berat agar pokok itu tidak bergerak, sekali dengan pencuri tadi. Satu kaki di ikat pada pokok pertama, satu kaki lagi pada pokok kedua.

Kemudian, mereka akan memotong tali yang diikat pada pemberat agar pokok itu kembali ke bentuk asal dan mengakibatkan pencuri tadi terbelah dua.

Mayat pencuri itu akan dibiarkan di pokok tersebut untuk memperingatkan orang awam agar jangan pilih jalan hidup sebagai pencuri.

Merantai Tubuh Di Pagar

Menjadi kebiasan buat kerajaan Persia untuk memotong hidung, telinga, malah mencungkil biji mata pemberontak keluar. Penyeksaan yang teruk namun tidak membawa maut. Kadang-kadang mereka dibiarkan hidup, kadang-kadang lebih teruk dari mati.

Bila rakyat memberontak terhadap King Darius. Dia akan memastikan mereka semua menerima hukuman sebagai pengajaran kepada yang lain.

King Darius akan mengarahkan untuk memotong telinga, lidah, hidung, bibir dan cungkil keluar mata pemberontak. Lalu dirantaikan di hadapan pintu pagar istana. Sesiapa saja yang melalui depan istana pasti akan terlihat seksaan yang sedang berlaku. Ada juga kepala pemberontak dipancung dan dipacakkan di tengah-tengah bandar. Bila dah busuk sangat, baru dia orang akan hapuskan kepala tersebut.

Sumber: SEPAT

Harut dan Marut Malaikat Yang Melakukan Maksiat, Membunuh, Minum arak, Mengajar Sihir Dan Digantung Terbalik Di Babylon?

Harut dan Marut Malaikat Yang Melakukan Maksiat, Membunuh, Minum arak, Mengajar Sihir Dan Digantung Terbalik Di Babylon?

SEBELUM ANDA BACA PAKLONG INGATKAN, KISAH INI ADA DUA VERSI YAKNI VERSI YAHUDI DAN VERSI ISLAM. BACA ARTIKEL DIBAWAH SAMPAI HABIS KEMUDIAN TONTON VIDEO DIBAWAH SEBELUM ANDA BUAT KESIMPULAN DAN KECAMAN!

Al-Quran menyebut nama kota Babylon bersamaan dengan penyebutan dua nama yang cukup misteri, Harut dan Marut. Siapa mereka sebenarnya, dan apa kaitan mereka dengan negeri Babylon?

Tidak kurang dari tujuh riwayat dalam berbagai kitab hadith dan syarahnya yang memuat riwayat dari Rasulullah s.a.w yang berkisah tentang Harut dan Marut. Salah satu riwayat yang cukup kuat berasal dari riwayat Imam Ahmad bin Hanbal dalam musnad-nya.

Rasulullah s.a.w bersabda,”Ketika Allah s.w.t menurunkan Adam ke bumi, malaikat berkata,’Wahai Rabb, mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerosakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami sentiasa bertasbih dengan memuji-Mu dan mensucikan-Mu?”

Allah s.w.t menjawab,”Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kalian ketahui,”(Surah al-Baqarah [2]:Ayat 30). Para malaikat itu berkata lagi,”Wahai Rabb kami, kami lebih taat kepada-Mu daripada anak-anak Adam.”

Allah s.w.t berfirman,”Pilihlah dua malaikat yang terbaik untuk Kami turunkan ke bumi, sehingga Kami dapat melihat apa yang mampu mereka berdua lakukan.”

Para malaikat berkata,”Wahai Rabb, kami memilih Harut dan Marut.”

Keduanya lalu diturunkan ke bumi dan dilengkapi dengan semua hal yang dimiliki manusia, termasuk nafsu syahwat. Bintang Zuhrah (Venus) kemudian dijelmakan bagi kedua malaikat itu sebagai seorang perempuan yang sangat cantik yang mendatangi Harut dan Marut. Kedua malaikat itu pun menginginkan perempuan itu, yang dijawab oleh perempuan itu, “Tidak, demi Allah, sebelum kalian mengucapkan ucapan syirik ini.”

Kedua malaikat itu berkata,”Tidak, demi Allah, kami tidak akan mempersekutukan Allah selamanya.”

Perempuan itu pun menghindar dari kedua malaikat itu, lalu kembali sambil menggendong seorang anak kecil. Kedua malaikat itu meminta dirinya lagi, tetapi perempuan itu menjawab,”Tidak sebelum kalian membunuh anak ini.”

Kedua malaikat itu berkata,”TIdak, kami tidak akan pernah membunuh selamanya.”

Perempuan itu pun menghindar dari kedua malaikat itu, lalu kembali sambil membawa sekendi khamr (minuman keras). Kedua malaikat itu meminta dirinya lagi, tetapi perempuan itu menjawab,”Tidak, sebelum kalian meminum khamr ini.”

Kedua malaikat itu pun meminumnya hingga mabuk, lalu menggauli perempuan itu dan membunuh anak kecil tadi. Ketika keduanya sedar, perempuan itu berkata,”Demi Allah, kalian berdua tidak meninggalkan sesuatu yang kalian abaikan sebelumnya atasku, kecuali kalian telah melakukannya ketika kalian mabuk.”

Setelah itu, keduanya ditawarkan dua pilihan: seksaan dunia, atau seksaan akhirat. Keduanya lalu memilih seksaan dunia.

Dalam riwayat Ibnu Abbas disebutkan bahawa kedua malaikat itu digoda oleh perempuan dari manusia biasa, yang selain meminta keduanya menyembah berhala, membunuh, dan minum khamr, juga meminta diajari kalimat yang membuatnya boleh terbang ke langit, hingga perempuan itu benar-benar boleh terbang ke langit, dan Allah mengubahnya menjadi bintang Zuhrah (Venus). Kemudian Allah mengutuskan Nabi Sulaiman kepada Harut dan Marut dan menawarkan dua pilihan: seksa dunia atau siksa akhirat. Keduanya memilih seksa dunia.

Dipeti dari tahajjud.net, Detikislam

BACA ARTIKEL DIATAS NI KEMUDIA DENGAR CERAMAH USTAZ-USTAZ NI! SATU PUN TAK SAMA MACAM YANG DIPERKATAKAN DALAM ARTIKEL DIATAS. HATI-HATI SEBELUM TERTIPU TERPEDAYA! NAUZUBILLAHIMINZALIK!

Video kebenaran:

sumber: youtube

Rupa- rupanya NASA Menyembunyikan Keajaiban Kota Mekah Ini dari Seluruh Dunia Sejak Sekian Lama !!! Sebarkan Sebelum Post Ini Disekat Facebook

Rupa- rupanya NASA Menyembunyikan Keajaiban Kota Mekah Ini dari Seluruh Dunia Sejak Sekian Lama !!! Sebarkan Sebelum Post Ini Disekat Facebook

بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Firman Allah Ta’ala yang bermaksud: “Allah telah menjadikan Kaabah, rumah suci itu sebagai pusat bagi manusia.” (Surah Maa’idah: 97)

“Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah yang terletaknya Kaabah adalah pusat kepada planet Bumi.”

Sebenarnya di dalam Al-Quran terlebih dahulu membicarakan perkara ini, sebagai hamba Allah yang diberikan akal fikiran perlulah meneliti dan berfikir disebalik rahsia-rahsia yang terkandung didalam ayat-ayat suci Al-Quran Al-Karim.

Diantara Kalam-kalam Allah Ta’ala mengenai Mekah Pusat Bumi

Firman Allah yang bermaksud:

“Demikianlah Kami wahyukan kepadamu al-Quran dalam bahasa Arab supaya kamu memberi peringatan kepada Ummul Qura (penduduk Mekah) dan sekalian penduduk dunia di sekelilingnya (negeri-negeri di sekelilingnya).” (asy-Syura: 7)

Kata “Ummul Qura” bererti induk bagi kota-kota lain, dan kota-kota di sekelilingnya, menunjukkan Mekah adalah pusat bagi kota-kota lain, dan yang lain hanyalah berada di sekelilingnya.

Lebih dari itu, kata “ummu” (ibu) mempunyai erti yang cukup penting dan luas di dalam peradaban Islam. Sebagaimana seorang ibu adalah sumber dari keturunan, maka Mekah juga merupakan sumber dari semua negeri lain serta keunggulan di atas semua kota.

Allah berfirman lagi yang bermaksud:

“Wahai jin dan manusia, jika kamu sanggup menembusi (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusinya kecuali dengan kekuatan (ilmu pengetahuan).” (ar-Rahman: 33)

Kata “aqthar” adalah bentuk jamak dari kata “qutr” yang bererti diameter, dan ia mengacu pada langit dan bumi yang mempunyai banyak diameter.

Berdasarkan ayat ini dapat difahami bahawa diameter lapisan-lapisan langit itu di atas diameter bumi (tujuh lempengan bumi). Jika Mekah berada di tengah-tengah bumi, dengan itu bererti bahawa Mekah juga berada di tengah-tengah lapisan-lapisan langit.

Selain itu ada hadis yang menerangkan bahawa Masjidil Haram di Mekah, tempat kaabah berada itu ada di tengah-tengah tujuh lapisan langit dan tujuh lapisan yang membentuk bumi.

Nabi Muhammad SAW bersabda maksudnya: “Wahai orang-orang Mekah, wahai orang-orang Quraisy , sesungguhnya kamu berada di bawah pertengahan langit.”

Berdasarkan penelitian di atas, bahawa Mekah berada pada tengah-tengah bumi (pusat dunia), maka benar-benar diyakini bahawa Kota Suci Mekah, bukan Greenwich, yang seharusnya dijadikan rujukan waktu dunia. – (Dipetik dari Eramuslim “Makkah Sebagai Pusat Bumi” Oleh Dr. Mohamad Daudah)

Neil Amstrong membuktikan bahwa kota Mekah yang terletaknya Kaabah adalah pusat kepada planet Bumi, sedangkan Al-Quran sejak 1400 tahun yang lalu telah berbicara mengenai kota Mekah dan kaabah adalah pusat bumi ini.

Ketika kali pertama Neil Amstrong melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi, dia berkata, “Planet Bumi ternyata bertumpu di area yang sangat gelap, dan di manakah ia berpusat?.” Fakta ini telah diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah.

Para angkasawan telah menemui bahawa planet Bumi itu mengeluarkan satu radiasi, secara rasmi mereka mengumumkannya di Internet, tetapi sayangnya 21 hari kemudian website tersebut hilang dan seperti ada alasan tersembunyi di sebalik penghapusan lama web tersebut.

Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyatalah radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, dan tepatnya berasal daripada Kaabah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite (tidak berakhir). Perkara ini terbukti ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjutan. Para peneliti Muslim mempercayai bahawa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Kaabah di planet Bumi dengan Kaabah di alam akhirat.

Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, terdapat suatu area yang bernama ‘Zero Magnetism Area’, di mana apabila kita mengeluarkan kompas di kawasan tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali kerana daya tarikan yang sama besar antara kedua kutub .

Itulah sebabnya jika seseorang tinggal di Mekah, maka dia akan hidup lebih lama, lebih sihat, dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan graviti. Oleh sebab itu lah ketika kita mengelilingi Kaabah, maka seakan-akan diri kita dicas oleh suatu tenaga misteri yang menyebabkan kita bertenaga ketika mengelilingi kaabah dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.

Penelitian lainnya menyatakan bahawa batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan juga boleh terapung di air. Di sebuah muzium di negara Inggeris, terdapat tiga buah potongan batu tersebut (dari Kaabah) dan pihak muzium juga mengatakan bahawa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari sistem suria kita.

Rasulullah SAW bersabda:

“Hajar Aswad itu diturunkan dari syurga, warnanya lebih putih daripada susu, dan dosa-dosa anak cucu Adamlah yang menjadikannya hitam.” (Jami’ al-Tirmidzi al-Hajj)

“Hajar Aswad dari batu-batuan Syurga dan tidak ada suatu benda di bumi yang turunnya dari Syurga selain batu itu.” (HR. Thabrani)

Wallahu’alam….

Sumber: hasnulhadiahmad.com

150000 Pejuang Fanatik Ini MUSNAHKAN Masjid Babri Namun Perancangan ALLAH Lebih Besar!

150000 Pejuang Fanatik Ini MUSNAHKAN Masjid Babri Namun Perancangan ALLAH Lebih Besar!

Berapa ramai di antara kita masih mengingati tragedi ummah yang berlaku pada tahun 1992? Iaitu pada tarikh 6 Disember tahun itu, Masjid Babri di Ayodhya, India tidak dapat dipertahankan dan diselamatkan apabila institusi suci umat Islam itu dimusnahkan oleh puak pelampau Hindu.

Seramai 150,000 pejuang nasionalis Hindu yang tidak dapat dihalang memusnahkan masjid itu dalam konflik berpanjangan perebutan antara Hindu dan Muslim di India.

Salah seorang pelampau Hindu atau lebih tepat, dalang untuk meruntuh dan memusnahkan Masjid itu merupakan seorang pemuda yang bernama Shive Prasad (gambar) berasal dari Faisabad, iaitu daerah di mana terletaknya masjid itu.

Prasad ialah ketua sebuah parti politik Bajrang Dal yang diberi kepercayaan dan tanggungjawab ‘suci’ untuk mengetuai hampir 4,000 penduduk kampungnya, Kar Sevak bagi memastikan masjid itu diruntuhkan.

Tindakan melampau untuk meruntuhkan masjid purba itu telah dirancang dengan baik oleh Prasad. Beliau memberi arahan dan latihan yang secukupnya kepada para pengikutnya seramai 4,000 orang itu bagi memastikan rancangan itu berjaya.

Satu tindakan yang melanggar undang-undang apatah lagi menghormati perasaan penduduk Islam yang lain. Sedangkan masjid itu merupakan salah sebuah masjid terbesar di negeri Uttar Preadesh, utara India dengan bilangan umat Islamnya seramai 31 juta orang.

Pada hari kejadian itu, Prasad tidak sahaja menceroboh masuk malah berjaya memanjat kubah besar masjid dan bersama pengikut-pengikut yang lain, mereka berjaya menawan masjid itu. Kemudian bersorak gembira apabila mereka akhirnya berjaya meruntuhkan kubah dan keseluruhan masjid tersebut.

Mereka melaung-laungkan perkataan “Ram! Ram!” sebagai tanda kemenangan kononnya masjid itu akhirnya berjaya jatuh ke tangan pelampau Hindu.

Prasad puas hati kerana berjaya mengembalikan hak penganut Hindu yang kononnya masjid Babri itu dibina atas tapak kuil

, yang dibina bagi memperingati tempat kelahiran tuhan mereka yang bernama Rama.

Namun tujuh tahun selepas kejadian itu, pada tarikh yang sama kejadian runtuhan Masjid Babri itu, Prasad akhirnya sujud memohon ampun kepada Allah atas ‘kejahatan’ beliau terhadap Masjid Babri itu. Malah beliau berpuasa dan menyesali sehingga mengalir air mata memohon Allah mengampuninya yang tergamak meruntuhkan rumah ibadat itu.

Kuasa Allah

Ya, pada tarikh 6 Disember 1999 itu, dengan kuasa Allah, Prasad memeluk Islam dan menukar namanya kepada Mohammed Mustafa. Berita pengislaman pemuda itu disiarkan oleh Malayalam News keesokan harinya iaitu pada 7 Disember 1999 yang kemudiannya dipetik oleh Arab News Publications di Arab Saudi.

Berita itu amat mengejutkan apabila melihat sendiri latar belakang Prasad, terutama bapanya, Trigal Ramanathan merupakan Ketua Puak Sangh Parivar di mana seluruh puak itu terbabit secara aktif dalam usaha meruntuhkan Masjid Babri. Menurut pemuda ini, sejak kejadian runtuhan masjid itu, dia dihantui perasaan bersalah sehingga begitu menekan jiwanya. Walaupun pada tangannya masjid itu akhirnya runtuh, namun ia tidak menjanjikan kedamaian berikutan beliau merasakan telah melakukan satu dosa yang amat besar.

Mungkin dengan keluar dari India, Prasad mengharap beliau tidak lagi diburu oleh perasaan bersalah itu. Lalu beliau mencari pekerjaan di Sharjah salah sebuah negara anggota Emiriah Arab Bersatu (UAE).
Namun fikirannya masih tidak tenang walaupun beliau menyibukkan diri dengan pekerjaan dan suasana yang baru di negara itu.

Sehinggalah pada 4 Disember tahun 1998, pada hari itu beliau berjalan seorang diri di sebatang jalan di bandar Sharjah. Secara tiba-tiba beliau terdengar suara khatib dari sebuah masjid berhampiran. Menariknya, khutbah itu disampaikan dalam bahasa Urdu dan beliau dapat mengikuti khutbah itu dengan jelas. Prasad berhenti untuk mendengar khutbah itu dan alangkah terkejutnya pemuda ini apabila sang khatib menyebutkan bahawa “Allah Yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu, mampu mengubahkan hati-hati yang tidak mempercayai kewujudan-Nya selama ini”.

Sejurus mendengar khutbah itu sehingga akhir, semacam satu perasaan yang tenang menyelinap masuk ke hatinya. Malah seolah-olah telah tercabut satu beban besar yang selama ini menyebabkan fikirannya menjadi begitu serabut. Segala puji-pujian terhadap Allah yang akhirnya telah memberi hidayah dan membukakan hatinya walaupun dirinya telah melakukan kesalahan yang lazimnya sukar untuk diterima apatah lagi dapat dimaafkan.

Namun berita Prasad memeluk Islam itu tidak sahaja menimbulkan kemarahan keluarga. Malah akibat tidak dapat menanggung malu, Prasad akhirnya dibuang oleh keluarganya sendiri. Beliau tidak dibenarkan pulang semula ke India, kalaupun dia pulang juga maka nyawanya akan terancam. Berita pengislaman Prasad itu juga menyebabkan parti-parti politik dan pelbagai pertubuhan Hindu yang menyokong tindakan beliau meruntuhkan Masjid Babri turut marah dan mengancam untuk membunuhnya tanpa mengira masa dan tempat.

Namun apa pun ancamannya Prasad tetap teguhkan imannya terhadap Islam. Islam menjadikan beliau seorang manusia ‘baru’ yang dahagakan kebenaran sehinggakan dalam tempoh yang masih baru mengenal Islam beliau berjaya menghabiskan bacaan dan mempelajari 17 surah dalam al-Quran. Malah beliau bersungguh-sungguh untuk khatam kitab suci itu. Cita-citanya kini adalah untuk berkongsi kebenaran mengenai Islam dengan orang lain termasuk ahli-ahli keluarganya sendiri.

“Kalau itu diizinkan Allah, bukan soal dosa saya akhirnya tertebus sudah. “Tetapi sekurang-kurangnya itulah sumbangan saya terhadap Islam di samping perbuatan saya itu juga telah melukakan hati jutaan umat Islam dan saya mahukan mereka juga memaafkan saya dengan sekurang-kurangnya saya membina semula apa yang telah saya runtuhkan,” ujarnya sayu.

Keadaan Masjid Selepas Diruntuhkan

Mereka sentiasa berusaha untuk memadamkan cahaya Allah (agama Islam) dengan mulut mereka, sedang Allah tetap menyempurnakan cahayaNya, sekalipun orang-orang kafir tidak menyukainya.Dialah yang telah mengutus RasulNya (Muhammad s.a.w) dengan membawa hidayah dan agama yang benar (agama Islam), supaya Dia memenangkannya dan meninggikannya atas segala agama yang lain, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukainya.
(Al-Saff ayat 8 dan 9)

Sumber: JasonKingFans

Moshe Dayan, Dajjal Bermata Satu Yahudi Yang Dah “MAMPUS” Dibunuh Kanser Usus!

Moshe Dayan, Dajjal Bermata Satu Yahudi Yang Dah “MAMPUS” Dibunuh Kanser Usus!

Orang Palestin tidak mungkin dapat melupakan nama Moshe Dayan. Prestasinya untuk Israel juga tidak dapat dilupakan. Dialah yang memimpin pasukan Israel dalam perang 6 hari melawan bangsa Arab di awal bulan jun 1967.

Dalam perang singkat ini, tentera Israel berperang atas nama keyakinan ‘Yahudi’-nya. Di sisi lain, tentera Arab yang terdiri dari Mesir, Syria, Jordan, yang berperang dengan motivasi Arab dan Sosialisme dapat dileburkan oleh tentera Israel pimpinan Dayan hanya dalam masa 6 hari sahaja.

5 jun 1967 adalah permulaan perang Arab-Israel yang berlangsung 6 hari. Dan pada tanggal 7 jun, kota tua yang suci Jerussalem, telah berhasil direbut pasukan Moshe Dayan. Dengan sorakan gegap gempita pasukan Israel ini masuk ke kawasan Masjid Al-Aqsa, sambil menghina Islam dan Nabi Muhammad SAW.

Moshe Dayan memasuki wilayah Al Maghariba serta wilayah termbok Al Buraq yang kemudian dijadikan ‘tembok ratapan’ (kini tembok orang yahudi datang berdoa) Letaknya di sebelah barat komplek Al-Aqsa.

Ketika memasuki kawasan tembok Al Buraq ini, Moshe Dayan dengan sombong berkata, “Kita sudah menyatukan bandar yang sudah dirobek-robek, ibukota Israel. Kita sudah kembali ke tempat paling suci ini untuk tidak akan berpisah dengannya! “Sambil tangannya menyelitkan kertas berisi tulisan doa ke celah-celah tembok ratapan.

Semenjak itu, tembok Al Buraq serta kawasan di sekitarnya sehingga saat ini dalam kekuasaan tentera Yahudi Israel. Asrama pasukan Islam dari Afrika utara yang dibina sebagai hadiah dari panglima Islam Salahuddin Al Ayubi turut dihancurkan oleh tentera Israel.

Pada tahun 1948, di masa awal negara Israel, Moshe Dayan mengetuai batalion ke 89. Ketika itu dia memerintahkan semua penduduk di suatu desa Palestin, untuk berkumpul dan berlindung di dalam Masjid.

Sambil itu dia mencari siapa yang telah melemparkan bom tangan yang mengorbankan seorang tentera Israel. Namun Moshe Dayan berasa sangat marah. Habis semua orang yang berlindung di dalam Masjid itu, dibantainya

Moshe Dayan kehilangan matanya ketika dia berkhidmat untuk pasukan Australia berlawan Vichy France semasa perang dunia ke ll di Suriah. Moshe Dayan meninggal dunia akibat kanser usus pada 16 oktober tahun 1981 ketika berusia 66 tahun di Tel Alviv Israel.

ini kubur makhluk ni

Sumber: JasonKingFans

Syiah Qurmuti Pecahkan Hajarul Aswad, Bunuh Jemaah Haji Dan Campak Longgokan Mayat Ke Dalam Telaga Zam-Zam…

Syiah Qurmuti Pecahkan Hajarul Aswad, Bunuh Jemaah Haji Dan Campak Longgokan Mayat Ke Dalam Telaga Zam-Zam…

Hari Al-Tarwiyah (hari kelapan dalam bulan Zulhijjah), tentera Syiah Qurmuty (diketuai oleh Hamadan Ibn Al-Ashath Al-Qurmuti) menyerang konvoi haji pada tahun 317 Hijrah, membunuh semua jemaah haji, kemudian beliau menyerang Kaabah, menarik keluar Hajarul Aswad dan memecahkan kepada 8 bahagian kecil.

Menarik keluar pintu Kaabah dan kemudian memecahkannya, menarik keluar kisa’a Al-Kabah dan memotongnya kepada banyak pecahan dan memberikannya kepada sahabat-sahabat beliau, kemudiannya beliau mengarahkan pengikut-pengikut beliau untuk memusnahkan Mizab Al-Kabah (saluran untuk menyalurkan air sekiranya hujan dari atas Kaabah). Apabila pengikut beliau cuba untuk memusnahkan saluran ini, dia (pengikut yang diarahkan) terjatuh dari bumbung Kaabah dan mati.

Beliau (Hamadan) kemudiannya menyuruh pengikutnya mencampakkan mayat-mayat jemaah haji yang telah mereka bunuh ke atas bumbung Kaabah, Mizab (saluran air) mengalirkan darah orang Muslim buat pertama kalinya dalam sejarah. Beliau kemudian mencampakkan mayat-mayat selebihnya ke dalam telaga zam-zam sehingga penuh dan kemudian menutup telaga ini dengan batu yang besar.

Wanita Qurmuti (pengikut Syiah) akan membawa air kononnya untuk menyiram mayat-mayat jemaah haji ini atau memberi minum kepada jemaah haji yang tercedera, akan tetapi apabila mereka berjumpa dengan jemaah haji yang masih hidup, mereka akan membunuhnya tanpa memberi air.

Mereka (wanita Qurmuti) percaya bahawa mereka perlu membunuh sekurang-kurangnya 3 orang Sunni (Nasibi, gelaran yang mereka berikan pada orang Sunni) yang dahaga untuk mereka mendapat tempat di Jannah. Mayat-mayat yang lain pula ditanam di dalam Masjidil Haram dimana mereka (jemaah haji) dibunuh tanpa solat jenazah, ghosul mahupun dikafankan.

Kemudian beliau (Hamadan) berdiri di depan pintu Kaabah dan menjerit ke langit dan berkata: “ Akulah yang berani mencabar Allah, akulah yang berani mencabar Tuhan, Dia mencipta kamu dan aku membunuh kamu semua (jemaah haji)”.

Pengikutnya yang turut memusnahkan Hajarul Aswad juga menjerit ke langit: “Di mana burung-burung Ababil Engkau? Di mana batu Sijjil (batu dari tanah yang terbakar) Engkau?” Merujuk kepada peristiwa serangan bergajah yang dipimpin oleh raja Abrahah sebelum kedatangan agama Islam.

Kemudian beliau membawa Hajar Aswad ke timur (Al-Qatif) dengan menggunakan 70 ekor unta, setiap unta yang membawa Hajarul Aswad jatuh sakit dan kemudian mati di tengah padang pasir. Kemudian mereka membina ‘Ainul Kuaibah’ dan meletakkan Hajarul Aswad di situ selama 22 tahun dan menyuruh orang ramai mengerjakan haji di situ (Ainul Kuaibah), tetapi tiada siapa yang pergi.

Kemudian, Khalifah Al-Muktadir Billah menyerang pengikut-pengikut Qurmutiah dan membunuh mereka dalam peperangan antara 80 ribu askar menentang 3 ribu askar Qurmutiah. Satu kumpulan kecil Qurmutiah, lebih kurang 10 buah keluarga dapat melarikan diri ke Syria (Bilad Al-Sham) kemudian ke Jabal Al-Arab, sebuah gunung di Arab dan menyembunyikan diri supaya tidak dibunuh, salah sebuah keluarga tersebut adalah Al-Assad.

Rujukan: Al-Bidayah Wa An-Nihayah, Ibnu Kathir

Ainul Kubbah di Al Ahsa…di timur semenanjung tanah Arab, runtuh dan terbiar. Tempat yang mereka bangun sebagai pengganti Kaabah, dimana hajar aswad diletakkan. Masyarakat dipaksa berhaji di sana selama 22 tahun

Terkoyak Baju Nabi Yusuf Melawan godaan Nafsu Jahat Zulaikha

Terkoyak Baju Nabi Yusuf Melawan godaan Nafsu Jahat Zulaikha

Gambar diatas ni Omar Borkan, kena halau dengan kerajaan Arab Saudi sebab terlalu kacak, kalau macam ni anda rasa dah kacaK Nabi Yusuf tu bergaNda lagi kacak tau! Masa baginda berjalan dalam istana orang perempuan sampai terhiris tangan sendiri sebab terpesona dengan kacaknya wajah baginda. Itu lah pasai Zulaikha sampai tergila dekat Baginda nak bawa Baginda ke ranjang istana!

Ni kisah untuk semua JANTAN yang bagi alasan tak dapat lawan godaan bila diganggu nafsu buas wanita sampai menggangu keharmonian rumah tangga, baca dan ambik IKTIBAR!

KISAH NABI YUSUF DAN ZULAIKHA

DAN wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu seraya berkata: “Marilah memperlakukan aku dengan baik.” Sesungguhnya orang yang zalim tidak akan beruntung. Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu dengan Yusuf dan Yusuf bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andai dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, agar kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba yang terpilih. (Yusuf: 23-24)

Zulaikha merupakan isteri kepada pembesar Mesir yang membeli Nabi Yusuf daripada rombongan kalifah yang menjualkan. Zulaikha tertarik dengan ketampanan yang dimiliki oleh Nabi Yusuf. Ketampanan Nabi Yusuf ini juga telah membuatkan Zulaikha jatuh cinta terhadapnya.

Pada suatu hari, Zulaikha berniat untuk menggoda Nabi Yusuf. Ketika itu, suaminya tidak ada di rumah. Zulaikha telah menutup kesemua pintu rumahnya lalu mendekati Nabi Yusuf sambil berkata, “Wahai Yusuf, kemarilah engkau ke sini,” ajak Zulaikha.

“Aku berlindung kepada Allah dan memohon keampunan daripada-Nya. Sesungguhnya suamimu telah memperlakukan aku dengan baik,” jawab Nabi Yusuf.

Zulaikha tidak mengendahkan kata-kata Nabi Yusuf itu. Zulaikha menghulurkan tangannya untuk memeluk Nabi Yusuf tetapi Nabi Yusuf berjaya mengelakkan dirinya. Nabi Yusuf terus berlalu ke muka pintu. Zulaikha mengejarnya dan sempat menarik baju Nabi Yusuf sehingga terkoyak.

Pintu bilik terus dibuka. Zulaikha amat terkejut apabila melihat suaminya berdiri di muka pintu. Pembesar tersebut memandang mereka dengan wajah yang penuh curiga. Untuk membela dirinya, Zulaikha telah menuduh Nabi Yusuf cuba menggodanya.

“Wahai suamiku, balasan apakah yang patut diberikan kepada orang yang cuba menggoda isterimu?” kata Zulaikha, berpura-pura tidak bersalah.

“Dia yang menggodaku. Aku menolak ajakan isterimu, lantas dia menarik bajuku lalu terkoyak,” jelas Nabi Yusuf sebagai membela dirinya.

Pembesar tersebut mendengar penjelasan daripada Zulaikha dan juga Nabi Yusuf. Untuk mendapatkan kebenaran dan keadilan, pembesar itu telah mengambil seorang saksi daripada ahli keluarga untuk mengadili perkara tersebut.
“Jika pakaian Yusuf ini koyak di hadapan, maka kata-kata Zulaikha itu benar dan Yusuf telah berdusta. Tetapi, jika baju itu koyak di belakang, maka Zulaikhalah yang berdusta dan Yusuf bercakap benar,” kata wanita itu.

Apabila melihat kepada pakaian Nabi Yusuf itu, maka terbuktilah bahawa Zulaikha yang berdusta dalam perkara itu. Pembesar tersebut meminta maaf dan Nabi Yusuf akhirnya terlepas daripada fitnah yang dilemparkan oleh Zulaikha.

ALLAHUAKBAR! 12 KAUM YANG ALLAH SWT BINASAKAN SEPERTI DICERITAKAN DALAM AL-QURAN KONGSI KEPADA SEMUA SEBAGAI PENGAJARAN!

ALLAHUAKBAR! 12 KAUM YANG ALLAH SWT BINASAKAN SEPERTI DICERITAKAN DALAM AL-QURAN KONGSI KEPADA SEMUA SEBAGAI PENGAJARAN!

Senarai kaum-kaum yang dibinasakan

Kaum Nabi Nuh

Nabi Nuh berdakwah selama 950 tahun, namun yang beriman hanyalah sekitar 80 orang. Kaumnya mendustakan dan memperolok-olok Nabi Nuh. Lalu, Allah mendatangkan banjir yang besar, kemudian menenggelamkan mereka yang ingkar, termasuk anak dan istri Nabi Nuh (QS Al-Ankabut : 14).

Kaum Nabi Hud

Nabi Hud diutus untuk kaum Ad. Mereka mendustakan kenabian Nabi Hud. Allah lalu mendatangkan angin yang dahsyat disertai dengan bunyi guruh yang menggelegar hingga mereka tertimbun pasir dan akhirnya binasa (QS Attaubah: 70, Alqamar: 18, Fushshilat: 13, Annajm: 50, Qaaf: 13).

Kaum Nabi Saleh

Nabi Saleh diutuskan Allah kepada kaum Tsamud. Nabi Saleh diberi sebuah mukjizat seekor unta betina yang keluar dari celah batu. Namun, mereka membunuh unta betina tersebut sehingga Allah menimpakan azab kepada mereka (QS ALhijr: 80, Huud: 68, Qaaf: 12).

Kaum Nabi Luth

Umat Nabi Luth terkenal dengan perbuatan menyimpang, yaitu hanya mau menikah dengan pasangan sesama jenis (homoseksual dan lesbian). Kendati sudah diberi peringatan, mereka tak mau bertobat. Allah akhirnya memberikan azab kepada mereka berupa gempa bumi yang dahsyat disertai angin kencang dan hujan batu sehingga hancurlah rumah-rumah mereka. Dan, kaum Nabi Luth ini akhirnya tertimbun di bawah reruntuhan rumah mereka sendiri (QS Alsyuaraa: 160, Annaml: 54, Alhijr: 67, Alfurqan: 38, Qaf: 12).

Kaum Nabi Syuaib

Nabi Syuaib diutuskan kepada kaum Madyan. Kaum Madyan ini dihancurkan oleh Allah karena mereka suka melakukan penipuan dan kecurangan dalam perdagangan. Bila membeli, mereka minta dilebihkan dan bila menjual selalu mengurangi. Allah pun mengazab mereka berupa hawa panas yang teramat sangat. Kendati mereka berlindung di tempat yang teduh, hal itu tak mampu melepaskan rasa panas. Akhirnya, mereka binasa (QS Attaubah: 70, Alhijr: 78, Thaaha: 40, dan Alhajj: 44).Selain kepada kaum Madyan,

Kaum Aikah

Nabi Syuaib juga diutus kepada penduduk Aikah. Mereka menyembah sebidang padang tanah yang pepohonannya sangat rimbun. Kaum ini menurut sebagian ahli tafsir disebut pula dengan penyembah hutan lebat (Aikah) (QS AlHijr: 78, Alsyuaraa: 176, Shaad: 13, Qaaf: 14).

Firaun

Kaum Bani Israil sering ditindas oleh Firaun. Allah mengutus Nabi Musa dan Harun untuk memperingatkan Firaun akan azab Allah. Namun, Firaun malah mengaku sebagai tuhan. Ia akhirnya tewas di Laut Merah dan jasadnya berhasil diselamatkan. Hingga kini masih bisa disaksikan di museum mumi di Mesir (Albaqarah: 50 dan Yunus: 92).Ashab Al-Sabt.Mereka adalah segolongan fasik yang tinggal di Kota Eliah, Elat (Palestina). Mereka melanggar perintah Allah untuk beribadah pada hari Sabtu. Allah menguji mereka dengan memberikan ikan yang banyak pada hari Sabtu dan tidak ada ikan pada hari lainnya. Mereka meminta rasul Allah untuk mengalihkan ibadah pada hari lain, selain Sabtu. Mereka akhirnya dibinasakan dengan dilaknat Allah menjadi kera yang hina (QS Al-Araaf: 163).

Ashab Al-Rass

Rass adalah nama sebuah telaga yang kering airnya. Nama Al-Rass ditujukan pada suatu kaum. Konon, nabi yang diutus kepada mereka adalah Nabi Saleh. Namun, ada pula yang menyebutkan Nabi Syuaib. Sementara itu, yang lainnya menyebutkan, utusan itu bernama Handzalah bin Shinwan (ada pula yang menyebut bin Shofwan). Mereka menyembah patung. Ada pula yang menyebutkan, pelanggaran yang mereka lakukan karena mencampakkan utusan yang dikirim kepada mereka ke dalam sumur sehingga mereka dibinasakan Allah (Qs Alfurqan: 38 dan Qaf ayat 12).

Ashab Al-Ukhdud

Ashab Al-Ukhdud adalah sebuah kaum yang menggali parit dan menolak beriman kepada Allah, termasuk rajanya. Sementara itu, sekelompok orang yang beriman diceburkan ke dalam parit yang telah dibakar, termasuk seorang wanita yanga tengah menggendong seorang bayi. Mereka dikutuk oleh Allah SWT (QS Alburuuj: 4-9).

Ashab Al-Qaryah

Menurut sebagian ahli tafsir, Ashab Al-Qaryah (suatu negeri) adalah penduduk Anthakiyah. Mereka mendustakan rasul-rasul yang diutus kepada mereka. Allah membinasakan mereka dengan sebuah suara yang sangat keras (QS Yaasiin: 13).

Kaum Tubba’

Tubaa adalah nama seorang raja bangsa Himyar yang beriman. Namun, kaumnya sangat ingkar kepada Allah hingga melampaui batas. Maka, Allah menimpakan azab kepada mereka hingga binasa. Peradaban mereka sangat maju. Salah satunya adalah bendungan air (QS Addukhan: 37).

Kaum Saba

Mereka diberi berbagai kenikmatan berupa kebun-kebun yang ditumbuhi pepohonan untuk kemakmuran rakyat Saba. Karena mereka enggan beribadah kepada Allah walau sudah diperingatkan oleh Nabi Sulaiman, akhirnya Allah menghancurkan bendungan Marib dengan banjir besar (Al-Arim) (QS Saba: 15-19)

 

Sumber: bulletinmedia